Dana Desa Bermasalah, Kadis PMD Sula Tutup Mata
- account_circle Ihsan
- calendar_month Jum, 9 Jan 2026

Protes warga desa Wailoba soal pengelolaan Dana Desa yang tidak transparan. (Karikatur/MahabariFoto)
SANANA, Mahabari.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Kabupaten Kepulauan Sula, Rahmat Silia, kembali menuai sorotan tajam publik. Ia diduga bersikap tebang pilih dalam menangani polemik pengelolaan Dana Desa (DD). Menyusul sikap berbeda pemerintah daerah terhadap tuntutan warga di Desa Pas Ipa dan Desa Wailoba.
Fakta di lapangan menunjukkan, saat warga Desa Pas Ipa menggelar aksi menuntut pemerintah desa menyampaikan laporan pertanggungjawaban Dana Desa tahun anggaran 2023, 2024, hingga 2025, Dinas PMD Kepulauan Sula bergerak cepat. Pemerintah daerah langsung menyatakan akan melakukan klarifikasi dan evaluasi terhadap pengelolaan Dana Desa tersebut, Jumat, (9/1/2026)
Sebaliknya, tuntutan serupa yang disuarakan warga Desa Wailoba, Kecamatan Mangoli Tengah, justru terkesan diabaikan. Padahal, dugaan ketidaktransparanan pengelolaan Dana Desa di Desa Wailoba telah berlangsung selama beberapa tahun dan berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah.
Kekecewaan warga Wailoba memuncak setelah tidak adanya respons konkret dari Dinas PMD, meski masyarakat telah menempuh berbagai cara untuk menyampaikan aspirasi. Tercatat, warga telah tiga kali melakukan aksi pemalangan Kantor Desa sebagai bentuk protes. Aksi terakhir berlangsung pada April 2025 dan hingga kini belum menemukan titik terang.
Ironisnya, aksi protes yang berlangsung dalam kurun waktu panjang tersebut tidak diiringi dengan langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula. Baik Bagian Pemerintahan, Dinas PMD, maupun DPRD Kabupaten Kepulauan Sula, khususnya Komisi I yang memiliki fungsi pengawasan, dinilai belum menunjukkan keseriusan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Kami sudah menyampaikan tuntutan secara damai dan terbuka. Bahkan sampai memalang kantor desa tiga kali. Tapi tidak ada satu pun pejabat yang datang atau memberi penjelasan. Ini sangat berbeda dengan desa lain yang langsung direspons,” ujar warga Desa Wailoba, Ilyas Fokaaya, kepada wartawan.
- Penulis: Ihsan
- Editor: Faisal



