Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Muhammadiyah Anggap Tuduhan Masyarakat Kelurahan Fitu Tanpa Dasar

Muhammadiyah Anggap Tuduhan Masyarakat Kelurahan Fitu Tanpa Dasar

  • account_circle Admin
  • calendar_month Jum, 26 Agu 2022

MAHABARI, TERNATE– Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku Utara tidak mengambil lahan milik masyarakat Kelurahan Fitu seperti apa yang dituduhkan, hal ini disampaikan Ketua Majelis Wakaf dan Kehartabedaan PWM Malut Ismar Juma, Jumat (26/8/2022)

Menurut Ismar, Muhammadiyah bukan merampas lahan masyarakat Fitu, karena Muhammadiyah memiliki setifikat hak pakai lahan tersebut, sebenarnya masyarakat Kelurahan Fitu lah yang merampas, buktinya pada saat diminta bukti surat- surat oleh penyidik masyarakat Fitu tidak bisa menunjukan.

“Sebenarnya, ada dua setifikat lahan hak pakai yang di terbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Malut pada tahun 2002 dengan nomor setifikat 004 dan 005 dan ada juga Surat Hibah dari pemerintah Halbar ke Muhammadiyah,” terang Ismar

Lahan yang di klaim milik masyarakat fitu dengan nomor sertifikat 005 dan lahan sertifikatnya ada, kalau lahan nomor setifikat 004 itu yang sudah ada bangunan Ma’had Al Qazim.

Sementara untuk lahan dengan sertifikat 005 ini sudah ada 20 kuburan lebih yang di kuburkan di atas lahan itu, sementara lahan inikan milik muhammadiyah yang bersertifikat asli, terus masyarakat Fitu mengklaim milik masyarakat atas dasar apa.

Muhammadiyah menguasai lahan ini sudah dari tahun 2002, kurang lebih 18 dan memiliki dasar hukumnya, karena punya sertifikat hak pakai dan ada surat Hibah dari Pemerintah Kabupaten Halbar, dan lagian lahan ini sudah lama kenapa baru digugat masyarakat.

“Katanya muhammadiyah merampas lahan milik masyarakat Fitu, padahal tidak seperti itu, di tambah mereka juga membuat laporan polisi terkait adanya mafia tanah, serta dilahan tersebut mereka mengklaim ada 14 orang yang punya lahan itu,” ungkapnya.

Ismar menjelaskan, Muhammadiyah sudah buat laporan polisi terkait penyerobotan lahan dan dari laporan itu kemudian pada 13 Agustus 2022 pihak penyidik melakukan pemanggilan kedua bela pihak untuk di mediasi diruang Polres Ternate dan itu dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat Keruhan Fitu, Ketua LPM, Lurah dan beberapa tokoh lainnya.

Sementara dari pihak muhammadiyah sendiri di hadiri oleh Ahmad Konoras sebagai wakil ketua Tim, Hasan Seknul, Juhdi Taslim, Joyo Sukarno, Irfan Hadi dan Ismar Juma sebagai Anggota tim yang dikuasakan BPH UMMU.

“Dalam pertemuan itu kami membawa sejumlah dokumen dan setifikat asli lahan miliki Muhammadiyah sebagai bukti-bukti kepemilikan lahan, itu sudah kami perlihatkan semua bukti didepan penyidik, saat geliran mereka, di minta tunjukan bukti mereka tidak memiliki dokumen apapun,” terangnya.

Bahkan, Imam Mesjid dan ketua LPM Fitu sendiri sudah sampaikan di depan penyidik, kalau urusan hukum terkait hal ini, memang masyarakat tidak memiliki dokumen atas kepemilikan lahan tersebut

Setelah pertemuan itu Tim Hukum kemudian berkordinasi dengan Pimpinan Muhammadiyah dan disepakati, dari kuburan yang sudah ada itu nanti Muhammadiyah akan buka tambahan sedikit lahan untuk masyarakat fitu jadikan lahan perkuburan, sebab lahan milik Muhammadiyah itu seluas 1,3 hektar.

