Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Diduga Aniaya Anak 15 Tahun UPTD PPA Ternate Harap Ada Atensi Kapolda Malut Terhadap Oknum Polisi

Diduga Aniaya Anak 15 Tahun UPTD PPA Ternate Harap Ada Atensi Kapolda Malut Terhadap Oknum Polisi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sen, 22 Jan 2024

TERNATE MAHABARI.com -Tertunda selama 3 bulan Orang tua korban yang didampingi Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Ternate. Melaporkan seorang oknum polisi berinisial WRA ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Maluku Utara (Malut) Senin (22/01/2024)

Oknum polisi itu berisial WRA dilaporkan lantaran diduga telah menganiaya seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Ternate pada 30 Oktober 2023 kemarin.

soal keterlambatan melaporkan hal tersebut lantaran korban tidak mau bolak balik sehingga terlalu lama untuk diperiksa. Ungkap Devisi Humas UPTD PPA Kota Ternate, Nurdewa Safar, kepada awak media

Selain itu ibu korban masi terganggu kesehatannya, kami juga menunggu agar anak tersebut keadaanya tenang dulu baru bisa diantarkan, jelasnya.

“Jadi, bukan penyidik yang tidak respon melainkan dari korban harus enjoi dulu atau hilangkan rasa traumanya agar bisa hadapi pemeriksaan dari kepolisian,” ungkap Nurdewa.

Meski begitu, kami mendatangi SPKT Polda Malut mendampingi ibu korban dengan membawa bukti visum sesuia ketentuan namun lantaran pihak reskrim masih sibuk maka kami disuruh balik pada pukul 14:00 Wit.

Iya menambahkan, orang dewasa maupun anak dibawah umur pasca menerima kekerasan fisik pasti ada rasa trauma besar dalam dirinya maka terkait itu akan kami dampingi supaya korban bisa menghadapi proses pemeriksaan lanjutan.

Bahkan Nurdewa berjanji, bahwa kasus dugaan penganiayaan anak dibawah umur ini akan kami dampingi atau mengawal sampai dengan pada tahapan proses putusan di Pengadilan Negari (PN) Ternate.

“Kesepakatan dari keluarga korban akan mengakhiri sampai pada proses putusan hukum dan semoga keadaanya korban terus baik sampai proses di pengadilan nantinya”.

Ia menuturkan, bakal fokus pada tahapan pra peradilan dan setelah itu, kemudian bakal mengantar korban untuk dapatkan perawatan psikoterapi terkait kesehatanya.

Nurdewa berharap, supaya ada atensi dan Kapolda Malut agar kiranya memonitoring terkait dengan oknum anggota polisi yang telah diduga melakukan penganiayaan terhadap anak dibawah umur.

“Bahkan kami dari UPTD PPA dan PA Kota Ternate sudah menyiapkan penasehat hukum korban penganiayaaan sampai ke tahap ke pengadilan nanti”.

Peliput: Faisal

Editor: Kibo

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto Gedung Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia

    Gugatan Nasdem Diterima MK, Satu Kursi Menunggu Putusan

    • calendar_month Sen, 27 Mei 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Pada pemilihan Legislatif di Maluku Utara, atas tidak sah nya 221 surat Suara dari 222 surat suara di satu TPS 08 Kelurahan Tabona dan dinyatakan sah 1 surat suara, sehingga hal itu merugikan hak konstitusional masyarakat yang telah menyalurkan suara mereka pada pemilihan 14 Februari kemarin. Namun Hilangnya 221 suara yang dianggap […]

  • Dugaan Selisi Angka PPK Ibu, Bawaslu Halbar Laporkan Ke Bawaslu Provinsi

    Dugaan Selisi Angka PPK Ibu, Bawaslu Halbar Laporkan Ke Bawaslu Provinsi

    • calendar_month Sab, 9 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Berdasarkan informasi yang dihimpun Bawaslu Maluku Utara terkait kerawanan Pemilu yang dikeluarkan oleh Bawaslu RI memang menunjukkan Maluku Utara menempati posisi rawan tertinggi sehingga seluruh perhatian yang dimiliki oleh Bawaslu RI juga tercurahkan untuk Maluku Utara. Dalam memastikan, mereka sigap dan siap bekerja untuk mengawasi masa tenang. Pungut hitung juga rekapitulasi suara. […]

  • Jumat Samsul Dilantik Wakil Ketua DPRD Halut

    Jumat Samsul Dilantik Wakil Ketua DPRD Halut

    • calendar_month Sel, 26 Sep 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TOBELO-Mahabari.Com, Ketua Komisi II DPRD Halmahera Utara (Halut), Samsul Bahri Umar, Jumat (29/09) bakal dilantik jadi Wakil Ketua DPRD Halut menggantikan Hasrul Suaibun. Hal itu, setelah surat Pergantian antara waktu (PAW) dari Gubernur Malut suda di meja Ketua DPRD Halut Janlis G Kitong. Baca Juga  Survey Palsu, Tim KompasData Bakal Datangi Ditreskrimsus Polda MalutPAW wakil […]

  • Musda VI: Ketum DPP Beri Catatan Serius, Alien Mus Mampu Atau Tidak?

    Musda VI: Ketum DPP Beri Catatan Serius, Alien Mus Mampu Atau Tidak?

    • calendar_month Sen, 13 Apr 2026
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Panggung Musyawarah Daerah (Musda VI) Partai Golkar Maluku Utara kembali menegaskan satu hal: dominasi lama belum benar-benar berakhir. Alien Mus kembali didapuk memimpin DPD I setelah mengantongi dukungan bulat dari 10 DPD II kabupaten/kota serta enam organisasi sayap partai. Kemenangan tanpa riak ini di satu sisi mencerminkan soliditas, namun di sisi lain […]

  • Kepala DP3A Malut: R.A Kartini Merupakan Semangat Juang Perempuan Indonesia

    Kepala DP3A Malut: R.A Kartini Merupakan Semangat Juang Perempuan Indonesia

    • calendar_month Kam, 21 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE- Momentum hari Kartini selalu diperingati pada tanggal 21 April tiap tahunnya, ini untuk mengenang jasa pahlawan Raden Ajeng Kartini yang merupakan hari istimewa bagi seluruh perempuan di Indonesia. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku Utara (Malut) Musrifa Alhadar pada momen hari Kartini saat di Konfirmasi mengatakan, momentum Hari Kartini […]

  • PDIP Masdar Mansur Klarifikasi Soal Unggahan Kontroversial di Medsos

    PDIP Masdar Mansur Klarifikasi Soal Unggahan Kontroversial di Medsos

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Fahrun
    • 0Komentar

    HALSEL, Mahabari.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Fraksi PDIP, Kabupaten Halmahera Selatan. Masdar Mansur, memberikan klarifikasi resmi terkait unggahan di akun Facebook pribadinya yang sempat menimbulkan kontroversi. Dalam unggahan tersebut, tercantum kalimat yang dapat menimbulkan konflik internal hingga masyarakat “Yang mau DPR di bubarkan itu orang GOBLOK (K-nya 10)” ditulis Sesuai Aksara postingan […]

expand_less