DPRD: Kebocoran Retribusi Parkir Manual, E-parking Diabaikan
- account_circle Faisal
- calendar_month Rab, 19 Nov 2025

Petugas Dinas Perhubungan melakukan penarikan Retribusi Parkir secara manual dengan mengabaikan E-parking yang tergantung di lehernya. (MahabariFoto)
TERNATE, Mahabari.com – Dugaan kebocoran retribusi parkir di Kota Ternate kembali mencuat ke permukaan. Salah satu penyebab yang dinilai memicu persoalan tersebut adalah masih ditemukannya petugas parkir yang melakukan penarikan retribusi secara manual, meski Pemerintah Kota Ternate telah menerapkan sistem e-parking di sejumlah titik strategis.
Sorotan terbaru muncul setelah seorang petugas parkir di Pasar Higenis Ternate kedapatan menarik biaya parkir tanpa menggunakan perangkat elektronik e-parking. Meski perangkat tersebut diketahui tergantung di leher petugas, namun enggan untuk digunakan. Hal ini disampaikan langsung oleh anggota DPRD Kota Ternate dari Fraksi Gerindra, Tasman Balak, saat melakukan peninjauan lapangan pada Rabu (8/11/2025) lalu.
Menurut Tasman, praktik tersebut merupakan bentuk kesengajaan, sehingga dapat berpotensi merugikan pendapatan asli daerah (PAD). Ia mengatakan bahwa penggunaan e-parking dirancang untuk menekan celah kebocoran dan memastikan seluruh transaksi parkir tercatat secara digital.
“Saya melihat langsung petugas tidak menggunakan e-parking. Penarikan dilakukan secara manual dengan menerima uang dari pengendara. Ini jelas tidak sesuai ketentuan dan membuka ruang kebocoran,” ujar Tasman kepada awak media Mahabari.com.
Tasman menjelaskan, sistem e-parking merupakan kebijakan strategis yang sudah dipersiapkan pemerintah daerah untuk memperbaiki tata kelola perparkiran di Kota Ternate. Dengan sistem ini, laporan transaksi terhubung langsung ke database sehingga setiap pemasukan dapat terpantau secara transparan. Namun, praktik yang ia temukan di lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kebijakan dan pelaksanaan.
“Sistem ini dibuat untuk menutup celah kebocoran PAD. Kalau masih ada petugas yang menarik retribusi secara manual, berarti sistem tidak berjalan baik dan pengawasan di lapangan lemah,” kata Tasman menegaskan.
- Penulis: Faisal
- Editor: Faisal



