DPW Tani Merdeka Indonesia Malut Resmi Dilantik, Masalah Pertanian Hingga Advokasi Lingkungan
- account_circle Faisal
- calendar_month Sab, 22 Nov 2025

Usai pelantikan DPW Tani Merdeka Indonesia, Melakukan Peninjauan di dua lokasi lahan pertanian di kota Ternate. (MahabariFoto)
Mislan menegaskan bahwa langkah awal organisasi ialah memetakan akar masalah yang dialami petani, peternak, dan nelayan di seluruh wilayah Maluku Utara. “Kami akan mengidentifikasi permasalahan dari mana akarnya, supaya tindakan yang kita ambil tepat,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Nasional. Don Muzakir mengatakan bahwa, perumusan program akan memperhatikan karakteristik kepulauan di Maluku Utara, termasuk perbedaan komoditas unggulan setiap daerah.
“Halmahera Utara punya kelapa. Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Halmahera Barat, Sula, Morotai hingga Batang Dua memiliki komoditas berbeda. Kita tidak bisa hanya fokus di kota,” katanya.
Masalah pupuk subsidi juga menjadi perhatian utama, mengingat masih sering ditemukan penyimpangan harga di lapangan. Sehingga hal ini menjadi bahan untuk melakukan peninjauan. “Harga pupuk sudah diturunkan 20 persen, tetapi banyak persoalan di lapangan. Ini perlu pengawalan,”
Lanjutnya, ia juga menargetkan kerja sama dengan Bulog untuk memastikan penyerapan hasil panen seperti jagung dan gabah agar petani tidak dirugikan.
Dalam bidang advokasi, Don Muzakir menegaskan komitmennya untuk menindak perusahaan yang mencemari lingkungan atau merusak lahan pertanian. “Kalau ada perusahaan tambang atau perusahaan lain yang mencemari lingkungan, harus ditindak. Ketika ada laporan, kita siap sampaikan ke kementerian,” ujarnya.
- Penulis: Faisal
- Editor: Faisal



