Indentifikasi Dua Naskah Kuno, Dispersip: Terungkap Ada Ilmu Fiqih
- account_circle Faisal
- calendar_month Sel, 16 Sep 2025

Dispersip Kota Ternate. Identifikasi Naskah Kuno yang beredar di masyarakat Ternate. (MahabariFoto)
TERNATE, Mahabari.com – Upaya pelestarian warisan budaya tertulis di Maluku Utara, kembali mendapat angin segar. Senin (16/9/2025), dua tokoh masyarakat Ternate, yakni Sofyan S. Abubakar yang merupakan Sowohi di Kesultanan Ternate, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Ternate, Damish Basir, menyerahkan sejumlah naskah kuno milik keluarga mereka kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Ternate, untuk di identifikasi.
Sofyan mengaku, naskah kuno itu selama puluhan tahun hanya tersimpan tanpa pernah diketahui isinya. Naskah tersebut merupakan warisan orang tuanya yang diturunkan kepadanya. “Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada pihak perpustakaan dan kearsipan. Selama ini kami hanya menyimpan naskah itu tanpa tahu maknanya. Tulisan di dalamnya menggunakan bahasa Arab, tapi apa artinya kami tidak pernah tahu,” ungkap Sofyan.
Ia menceritakan, setelah ada program dari Dispersip untuk mendata dan mengidentifikasi naskah kuno, dirinya kemudian berinisiatif melaporkan keberadaan naskah itu melalui Tululamo kesulitan Ternate.
“Akhirnya pihak perpustakaan datang langsung ke rumah, dan saya serahkan tiga naskah. Ada dua yang kecil, satu berukuran besar. Yang besar tadi sudah dibaca sekilas oleh ustadz sekaligus akademisi Rahmat, ternyata isinya tentang tasawuf atau Martabat Tujuh. Baru kali ini saya tahu,” tuturnya.
Menurut penjelasan yang ia terima, Martabat Tujuh merupakan karya besar dalam tradisi tasawuf Islam yang sebelumnya juga ditemukan di beberapa wilayah Indonesia bahkan di Jerman. Dari 11 manuskrip yang diketahui, delapan ada di Indonesia dan tiga tersimpan di luar negeri. Dan salah satunya ada di Ternate.
- Penulis: Faisal
- Editor: Faisal


