Dua Periode Berkuasa, FAM Gagal Angkat Sula dari Kemiskinan
- account_circle Iksan
- calendar_month Jum, 26 Des 2025

Ilustrasi Kondisi Masyarakat di Kepulauan Sula. (MahabariFoto)
SANANA, Mahabari.com – Dua Periode Kepemimpinan Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus (FAM), kembali menuai sorotan publik. Setelah menuntaskan satu periode pemerintahan di Kepulauan Sula justru kembali masuk dalam kategori daerah tertinggal dan miskin, disertai tren penurunan kapasitas fiskal daerah.
Berdasarkan dokumen keuangan daerah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepulauan Sula Tahun Anggaran 2026 mengalami penurunan signifikan. APBD 2026 yang ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD Kepulauan Sula, Selasa (23/12/2025), kemarin. Tercatat sebesar Rp 639,29 miliar.
Anggaran tersebut terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 22,82 miliar, pendapatan transfer Rp 611,72 miliar, serta pendapatan sah lainnya Rp 4,74 miliar. Kondisi ini menunjukkan tingginya ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.
Sekretaris Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kepulauan Sula, Ahkam Kurniawan Buamona, menilai penurunan APBD mencerminkan lemahnya kemandirian fiskal daerah selama satu periode kepemimpinan Bupati FAM. Menurutnya, pengelolaan potensi ekonomi lokal belum dilakukan secara optimal.
“Menurunnya, APBD menunjukkan bahwa daerah belum mampu membangun kemandirian fiskal. Ketergantungan pada dana transfer masih sangat tinggi,” ujar Ahkam kepada wartawan, Jumat (26/12/2025).
Ia menegaskan, dengan keterbatasan anggaran pada 2026, Pemerintah Daerah Kepulauan Sula seharusnya memprioritaskan program-program yang secara langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Pemerintah daerah harus fokus pada program yang berdampak langsung bagi rakyat, bukan kegiatan seremonial yang minim manfaat,” katanya.
- Penulis: Iksan
- Editor: Faisal



