DPW PAN Malut Bakal Kerja Keras, Polemik Bantuan Beras Zulhas Tuai Sorotan
- account_circle Faisal
- calendar_month Ming, 21 Des 2025

Ketua DPW, Partai Amanat Nasional (PAN), Kasman Hi Ahmad. (MahabariFoto)
TERNATE, Mahabari.com – Polemik pascabanjir yang terjadi di Sumatra. Beredarnya sebuah video yang memperlihatkan memikul sekarung beras untuk dibagikan ke masyarakat, menuai komentar warganet terkait aksi Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Hal itu menjadi sorotan publik nasional. Isu tersebut dinilai berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap partai, sehingga PAN dituntut bekerja keras untuk mengembalikan marwah dan kepercayaan masyarakat di seluruh Indonesia.
Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Maluku Utara, Kasman Hi Ahmad, menegaskan bahwa sorotan tajam terhadap Ketua Umum PAN merupakan dinamika politik yang lumrah terjadi di Indonesia, terutama terhadap figur yang memiliki pengaruh besar.
“Yang pertama ingin saya sampaikan, karena Ketua Umum kami adalah figur yang sangat diperhitungkan, maka wajar jika muncul berbagai bentuk perundungan dan upaya menurunkan reputasi beliau. Ini dinamika politik yang sering terjadi,” ujar Kasman.
Menurutnya, tokoh yang berada di lingkar utama kekuasaan kerap menjadi sasaran kritik, bahkan serangan opini publik. Namun demikian, Kasman menekankan bahwa Ketua Umum PAN telah memberikan klarifikasi secara terbuka melalui media sosial dan berbagai forum publik.
Ia menjelaskan, langkah yang diambil Ketua Umum PAN saat menjabat sebagai menteri tidak seperti yang dituduhkan sebagian pihak. Justru, kebijakan tersebut bertujuan menyelamatkan para petani yang lahannya tidak dapat dibebaskan pada saat itu.
“Perlu dipahami, ketika beliau menjabat sebagai Menteri Kehutanan, tidak semua persoalan bisa langsung diselesaikan. Beliau tidak memiliki kewenangan penuh untuk membebaskan lahan. Selain itu, beliau juga melanjutkan pemerintahan sebelumnya, sehingga tidak adil jika seluruh permasalahan dibebankan kepada Ketua Umum kami,” jelasnya.
Kasman menambahkan, kebijakan yang ditempuh Ketua Umum PAN di Sumatra pada dasarnya merupakan upaya pengamanan kawasan hutan. Oleh karena itu, ia menilai tudingan yang beredar merupakan bagian dari upaya buzzer politik untuk menurunkan citra Ketua Umum PAN.
“Kalau beliau tidak diperhitungkan, tentu tidak akan menjadi sasaran seperti sekarang ini. Justru ini menunjukkan posisi beliau sangat strategis,” katanya.
Lebih lanjut, Kasman juga menanggapi kekhawatiran sebagian masyarakat Maluku Utara yang menilai PAN berpotensi merusak lingkungan, mengingat daerah tersebut diproyeksikan sebagai salah satu kawasan pertambangan terbesar kedua di Indonesia.
“Anggapan bahwa PAN akan merusak lingkungan Maluku Utara itu tidak benar. Kami memiliki skema jelas untuk pengamanan lingkungan,” tegasnya.
Ia mencontohkan peran Ketua Umum PAN yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Pangan, yang dinilai sangat berpihak kepada masyarakat, khususnya dalam membangun ketahanan pangan nasional.
“Salah satu unsur utama ketahanan pangan adalah bagaimana lingkungan dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Beliau akan mendorong sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan sektor lain yang ramah lingkungan, tentu dengan pengecualian pada wilayah tertentu yang menjadi perhatian khusus pemerintah pusat,” pungkas Kasman.
- Penulis: Faisal
- Editor: Faisal



