Indentifikasi Dua Naskah Kuno, Dispersip: Terungkap Ada Ilmu Fiqih
- account_circle Faisal
- calendar_month Sel, 16 Sep 2025

Dispersip Kota Ternate. Identifikasi Naskah Kuno yang beredar di masyarakat Ternate. (MahabariFoto)
Sofyan berharap pengalaman dirinya bisa menjadi contoh bagi masyarakat lain. “Saya berharap masyarakat Ternate bisa terbuka dan mau menyerahkan naskah kuno yang mereka simpan kepada pihak perpustakaan. Bukan untuk diambil, tapi agar bisa diidentifikasi, diterjemahkan, dan dibuat versi digital. Dengan begitu, naskah-naskah itu tetap aman, tidak hilang, dan bisa bermanfaat bagi generasi berikut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Ternate, Damish Basir, juga mengaku memiliki naskah kuno warisan keluarga. Ia menjelaskan bahwa selama ini naskah tersebut disimpan dengan cara tradisional. Oleh orangtuanya.
“Naskah warisan orang tuanya dibungkus kain putih, lalu dimasukkan dalam satu wadah. Tapi karena usianya sudah lebih dari 50 tahun, kain putih itu sudah tidak putih lagi, mulai menguning,” ujarnya.
Damish mengungkapkan, alasan dirinya menyerahkan naskah itu adalah karena kekhawatiran akan kerusakan dan hilangnya warisan berharga tersebut. “Kalau hanya disimpan di rumah, pasti tunggu rusak, tunggu hancur. Lebih baik kita serahkan supaya bisa diteliti dan dilestarikan. Daripada hilang di tangan kami,” ungkapnya.
Namun, ia menyadari masih banyak masyarakat yang enggan melakukan hal serupa. Hal itu karena sebagian keluarga menganggap naskah kuno sebagai benda sakral yang tidak boleh disentuh atau dipegang sembarangan. “Ada yang berpesan turun-temurun agar naskah itu tidak boleh diberikan kepada orang lain. Karena itu sebagian masih memilih menyimpannya,” tambahnya.
- Penulis: Faisal
- Editor: Faisal


