Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Jadikan Anak Sebagai Korban, WK Minta Gati Rugi Miliaran Rupiah

Jadikan Anak Sebagai Korban, WK Minta Gati Rugi Miliaran Rupiah

  • account_circle Admin
  • calendar_month Ming, 21 Jul 2024

TERNATE Mahabari.com – Dugaan pemerasan yang dilakukan WK alias Widya ibu dari pelapor LM alias Mecca dengan Nilai uang yang Fantastis kepada RF alis Ratna (47) selama beberapa kali mediasi yang bertempat di polres Ternate.

Berdasarkan keterangan terlapor Ratna yang didampingi kuasa hukumnya Fahmi Albaar kepada awak Media mengatakan bahwa. Permintaan yang dilakukan ibu dari pelapor Mecca itu Hingga Miliaran Rupiah. Sabtu (20/07/2024).

“Ratna terkait kasus penganiayaan yang dituduhkan pelapor kepada dirinya itu tidak benar. Karena pada saat kejadian dirinya tidak melakukan penganiayaan kepada korban Mecca.” Ujarnya

Namun ibu korban bersih keras mengatakan bahwa Ratna bersama keluarga besarnya melakukan penganiayaan terhadap anaknya LM alis Mecca. Di caffe D’Mozaik Sehingga anak tersebut mengalami memar di bagian punggung belakang.

Atas dugaan penganiayaan tersebut WK alias Widya ibu korban memanfaatkan kejadian tersebut untuk meminta sejumlah uang kepada Ratna sebanyak 1 miliar. Usai Mediasi di Unit PPA Sat. Reskrim Polres Ternate.

“Kalu ibu Ratna kasi uang 1 miliar saya akan cabut perkara. Namun tidak di sanggupi Ratna. turun 500 juta rupiah, juga tidak di sanggupi karena saya tidak punya uang banyak begitu” ucap Ratna

Merasa tidak berhasil, dilanjutkan dengan mediasi ke tiga. Namun didalam mediasi tersebut ibu yang didampingi Daurmala ibu korban meminta ganti rugi 150 juta rupiah, Ratna menolak, beralasan tidak memiliki uang.

Sehingga dari permintaan tersebut RF alis Ratna merasa di peras dengan nilai uang yang tidak sedikit. Karena dirinya merasa tidak melakukan penganiayaan atau unsur pidana lainnya.

Ditempat yang sama Kuasa hukum Fahmi Albaar mengatakan bahwa berdasarkan surat klarifikasi atas laporan polisi (LP) pada tanggal 20 april 2024 tentang peristiwa tindakan kekerasan terhadap anak yang diduga dilakukan oleh saudari RF terhadap korban LM alias Mecca yang terjadi pada Sabtu 20 April 2024 di salah satu caffe Mozaik Ternate Selatan sekitar pukul 21.30 WIT.

Berdasarkan laporan terhadap klien Kami bahwa kasus ini memiliki kejanggalan. Namun dari pihak pelapor ini terus melakukan mediasi dengan tuntutan sebagaimana yang disampaikan ibu Ratna (Klien) yakni sebesar 1 Miliar dan kemudian diturunkan menjadi 500 juta kemudian turun lagi 300 juta dan mediasi yang terakhir 150 juta hingga mentok pada 100 juta.

Mirisnya. Klien kami saat ini dalam posisinya statusnya sebagai Terlapor belum ditetapkan tersangka lantaran proses penyelidikan dan penyidikan belum di lakukan oleh penegak hukum (Polres Ternate).

“Artinya ketika statusnya baru sebagai terlapor berarti peristiwa ini belum menemukan apakah ini tindak pidana atau tidak. Belum ada unsur yang kemudian disangkakan disitu.”

Kenapa! Karena klarifikasi disitu adalah untuk mencari tau peristiwa apakah peristiwa ini peristiwa pidana atau tidak. Ucap Fahmi Albaar

“Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah laporan yang disampaikan ini apakah benar adanya kejadian tersebut. Kalaupun tidak terjadi sebagaimana mestinya, maka kami akan melakukan lapor balik terkait laporan palsu.”

