Breaking News
light_mode
Beranda » Breaking News » DPRD Ternate Soroti Kebocoran Retribusi Parkir dan Kejanggalan Kerja Sama Rp19 Miliar Dishub

DPRD Ternate Soroti Kebocoran Retribusi Parkir dan Kejanggalan Kerja Sama Rp19 Miliar Dishub

  • account_circle Faisal
  • calendar_month Sel, 18 Nov 2025

TERNATE, Mahabari.com – Dugaan kebocoran anggaran retribusi parkir di Kota Ternate kian menguat setelah capaian pendapatan daerah dari sektor tersebut terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, Pemerintah Kota Ternate telah menetapkan target retribusi sebesar Rp5 miliar setiap tahun, angka yang dinilai realistis berdasarkan potensi kendaraan yang beroperasi di wilayah kota.

Anggota DPRD Kota Ternate, Junaidi Bahruddin, menegaskan bahwa penurunan capaian ini membuka ruang spekulasi terjadinya kebocoran anggaran. Ia menjelaskan bahwa penilaian DPRD didasarkan pada tiga indikator, yakni tren capaian retribusi yang tidak stabil, fakta jumlah kendaraan yang terus meningkat di Kota Ternate, serta kajian akademik yang dilakukan oleh kalangan akademisi dan telah dipelajari oleh DPRD.

“Kalau potensinya besar sampai bisa mencapai Rp5 miliar, tetapi realisasinya kecil, berarti ada yang bocor. Itu logikanya. Target itu dibuat karena potensi dihitung secara matematis, bukan sekadar perkiraan,” tegas Junaidi saat di temui awak media pada Selasa (18/11/2025).

Menurut Junaidi, Dishub hingga kini tidak pernah memberikan penjelasan komprehensif terkait faktor-faktor yang menyebabkan target retribusi parkir tidak tercapai. Ia menilai Dishub seharusnya mengambil langkah inovatif, salah satunya dengan menerapkan sistem digitalisasi pengelolaan parkir untuk menekan potensi kebocoran di tingkat petugas lapangan maupun pengelola.

“Dinas Perhubungan tidak pernah menyampaikan penyebab detail kebocoran itu. Kalau ingin transparansi dan peningkatan pendapatan, digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan,” ujarnya.

Namun persoalan tidak berhenti pada ketidaktransparanan capaian retribusi. DPRD juga menemukan kejanggalan lain ketika mendapati Dinas Perhubungan secara tiba-tiba memasukkan program kerja sama dengan pihak ketiga ke dalam APBD tanpa melalui pembahasan dengan legislatif. Nilainya pun tidak kecil, yakni mencapai Rp19 miliar.

“Yang sangat disayangkan adalah munculnya kerja sama dengan pihak ketiga senilai Rp19 miliar tanpa pembahasan bersama DPRD. Ini tindakan yang tidak sesuai mekanisme,” kata Junaidi.

  • Penulis: Faisal
  • Editor: Faisal

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bassam Kasuba Ingatkan ASN–PPPK Soal Kedisplinan

    Bassam Kasuba Ingatkan ASN–PPPK Soal Kedisplinan

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Fahrun
    • 0Komentar

    HALSEL, Mahabari.com – Pemerintah Daerah, Kabupaten Halmahera Selatan. Menggelar apel mingguan di Lapangan Upacara Kantor Bupati. Senin (26/1/2026). Apel tersebut merupakan agenda rutin dalam rangka memastikan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di lingkungan Pemkab Halsel. Apel mingguan dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, didampingi […]

  • Oknum Warga Staf Kelurahan Ikut Konsumsi Miras Saat Jam Kerja

    Oknum Warga Staf Kelurahan Ikut Konsumsi Miras Saat Jam Kerja

    • calendar_month Ming, 29 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Program pemerintah daerah dalam pemberantasan minuman keras di kota Ternate itu tidak di tanggapi seorang lurah di kota Ternate tengah yang disampaikan oleh seorang warga. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa lurah kelurahan Makassar Timur sepertinya dengan sengaja melakukan pembiaran, terhadap beberapa oknum masyarakat yang mengonsumsi minuman keras di halam kantor lurah. Hal […]

  • 139 Orang Peserta Ikut Pelatihan di BPVP Ternate Selama Dua Hari

    139 Orang Peserta Ikut Pelatihan di BPVP Ternate Selama Dua Hari

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE– Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) BLK Ternate melakukan perekrutan peserta pelatihan yang berlangsung selama dua hari. Kepala Bagian Kios Siap Kerja (BKSK) BPVP Ternate Ilham Hasan saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/7/2022) menjelaskan, selama dua hari kemarin dari 18- 19 Juli 2022 telah dilakukan ujian tertulis dan interview sebanyak 139 orang […]

  • Mengenang Sejarah, 14 Anak Warga Jepang Berkunjung ke SD Mononutu

    Mengenang Sejarah, 14 Anak Warga Jepang Berkunjung ke SD Mononutu

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabri.com – Kunjungan warga negara jepang sebanyak 14 orang ke salah satu sekolah dasar SD negeri 8 Mononutu disambut meriah oleh para siswa siswi. Jum’at (20/09/2024) Tujuan kedatangan para Warga Jepang ini juga merupakan mengenang sejarah antara Jepang dengan Indonesia. Selain itu juga Mengenang orang Tua mereka yang pernah bersekolah di SD Mononutu kala […]

  • Kejari Sanana Pastikan Ada Tersangka Baru Kasus BTT 2021

    Kejari Sanana Pastikan Ada Tersangka Baru Kasus BTT 2021

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    SULA, Mahabari.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanana masih terus melakukan pengembangan kasus dugaan korupsi Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2021. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sanana dalam agenda hearing bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kepulauan Sula. Kepala Kejari Juli Antoro Hutapea, menegaskan bahwa pihaknya terus mendalami dan mengembangkan perkara tersebut. “Kami pastikan kasus […]

  • Status Tanggap  Darurat Gunung Ibu di Perpanjang Hingga Empat Belas Hari

    Status Tanggap  Darurat Gunung Ibu di Perpanjang Hingga Empat Belas Hari

    • calendar_month Kam, 30 Mei 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    HALBAR Mahabari.com – Bencana alam yang terjadi pada 13 Mei 2024 di gunung ibu Halmahera Barat sampai saat ini masi mengeluarkan abu vulkanik. sehingga masa tanggap darurat Masih akan di perpanjang. meskipun status gunung api ibu sudah mulai cenderung turun namun status awas belum bisah di cabut. Sehingga sebagian warga masih berada di lokasi pengungsian. […]

expand_less