Breaking News
light_mode
Beranda » Breaking News » IMM Kecam PT MTP, Diduga Langgar K3 Buruh Tanpa APD

IMM Kecam PT MTP, Diduga Langgar K3 Buruh Tanpa APD

  • account_circle Ihsan
  • calendar_month Ming, 11 Jan 2026

SANANA, Mahabari.com – PT Mangoli Timber Producer (PT MTP) yang beroperasi di Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, disorot tajam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kepulauan Sula. Perusahaan tersebut diduga secara terang-terangan melanggar aturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan mempekerjakan karyawan tanpa Alat Pelindung Diri (APD).

Dugaan pelanggaran serius ini mencuat ke ruang publik setelah beredar sebuah video di media sosial TikTok yang diunggah akun 25DESEMBER, yang disebut merupakan karyawan PT MTP. Dalam video tersebut, terlihat jelas sejumlah pekerja melakukan aktivitas produksi tanpa menggunakan APD standar, meski berada di lingkungan kerja yang berisiko tinggi.

Ketua Cabang IMM Kepulauan Sula, Prabowo Sibela, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pembiaran terhadap keselamatan pekerja dan mencerminkan lemahnya komitmen perusahaan terhadap perlindungan tenaga kerja.

“Jika benar karyawan dibiarkan bekerja tanpa APD, maka itu bukan kelalaian biasa, tetapi pelanggaran hukum serius yang membahayakan nyawa pekerja,” tegas Prabowo, Minggu (11/01/2026).

Ia menegaskan, kewajiban penyediaan APD bukan pilihan, melainkan perintah undang-undang yang harus dipatuhi setiap perusahaan. Hal tersebut diatur dalam Permenaker Nomor 8 Tahun 2010, yang mewajibkan pengusaha menyediakan APD berstandar nasional secara cuma-cuma dan memastikan penggunaannya di tempat kerja.

“Perusahaan bisa dikenakan sanksi administratif hingga pidana. Mulai dari pembekuan izin operasional sampai pidana kurungan paling lama satu tahun, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja,” katanya.

Prabowo juga mendesak Dinas Tenaga Kerja dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi operasional PT MTP, guna memastikan tidak adanya praktik pembiaran terhadap keselamatan buruh.

“Jangan menunggu ada korban. Negara harus hadir melindungi pekerja. Jika dibiarkan, ini menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum ketenagakerjaan di Kepulauan Sula,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Mangoli Timber Producer belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi terkait tudingan tersebut, meski telah berulang kali diupayakan konfirmasi.

  • Penulis: Ihsan
  • Editor: Faisal

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Akreditasi RSUD Tobelo Optimis Dapat Skor Nilai Tinggi

    Gelar Akreditasi RSUD Tobelo Optimis Dapat Skor Nilai Tinggi

    • calendar_month Rab, 25 Okt 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TOBELO-Mahabari.Com, RSUD Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Rabu (25/10) gelar penilaian akteditasi. Agenda itu dinilai lansung Tim penilai Kareditasi selama dua hari 25  hingga 26 Oktober 2023. RSUD Optimis bisa meraih skor nilai tinggi usai hasil penilaian. Agenda pembukaan peniliaian Akreditasi yang dinilai oleh LARS-DHP, dibuka lansung oleh Bupati Halut Ir Frans Manery, dihadiri Asisten […]

  • BBM Langka Jelang Nataru, DPRD: Pemerintah Minim Pengawasan

    BBM Langka Jelang Nataru, DPRD: Pemerintah Minim Pengawasan

    • calendar_month Sel, 24 Des 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Agenda rapat Komisi II, berfokus pada penanganan fenomena yang telah terjadi selama beberapa hari dan bulan terakhir, khususnya terkait dengan isu antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di SPBU. Senin (23/12/2024). Ketua Komisi II, Farijal S Teng Mengatakan telah berkomunikasi dengan Sales Branch Manager (SBM), menangani aspek penjualan. Dalam diskusi tadi, kami […]

  • Disebut Serobot Lahan, Ketua Komite SMA Negeri 8 Halut Berang

    Disebut Serobot Lahan, Ketua Komite SMA Negeri 8 Halut Berang

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, HALUT- Ketua Komite SMA Negeri 8 Halut Rijal Hamanur menampik tudingan Ketua Yayasan Al-Basria yang menganggap SMA Negeri 8 Halut telah melakukan penyerobotan lahan dalam pembangunan sekolah di Desa Dama, Kecamatan Loloda Kepulauan. “Saya selaku Ketua komite, berbeda pendapat terkait dengan lahan desa yang sekarang ditempati fasilitas umum SMA Negeri 8 Halut yang dulunya […]

  • 4 Bulan Gaji Pemdes Belum Dibayar, Sejumlah Kades Ancam Demo Pemda Halut

    4 Bulan Gaji Pemdes Belum Dibayar, Sejumlah Kades Ancam Demo Pemda Halut

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, HALUT – Menjelang lebaran Idul Fitri sejumlah Kepala Desa (Kades) sudah beberapa pekan melakukan koordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terkait dengan gaji Pemerintah Desa (Pemdes) yang belum di bayar selama 4 bulan, padahal ini adalah hak Pemdes namun masih saja tertunda. Sejumlah kades yang mendatangi kantor BKAD itu yakni Kades Wari, […]

  • Rakorda: Partai Gerindra Siap Menangkan AM-SAH di Pilgub Malut

    Rakorda: Partai Gerindra Siap Menangkan AM-SAH di Pilgub Malut

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Rakorda Partai Gerindra yang dihadiri Kader Gerindra dari sepuluh kabupaten kota, merupakan peran penting kader Gerindra untuk memenangkan calon yang mengusung Aliong Mus dan Sahril Tahir (AM-SAH), pada Pilgub Maluku Utara, Yang dilaksanakan di Hotel Ayu Lestari. Senin (21/10/2024). Rakorda ini bertujuan untuk menyatukan kader dan meningkatkan strategi dalam kampanye. Dengan latar […]

  • PLN Diduga Merusak Pohon Hingga Cemari Lingkungan

    PLN Diduga Merusak Pohon Hingga Cemari Lingkungan

    • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TOBELO-Mahabari.com, Kerusakan pohon milik Pemerintah daerah (Pemda) Halmahera Utara disepanjang jalan diduga ada indikasi kelakuan dari pihak PLN Tobelo. Disenyalir banyak pohon disepanjang jalan mati karena ada dugaan disengaja oleh petugas PLN Tobelo. Pasalnya, pohon milik Pemda Halut disepanjang jalan Tobelo, untuk penghijauan lingkungan sudah dirusaki. Akibatnya tercemar lingkungan. ” Banyan pohon besar yang ditanam […]

expand_less