Oleh karena itu, kami meminta kepada pelapor agar tidak memanfaatkan kejadian ini untuk memeras klien kami, apalagi kronologis nya jelas bahwa ibu Ratna ini tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap Anak dari ibu Widya.” Terangnya

Dari dugaan penganiayaan tersebut Fahmi Albaar meminta dua alat bukti yang harus di disediakan penyidikan yang disangkakan kepada klien kami. Itu Video Penganiayaan. Dan hasil visum.

Ditakutkan jangan sampai, kejadian ini terindikasi dipaksakan karena itu akan menjadi sebuah kekeliruan dalam penegakan hukum. Oleh karena itu kami meminta kepada pihak kepolisian, paling tidak tahapan proses dari pada penyelidikan maupun penyidikan itu harus diperjelas.

Untuk diketahui atas dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan klien kami. Ibu korban WK alias Widya yang selalu meminta untuk melakukan mediasi berulang kali berbuntut meminta sejumlah uang ganti rugi miliaran rupiah kepada klien kami. Tutupnya

Peliput: Faisal

Editor: kibo

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Debat, Tauhid-Nasri Kena Mental Dari Pendukung Lain

    Usai Debat, Tauhid-Nasri Kena Mental Dari Pendukung Lain

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Debat terbuka pertama calon walikota dan wakil walikota Ternate yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum KPU Kota Ternate di Bela Hotel, pada Kamis (24/10/2024). Malam kemarin sedikit memanas dengan yel-yel dari kedua pendukung Paslon, Tauhid-Nasri dan Paslon Sahril-Makmur. Terlihat dari kedua pendukung itu saling melempar sindiran hingga hampir terjadi adu jotos di halam […]

  • Air Laut Surut: Warga Batang Dua Ternate Panik, Usai Gempa

    Air Laut Surut: Warga Batang Dua Ternate Panik, Usai Gempa

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,3 mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026) pukul 07.48 WIT. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada pada koordinat 1,21 LU – 126,25 BT atau sekitar 128 kilometer timur Bitung, dengan kedalaman 18 kilometer. Guncangan gempa dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah di Provinsi […]

  • Sahkan UU PPP, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kecewa Dengan Sikap DPR RI

    Sahkan UU PPP, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kecewa Dengan Sikap DPR RI

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE- Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) merasa kecewa dengan langkah Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang telah mengesahankan Rancangan Undang- Undang Pembentukan Peraturan Perundang- undangan (RUU PPP) menjadi UU PPP. Hal ini disampaikan, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Andi Gani Nena Wea yang dilansir dari laman Kompas.com mengatakan, kecewa dengan […]

  • Pemuda Muhammadiya Halbar Gelar Vaksinasi Massal Covid- 19 Di Desa Hatebicara

    Pemuda Muhammadiya Halbar Gelar Vaksinasi Massal Covid- 19 Di Desa Hatebicara

    • calendar_month Sab, 10 Des 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI HALBAR – Menindaklanjuti kerja sama Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah dan USAID melalui Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), menggelar Vaksinasi Massal Covid-19 di Desa Hatebicara. Kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Halbar Sukran Bambang mengatakan, pada media ini bahwa Kegiatan ini adalah tidaklanjut dari kerja sama MPKU muhammadiyah dan USAID melaui pemuda muhammadiyah […]

  • Kapal Queen Mary Dialihkan, Perekonomian Warga Berdampak 4.01 Play Button

    Kapal Queen Mary Dialihkan, Perekonomian Warga Berdampak

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar
  • Lagi-Lagi, Saluran Air Menjadi Target Buruan Tim Slaber Koramil 1508-01 Tobelo

    Lagi-Lagi, Saluran Air Menjadi Target Buruan Tim Slaber Koramil 1508-01 Tobelo

    • calendar_month Kam, 1 Feb 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      TOBELO-Mahabari.com, Danramil 1508-01/Tobelo Mayor Inf I Putu Artana Jaya memimpin anggota melaksanakan Karya Bakti pembersihan saluran air, bertempat di Desa MKCM Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, Kamis (01/02/2024). Tampak hadir dalam kegiatan itu, Kapolsek Tobelo Iptu Anwar Sabari, personel Koramil 1508-01/Tobelo, personil Polsek Tobelo, Kepala Desa MKCM Frangky Kialian dan masyarakat. Danramil 1508-01/Tobelo Mayor Inf […]

expand_less