Indentifikasi Dua Naskah Kuno, Dispersip: Terungkap Ada Ilmu Fiqih
- account_circle Faisal
- calendar_month Sel, 16 Sep 2025

Dispersip Kota Ternate. Identifikasi Naskah Kuno yang beredar di masyarakat Ternate. (MahabariFoto)
Menurut Damish, naskah kuno yang dimilikinya berisi sekitar 261 halaman. Sekilas, sebagian besar membahas fikih. Namun, ia menduga ada kemungkinan isinya tidak hanya terbatas pada itu. “Bisa jadi ada hal-hal lain yang terkandung di dalamnya. Itulah mengapa penting untuk diterjemahkan secara menyeluruh,” katanya.
Ia juga meyakini, jika kelak tersedia museum atau pusat literasi khusus yang menampung dan memamerkan naskah kuno, maka minat masyarakat untuk menyerahkan naskah akan semakin besar. “Kalau sudah ada museum, saya yakin masyarakat akan lebih percaya. Sekarang ini baru sebatas kunjungan dari dinas ke rumah-rumah yang diketahui menyimpan naskah kuno,” ujarnya.
Ditempat yang sama Kepala Dispersip Kota Ternate, Safiah M. Nur, menegaskan bahwa kegiatan identifikasi naskah kuno ini sangat penting. Dalam forum diskusi kelompok terarah (FGD) yang digelar sebelumnya, pihaknya berhasil mendata dua pemilik naskah, yakni Sofyan dan Damish.
“Dari hasil penjelasan akademisi yang kita undang, isi naskah yang baru diterjemahkan itu luar biasa. Artinya, naskah yang selama ini hanya dianggap benda sakral ternyata menyimpan ilmu pengetahuan yang tinggi. Karena itu, selain menyimpannya, penting juga bagi kita untuk melakukan unifikasi dan digitalisasi, agar isinya bisa diketahui dan diwariskan kembali,” jelas Safiah.
Safiah menambahkan, ke depan pihaknya akan terus berupaya mendekati masyarakat yang masih menyimpan naskah kuno. “Harapan kami, ada lebih banyak pemilik naskah yang mau ikut serta. Kami tidak memaksa mereka untuk menyerahkan, cukup mengizinkan tim melakukan identifikasi. Dengan begitu, warisan budaya ini tidak punah,” tegasnya.
Dari penelusuran Dispersip, masih banyak naskah kuno yang tersebar di masyarakat Ternate, baik yang diwariskan turun-temurun maupun hasil titipan keluarga bangsawan. Sayangnya, sebagian besar masih tertutup dan enggan dibuka.
Bagi masyarakat, naskah kuno itu memang dianggap sakral. Namun, persoalannya, isi dari naskah sering kali tidak diketahui bahkan oleh keluarga yang menyimpannya. Karena itu, penelitian dan digitalisasi menjadi langkah penting agar kandungan ilmu dalam naskah tidak hilang begitu saja.
Safiah menegaskan, Ternate memiliki potensi besar dalam bidang literasi sejarah dan budaya, salah satunya melalui naskah kuno. Jika upaya ini terus berlanjut, maka generasi mendatang bisa mempelajari warisan leluhur bukan hanya dari sisi sejarah politik dan kesultanan, tetapi juga pemikiran keagamaan, filsafat, dan ilmu pengetahuan yang terkandung di dalam manuskrip tersebut.
- Penulis: Faisal
- Editor: Faisal