Setelah berkoordinasi, Tim Hukum minta penyidik untuk mempertemukan dengan Masyarakat Fitu, dari pertemuan itu Tim Hukum sudah menjelaskan jika Muhammadiyah akan membuka lahan untuk area perkuburan masyarakat, akan tetapi Masyarakat Fitu justru meminta 1 hektar tanah, lantas Muhammadiyah dapat apa lagi dengan luasan tanah yang hanya 1,3 hektar tersebut.

Dirinya menjelaskan, Muhammadiyah akan menunggu hasil pertemuan yang direncanakan digelar pada Sabtu 27 Agustus 2022, sehingga hasil pertemuan itu apakah dimediasi atau tetap dilanjutkan pada jalur hukum, Muhammadiyah selalu siap untuk menghadapinya.

Peliput: Fahrun
Editor: ZI

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Halsel Mandul, Tambang Emas Ilegal Halsel Jalan Terus

    Polres Halsel Mandul, Tambang Emas Ilegal Halsel Jalan Terus

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • account_circle Fahrun
    • 0Komentar

    HALSEL, Mahabari.com – Garis polisi semestinya menjadi tanda tegas penegakan hukum, justru diduga berubah menjadi simbol tanpa daya di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Sejumlah titik tambang emas ilegal yang telah dipasangi policeline sejak 2025, hingga kini masih beroperasi diam-diam tanpa hambatan berarti. Fakta ini memantik sorotan tajam publik. Di tengah klaim penutupan oleh aparat, […]

  • Ketpang Ternate Buka Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri

    Ketpang Ternate Buka Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri

    • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketpang). menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya pada bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 14Gerakan 47 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan selama delapan hari dengan tujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga […]

  • Kondisi Cuaca Buruk, Kapolsek Ternate Selatan Imbau Warga Berhati- Hati

    Kondisi Cuaca Buruk, Kapolsek Ternate Selatan Imbau Warga Berhati- Hati

    • calendar_month Sab, 14 Mei 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE – Kondisi cuaca laut, darat maupun udara di Kota Ternate dan sekitarnya beberapa hari ini kurang bersahabat dan telah memakan korban baik darat maupun laut. Hal ini disampaikan, Kapolsek Ternate Selatan IPTU Suherman, Sabtu (14/5/2022), masyarakat dalam melakukan aktivitas harus lebih berhati – hati, sebab kondisi cuaca saat ini kurang baik. Baca Juga  […]

  • 4 Kali Berganti Kadis Perindag, Pasar Sabi-sabi Tetap Sepih

    4 Kali Berganti Kadis Perindag, Pasar Sabi-sabi Tetap Sepih

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Lantai Dua Pasar Sabi-Sabi merupakan Pasar yang disediakan pemerintah kota Ternate untuk para pedagang pakaian. Pasar tersebut yang berada di Kelurahan Makasar Timur, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara, suda beberapa tahun tidak difungsikan. Pasar yang berada di pusat kota Ternate itu tidak diminati pedagang pakaian, karena “beralasan sepi pengunjung”. Ungkap […]

  • Nurlela Syarif Bilang Kadisdik Kota Ternate Terlalu Keras Kepala Dan Harus Di Ganti

    Nurlela Syarif Bilang Kadisdik Kota Ternate Terlalu Keras Kepala Dan Harus Di Ganti

    • calendar_month Rab, 9 Nov 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI TERNATE — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate mendukung atas teguran keras Wali Kota selaku pimpinan pada Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate kemarin, hal ini disampaikan Anggota Komisi III Nurlela Syarif, Rabu (09/11/2022) Nurlela pada saat di wawancara media ini mengatakan, merasa gerah dengan apa yang dilakukan Kadisdik selama ini, hal itu yang […]

  • Husni Bopeng: Pilkada Dipilih Rakyat, Marlita Puasa Itu Sama Saja

    Husni Bopeng: Pilkada Dipilih Rakyat, Marlita Puasa Itu Sama Saja

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Ketua DPW Partai NasDem Maluku Utara yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, Husni Bopeng, menegaskan secara pribadi tidak setuju jika pemilihan kepala daerah dikembalikan ke mekanisme pemilihan oleh DPRD. Husni menyatakan, bila merujuk pada kehendak publik, mayoritas masyarakat menolak wacana tersebut. Ia mengungkapkan hasil sejumlah survei menunjukkan sekitar 70 hingga […]

expand_less