Breaking News
light_mode
Beranda » Kata Mereka » Sekda Ingatkan di FDG RTRW: Jangan Sampai Kota Tumbuh Tanpa Arah

Sekda Ingatkan di FDG RTRW: Jangan Sampai Kota Tumbuh Tanpa Arah

  • account_circle Faisal
  • calendar_month 1 menit yang lalu

Sekda Ingatkan di FDG RTRW: Jangan Sampai Kota Tumbuh Tanpa Arah

TERNATE, Mahabari.com Pemerintah Kota Ternate mulai serius membahas revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) lewat Focus Group Discussion (FGD), Sabtu (18/05/2026).

Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr. H. Rizal Marsaoly, secara tegas mengatakan bahwa Perda RTRW ini harus dilakukan kajian yang matang, dan harusnya konsistenan dalam pengelolaan ruang menimbulkan masalah besar di masa depan.

“Kalau kita tidak tegas sekarang, 20 tahun ke depan kita mau bawa Ternate ke mana?” tegasnya.

Rizal menyoroti maraknya pembangunan yang tidak sesuai peruntukan. Fenomena ini dinilai bukan sekadar pelanggaran teknis, tetapi sudah menjadi pola yang berulang. Urbanisasi yang tak terkendali, lemahnya pengawasan, hingga kepentingan tertentu disebut sebagai penyebab utama.

Akibatnya mulai terasa, Banjir mulai muncul di sejumlah titik, Ruang terbuka hijau semakin menyusut parahnya lagi Kawasan rawan bencana mulai dipadati bangunan

Sorotan tajam juga diarahkan ke kawasan wisata dan perbukitan. Aktivitas pembukaan akses jalan hingga pembangunan di area alami dinilai berpotensi merusak ekosistem.

Fenomena “demam naik gunung” dan eksploitasi kawasan alam tanpa kontrol disebut bisa menjadi bom waktu.

“Jangan sampai hanya demi akses, kita membuka jalan lalu mengundang bencana,” sindir Rizal.

Ia bahkan menyinggung praktik pembangunan hingga ke bibir pantai yang mulai terjadi di sejumlah lokasi wisata. Salah satu kritik paling keras adalah fakta bahwa dalam banyak kasus, pembangunan justru berjalan lebih dulu, sementara RTRW hanya menyesuaikan belakangan. Artinya, aturan kalah oleh praktik di lapangan.

“Kenyataannya, yang dibangun duluan, aturan menyusul. Ini yang harus dihentikan,” tegasnya.

Di sisi lain, ketidakjelasan tata ruang juga berdampak pada investasi. Sejumlah kawasan potensial seperti Vitu dan Jambula disebut belum bisa dikembangkan maksimal karena belum adanya kepastian regulasi.

RTRW yang seharusnya menjadi pedoman justru belum mampu memberi jaminan hukum yang kuat. Tak hanya soal pembangunan, isu mitigasi bencana juga mencuat. Peristiwa alam yang terjadi di wilayah sekitar menjadi peringatan serius bahwa penataan ruang tidak bisa lagi dianggap formalitas. Minimnya pemahaman masyarakat terhadap tanda-tanda bencana dan lemahnya mitigasi dinilai memperbesar risiko korban di masa depan.

  • Penulis: Faisal
  • Editor: Faisal

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dispar Raup PAD Wisata Air Panas Mamuya Capai Rp 81 Juta

    Dispar Raup PAD Wisata Air Panas Mamuya Capai Rp 81 Juta

    • calendar_month Sab, 28 Okt 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Suda Rp 150 Juta Dispar Setor PAD ke Kas Daerah TOBELO-Mahabari.com, Dinas Parawisata (Dispar) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), berhasil meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor parawisata. Buktinya dalam 10 Bulan Dispar meraup pendapatan Rp 80 Juta di Wisata Permandian Air Panas Mamuya. Kepala Dinas Parwisata Halut Wenas Rompis mengatakan, Saat ini, Dispar Halut telah […]

  • Bersama Ketua DPD Gerindra Sahril Taher (kiri), Walikota Ternate M. Tauhid Soleman (tengah), DPRD Provinsi Terpilih Periode 2024-2029 Machmud Esa (kanan), Juga Sebagai Calon Walikota Ternate Dari Partai Gerindra

    Pilwako: Gerindra Usung Kader Partai. Machmud Esa Siap Bertarung 

    • calendar_month Rab, 3 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Dalam Acara syukuran kemenag Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka Sebagai presiden dan wakil presiden. Republik  Indonesia. Yang dihadiri Walikota Ternate M. Tauhid Soleman dan Sekretaris DPRD Kota Ternate, Aldhy Ali. Di kantor DPD Gerindra Provinsi Maluku Utara. Senin (01/04/24) Amatan awak media mahabari.com saat buka puasa bersama ketua DPD Gerindra Sahril […]

  • Puluhan Kades Di Halmahera Utara “Geruduk” Kantor BKAD

    Puluhan Kades Di Halmahera Utara “Geruduk” Kantor BKAD

    • calendar_month Sel, 27 Jun 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Mahabari,Halut– Puluhan Kepala Desa (Kades) di Halmahera utara (Halut) beramai-ramai duduki Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sejak pagi tadi hingga saat ini. Selasa, 27 juni 2023.. Kepala Desa Rawajaya, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera utara Iksan Madu ketika diwawancara mengatakan, Kedatangan mereka di Kantor BKAD ini untuk mempertanyakan kepastian pembayaran siltap yang sudah 6 […]

  • Kantor Pengadilan Negeri Ternate

    Dipidana 1,6 Tahun, Ketua KPPS Akui Lakukan Pelanggar Pemilu

    • calendar_month Kam, 18 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Bahwa dalam Rapat Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara di Tingkat Kecamatan Kota Ternate Selatan TPS 08 Kelurahan Tabona berdasarkan Model D. Hasil Kecamatan  DPRD Kabupaten/ Kota dimana hasilnya 1 suara dinyatakan sah, dan 221 suara dinyatakan tidak sah, dari total seluruh suara sah dan suara tidak sah 222 Surat Suara Dalam Rapat […]

  • OKP Cipayung Kecewa Wali Kota Ternate di Luar Daerah

    OKP Cipayung Kecewa Wali Kota Ternate di Luar Daerah

    • calendar_month Sen, 11 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Organisasi Kepemudaan (OKP) aliansi Cipayung menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Ternate dengan sejumlah isu yaitu meminta Pemerintah menurunkan harga BBM, Menolak penundaan Pemilu tahun 2024 serta menolak Jokowi Presiden Tiga Periode. Dalam aksi tersebut, mereka meminta agar Wali Kota Ternate Tauhid Soleman dapat mendengar […]

  • Takut Air Laut Tercemar, Harita Nickel Rutin Lakukan Uji Sampel

    Takut Air Laut Tercemar, Harita Nickel Rutin Lakukan Uji Sampel

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Fahrun
    • 0Komentar

    HALSEL, Mahabari.com – PT Harita Nickel menunjukkan keseriusannya menjaga lingkungan dengan secara rutin melakukan pengambilan sampel air laut di perairan sekitar wilayah operasional pertambangan mereka di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kualitas air laut tetap terjaga dan bebas dari pencemaran akibat aktivitas pertambangan. Bagi Harita Nickel, kegiatan tersebut […]

expand_less