Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Terima Uang Ratusan Juta, PPI Pertanyakan 8 Orang PPK Yang Telah Dilantik

Terima Uang Ratusan Juta, PPI Pertanyakan 8 Orang PPK Yang Telah Dilantik

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sab, 1 Jun 2024

HALSEL Mahabari.com – Dugaan pelanggaran kode etik yang di lakukan oleh sejumlah Panitia Pemilihan Kecematan (PPK) Di Halmahera Selatan menuai pertanyaan dari Perhimpunan Pemilih Indonesia (PPI) Terkait ditugaskan kembali oleh KPU terhadap anggota PPK yang bermasalah pada pileg kemarin

Hal itu disampaikan Koordinator Nasional (Koornas) PPI, Saparuddin bahwa. terdapat sejumlah anggota PPK yang diduga menerima suap atau money Politic dari salah satu calon legislatif pada pileg kemarin sampai saat ini tidak di kenai sanksi tegas.

Parahnya, meski tersandung melakukan pelanggaran Pada pileg kemarin. delapan orang anggota PPK yang berada di tiga kecamatan di Halmahera Selatan itu telah usai mengikuti pelantikan sebagai anggota PPK untuk Pilkada mendatang.

“Sesuai informasi yang kami terima ada dugaan pelanggaran dilakukan oleh sejumlah anggota PPK di tiga kecamatan, namun tidak dievaluasi tapi ditugaskan kembali melalui seleksi kemarin. Tentu ini menjadi citra buruk bagi KPU Halmahera Selatan”, kata Saparuddin saat ditemui awak media Gedung Mahkamah Konstitusi, pada Jumat (31/05/24) kemarin.

Menurut Saparuddin, anggota PPK yang menerima pemberian uang yang diakui dirinya sendiri harus menjadi pertimbangan bagi KPU Halmahera Selatan yang baru dilantik. Hal ini dilakukan demi menjaga integritas penyelenggara pada Pilkada Serentak di November 2024 mendatang.

“Ketidaklayakan bagi anggota PPK yang bermasalah diluluskan kembali. Sehingga hal ini dapat ditelusuri untuk menjadi bahan evaluasi Bagi komisioner KPU halmahera selatan yang Baru di lantik. Dan ini menjadi awal tugas dari KPU”, pungkasnya.

Eks Tenaga Ahli Bawaslu RI periode 2012-2017 menjelaskan mestinya anggota KPU Halmahera Selatan yang meluluskan sejumlah anggota PPK tersebut itu harus diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggar Pemilu (DKPP) karena diduga telah melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu.

“Langkah tegas DKPP mestinya memberikan sanksi termasuk pemberhentian. Jika terbukti bersalah terhadap Anggota PPK yang terpilih. Karena dipastikan tidak akan menjalankan tugas dan amanat sesuai perundang-undangan”, Tegasnya.

Lebih lanjut, Saparuddin menegaskan pihaknya meragukan integritas sejumlah anggota yang melanggar kode etik itu kembali ditugaskan dalam penyelenggaraan Pilkada Calon Bupati dan Wakli Bupati secara serentak.

“Karena dipastikan, celah-celah yang dikuasainya untuk melakukan pelanggaran pemilu atau menerima sejumlah uang dari calon kepala daerah itu bisa dilakukan kembali. Seperti yang dilakukan pada pileg kemarin.

Sehingga dirinya meminta kepada komisioner KPU halmahera selatan agar dapat melakukan monitoring secara terus-menerus. Untuk melakukan pantauan terhadap kerja dan tugas PPK. Sehingga tidak ada celah untuk melakukan pungutan atau money Politic pada Pilkada mendatang.

Bukan hanya itu. Saparuddin juga berharap agar masyarakat dapat melakukan pengawasan terhadap oknum PPK yang integritasnya di ragukan. karena sementara ini diduga terlibat money politic Sehingga tidak ada celah untuk melakukan pelanggaran pemilu.

“Hal ini penting dilakukan, agar pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2024 ini dapat berlangsung secara jujur dan adil. Jika masih ada Anggota PPK yang melakukan pelanggaran dalam Pilkada Serentak 2024, maka mereka dapat dilaporkan kepada penegak hukum yang terkait, baik kepada Kepolisian, Bawaslu, atau DKPP”, tutupnya.

Perlu diketahui, sejumlah anggota PPK yang diduga menerima suap sebesar Rp 115 juta. dari salah satu Caleg pada Pemilu Serentak yang diselenggarakan pada Feberuri 2024 lalu yakni, anggota PPK Kecamatan Kayoa Utara Saiful Ibrahim dan Alfan Saleh.

