PDIP Masdar Mansur Klarifikasi Soal Unggahan Kontroversial di Medsos
- account_circle Fahrun
- calendar_month Kam, 4 Sep 2025
HALSEL, Mahabari.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Fraksi PDIP, Kabupaten Halmahera Selatan. Masdar Mansur, memberikan klarifikasi resmi terkait unggahan di akun Facebook pribadinya yang sempat menimbulkan kontroversi.
Dalam unggahan tersebut, tercantum kalimat yang dapat menimbulkan konflik internal hingga masyarakat “Yang mau DPR di bubarkan itu orang GOBLOK (K-nya 10)” ditulis Sesuai Aksara postingan tersebut.
Dalam konferensi pers yang digelar, Masdar menegaskan bahwa unggahan itu bukan ditulis olehnya, melainkan oleh calon istrinya, Ichy Amahoru, yang saat itu memegang akun media sosialnya. Kamis (4/9/2025).
Ichy Amahoru yang turut hadir dalam kesempatan tersebut mengaku bahwa pernyataan yang dituliskan itu lahir dari latar belakang pemikirannya tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.
Ia juga menyinggung sejarah politik, salah satunya saat Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah mengeluarkan dekrit pembubaran DPR yang kemudian dinyatakan inkonstitusional oleh Mahkamah Agung dan berujung pada pemberhentiannya sebagai presiden.
“Saya berpandangan bahwa wacana pembubaran DPR tidaklah mungkin terjadi kecuali melalui Amandemen UUD 1945. Amandemen hanya bisa dilakukan oleh MPR RI yang diisi oleh DPR dan DPD RI. Jadi menurut saya wacana itu mustahil, hanya membuang energi, waktu, dan pikiran. Dari situlah muncul pernyataan emosional saya dengan kata ‘GOBLOK (K-nya 10)’ yang ternyata menyinggung banyak pihak,” jelas Ichy.
Ia menegaskan bahwa unggahan tersebut bukan sikap resmi Masdar Mansur sebagai anggota DPRD, melainkan sepenuhnya tanggung jawab pribadinya.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Halmahera Selatan, khususnya rekan-rekan Anggota DPRD yang merasa tersinggung, terutama Fraksi PDI Perjuangan yang sempat terseret dalam polemik ini. Unggahan itu saya buat sekitar dua minggu lalu, jauh sebelum demonstrasi 25–29 Agustus, dan bahkan telah saya hapus tidak lama setelah diposting,” ujarnya.
Sementara itu, Masdar Mansur menyampaikan penyesalannya atas munculnya kesalahpahaman akibat unggahan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga etika sebagai wakil rakyat dalam berpolitik maupun bermedia sosial.
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada yang merasa tersakiti. Semoga hal ini menjadi renungan dan pembelajaran bagi saya pribadi dan kita semua agar lebih bijak dalam bermedia sosial,” pungkas Masdar.
- Penulis: Fahrun
- Editor: Faisal



