Home / Headline

Jumat, 29 Maret 2024 - 17:28 WIT

Kekerasan Dan Penganiayaan Wartawan Malut, PWI Pusat Siap Presur Ke Dewan Pers


Foto Pengurus Harian PWI Pusat. Samsir Hamajen

Foto Pengurus Harian PWI Pusat. Samsir Hamajen


Rilis: Pengurus Harian PWI Pusat. Samsir Hamajen

 

TERNATE Mahabari.com – Peristiwa Korban kekerasan terhadap wartawan yang terjadi di Halmahera selatan, Provinsi Maluku Utara yang melibatkan pelakunya Oknum TNI AL.

Hal itu Membuat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat angkat bicara. Melalui pengurus Harian PWI Pusat. Samsir Hamajen meminta agar tidak terjadi korban penganiyaan terhadap wartawan lagi di Maluku utara, ungkapnya

Samsir, maka di tuntut agar wartawan harus benar-benar memeliki tugas profesi dengan melengkapi diri memeliki sertifikasi Uji kompetensi wartawan (UKW) Dewan Pers.

Sekretaris Bidang Pendidikan PWI pusat ini prihatin dengan kondisi terkini wartawan menjadi korban penganiayaan terhadap pihak aparat.

Baca Juga  Dalam Waktu Dekat Akan Ada Forum Pertemuan BK Se- Maluku Utara

Maka dengan itu diharapkan agar kedepan korban terhadap kekerasan wartawan bisa di presur hingga ke Pusat asalkan korban penganiayaan wartawan dilengkapi dengan sertifikasi UKW.

”Jadi kedepan jika Ada korban lagi, dilengkapi dengan sertifikasinya bisa kita presur hingga ke dewan pers atas kekerasan dan Penganiyaan terhadap wartawan.”Jelas Samsir yang Juga Sekretaris PWI Provinsi Maluku utara ini.

Samsir yang juga pengajar pada Prodi ilmu Politik FISIP universitas Muhammadiyah Maluku Utara ini menegaskan bahwa kerja Jurnalistik sudah diatur melalui Undang undang Pers.

Namun disisi lain diharapkan kedepan, Peristiwa terhadap korban kekerangan terhadap wartawan ini terjadi berulang ulang kali di Maluku utara.

Baca Juga  Meningkatkan Literasi Digital di Maluku Utara

”jika kedepan, Korbannya wartawan yang dilengkapi dengan setifikasi wartawan, maka saya mengajak seluruh Organisasi profesi wartawan di maluku Utara bersama PWI Pusat mempresur di dewan Pers untuk di gering ke Pidana melalui Dewan Pers.” tandasnya

Ketua PWI Halmahera Selatan ini, mengatakan bahwa ditahun Politik 2024 dengan menghadapi pemilihan Kepala daerah dan wakil kepala daerah serentak tentu juga menjadi ancaman kekerasan terhadap wartawan sangatlah tinggi.

Apalagi dengan kepentingan politik dengan jumlah massa dan kelompok paslon tertentu juga mengakibatkan ancaman profesi wartawan sangatlah tinggi. Bahkan jika pemberitaan merugikan paslon tertentu hingga masuk pada level pengancaman dan penganiayaan.

Baca Juga  32 Tahun Hari Air Dunia, BWS Malut Lakukan Kegiatan SDA Goes To School SD 36

Itu sudah terjadi dibeberapa pemilukada di kabupaten kota di tahun tahun sebelumnya seperti di Halmahera Utara. Maka dengan itu wartawan juga dituntut untuk melengkapi diri dengan sertifikasi UKW.

Sehingga jika ada wartawan mengalami korban penganiyaan saat tugas diliputan maka kita sama-sama presur ke dewan pers dan pihak berwajib.

Sekedar diketahui ”Tahun ini, UKW dilaksanakan di Maluku Utara dengan Kouta terbanyak. Karena menghadapi liputan ditahun pilkada dan Pilgub, wartawan diharapkan mengikuti UKW di maluku Utara april-Mei 2024 mendatang.” Tutup Samsir yang juga Ketua Pemuda Muhammadiyah halmahera Selata

Peliput: Faisal

Editor: Kibo


Baca Juga

Headline

PT NHM dan PT Sarbi ML Abaikan Proyek Reboisasi DAS di Galela

Headline

Cawagub Basri Salama Menyalurkan Hewan Qurban

Headline

Ketua DPRD Bakal Tuntaskan Polemik Penerimaan PPPK

Headline

Tersangka Kasus Pembacokan Asal Ori Galela Sudah Diserahkan ke Kejari Halut

Headline

Yhudhihart Berjanji November Gelar Konfrensi Askab Halut

Headline

Rabu Warga Muhammadiyah Halut Pawai Ta’aruf

Headline

Kasman Lantik Pengurus Orda ICMI Halut

Headline

Sejumlah Dokter Ancam Boikot Poliklinik RSUD Tobelo