Sementara Kecamatan Makian Barat yakni Fahmi Mukmin dan Ardian Ludin. Untuk Kecamatan Kayoa yakni Syafrudin Syukur, Fadli Ridwan, Darsun Kamarudin, dan Suharto R Yusup. Sejumlah anggota PPK di Halmahera Selatan itu telah menerima suap senilai Rp 115 Juta.

Peliput: Faisal

Editor: Kibo

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Tim Kampanye Paslon No 4, Hasil Jual Obat Petahana Duduk Satu Periode

    Ketua Tim Kampanye Paslon No 4, Hasil Jual Obat Petahana Duduk Satu Periode

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Kampanye ke dua pasangan calon walikota dan wakil walikota Ternate Sahril Abdurrajak dan Makmur Gamgulu di kelurahan Kulaba kecamatan Pulau Ternate Malam tadi. Kamis (26/09/2024). Ketua tim kampanye Muhajirin Bailusy dalam orasi politiknya mengkritik abis kinerja walikota Ternate periode (2021-2024), yang lebih mementingkan kepentingan keluarga atau kelompok tertentu. Dengan nada tegas, mantan […]

  • Foto Abdul Malik Silia Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara

    Masyarakat Minta, Malik Silia siap Bertarung Di pilbup Sula

    • calendar_month Sen, 29 Apr 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.Com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kepulauan Sula belakangan ini menjadi bahan perbincangan. Hal itu terjadi karena 2 kursi yang diperoleh dan menjadi sejarah PKB di kepulauan Sula. Sehingga mencuat rumor nama Abdul Malik Silia maju sebagai calon bupati Kepulauan Sula. Sekertaris DPW Malut, Abdul Malik Silia. mengatakan bahwa, sekarang ini kurang lebih […]

  • Sikap Maju Husain Alting Syah di Pilgub Menunggu Hasil Pileg 2024

    Sikap Maju Husain Alting Syah di Pilgub Menunggu Hasil Pileg 2024

    • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      TERNATE-Mahabari.com, Meski digadang gadang Sultan Tidore Husain Alting Syah bertarung di Pemilihan Gubernur Maluku Utara tahun 2024 rupanya masih belum final. Buktinya Sikap maju Husain Alting masih menunggu hasil Pemilihan Legislatif 2024. Diselah aktivitasnya Husain Alting Syah saat di temu awak media Sabtu 13/01/2024. Mengatakan bahwa saat ini dirinya masih menghormati proses proses tahapan […]

  • PAD Halut Makin Buruk Tak Ada Kemandirian Fiskal

    PAD Halut Makin Buruk Tak Ada Kemandirian Fiskal

    • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Aji Deni : Ada Potensi Dugaan Korupsi di PAD TOBELO-Mahabari.Com, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), makin buruk. Disenyalir Pemerintah Daerah tidak memiliki kemandirian Fiskal untuk mendongkrak PAD disejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pasalnya Kinerja OPD tidak menghasilkan PAD yang maksimal bisa berdampak pada stabilitas APBD. Betapa tidak PAD Halut ditargetkan Rp 150 […]

  • Seorang Jurnalis Yang Dianiaya Oleh Oknum Anggota TNI AL Hingga Mengalami Luka Lebam Di Bagian Belakang

    Seorang Jurnalis Di Aniaya Dua Anggota TNI AL. Gegara Pemberitaan BBM 20400 KL

    • calendar_month Jum, 29 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Mahabari.com – Diduga melakukan Penganiayaan terhadap jurnalis online bernama Sugandi di Kabupaten Halmahera Selatan oleh Dua anggota TNI Angkatan Laut (AL), Maluku Utara. terkait dengan pemberitaan 20400 kilo liter (KL) BBM jenis Dexlite yang diamankan pekan lalu. Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, BBM yang diangkut menggunakan kapal tanker itu berhasil disita sementara oleh Pos Pengamat TNI AL […]

  • Pemkot Ternate Dorong Optimalisasi Aplikasi Srikandi Lewat Bimtek

    Pemkot Ternate Dorong Optimalisasi Aplikasi Srikandi Lewat Bimtek

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip). Menggelar bimbingan teknis (Bimtek), penggunaan aplikasi Srikandi, yang berlangsung sejak. 23 Juni hingga 1 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 8 kecamatan. Kepala Dispersip Kota Ternate, Safiah M. Nur,  menyampaikan bahwa aplikasi Srikandi diharapkan sudah berjalan […]

expand_less