Breaking News
light_mode
Beranda » Home » Seorang Siswa SMA Negeri 2 Ternate Dianiaya Oknum Polisi “DP3A Lambat”

Seorang Siswa SMA Negeri 2 Ternate Dianiaya Oknum Polisi “DP3A Lambat”

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sen, 22 Jan 2024

TERNATE MAHABARI.com Dugaan penganiayaan oleh oknum polisi berinisial WRA kepada Seorang siswa SMA Negeri 2 Kota Ternate berinisial DR (15). Kejadian tersebut terjadi sejak 30 Oktober 2023 lalu setelah korban pulang pengajian.

Ibu korban bernama Chici, warga Kalumata Puncak Kota Ternate mengatakan kejadian bermula saat putra bungsunya sepulang pengajian dan bertemu adik WRA berinisial KS dirumah terduga pelaku sekitar pukul 20.30 WIT.

“Pulang ngaji ketemu KS lalu menegurnya karena mereka temanan, anak saya yang mukul duluan tapi sudah dibalas. Kemudian si bungsu ini bilang ke KS ‘awas saya jaga kamu keluar’, mungkin kakanya dengar lalu keluar dan aniaya anak saya”, kata Chici kepada awak media menirukan cerita putra bungsunya, Jumat (19/01).

Lebih lanjut, Chici menuturkan anaknya dipukul bagian wajah kiri mengenai hidung dan mata serta memukul bagian dada menggunakan kepalan tangan. Akibatnya anak usia kelahiran 2007 itu mengalami pendaharahan dihidung.

“Darah yang keluar lewat hidung cukup banyak sampai baju koko yang dipakai juga penuh darah. Matanya pun bengkak akibat dipukul dengan keras. Anak saya mengeluh kepalanya sangat pusing”, pungkasnya.

Tak terima anaknya dianiaya, kata Chici, dirinya mendatangi rumah terduga pelaku bermaksud menanyakan tindakan WRA terhadap putra bungsunya. Namun, disahut dengan kata-kata yang tidak etis sebagai seorang abdi negara.

“Saya samparin ke rumahnya, bermaksud tanya kenapa anak saya dianiaya. WRA keluar lalu bilang kalau gak terima lapor ke Polisi sja. Saya pun kembali dan cari anak si bungsu karena takut pulang ke rumah”, jelasnya.

Perlu diketahui, WRA merupakan intel Polisi berpangkat Brigda yang bertugas di Polda Maluku Utara. Dia diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang siswa SMA Negeri 2 Kota Ternate dan dilaporkan ke Propam.

Wanita single parent itu menjelaskan bahwa usai kejadian anaknya tak langsung pulang ke rumah karena disarankan temannya untuk melaporkan tindakan WRA ke Polsek terdekat. Namun niat itu diurungkan setelah diketahui dirinya.

“Sebelum berencana lapor, temannya lebih dulu ngirim video ke kaka anak saya yang baru berusia 18 tahun. Temanya bilang, ini DR dipukul WRA. Dari situ saya langsung samparin rumahnya”, jelas Chici dengan nada sedih.

Tak terima anaknya dianiaya, Chici kemudian mendatangi SPKT Polda Malulu Utara untuk membuat laporan polisi pada 31 Oktober 2023. Usai membuat laporan, kasus penganiayaan yang diadukan hingga kini belum diproses.

“Saya sudah buat pengaduan, DR diminta ke Polda juga untuk visum. Saat itu WRA dan ibunya juga ada di SPKT. Ada anggota yang sarankan untuk berdamai saja tapi saya milih keluar karena tidak tega melihat kondisi anak saya”, tuturnya.

Setelah membuat pengaduan, wanita paruh baya itu mencari pertolongan pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Ternate atas saran kerabatnya. Upaya itu dilakukan demi proses hukum atas laporannya dapat berlangsung sesuai prosedur.

“Sekitar lima hari setelah saya buat laporan baru ketemu. Saya menceritakan kronologinya, bahkan sudah bawa si bungsu ketemu agar melihat langsung kondisinya. Intinya kami berharap didampingi sampai dapat keadilan”, jelasnya.

Namun kasus itu belum ada titik terangnya hingga ibu korban mengambil inisiatif untuk mendatangi Reskrimum Polda Maluku Utara pada Jumat (19/01/24) untuk meminta kejelasan proses hukum yang dilaporkan dirinya sejak 3 bulan lalu.

Namun sampai saat ini tidak ada kejelas terkait kasus yang suda tertunda selama 3 bulan. Selain itu pihak reskrimum Polda Malut itu meminta agar dilakukan mediasi dan terduga oknum polisi yang berinisial WRA akan melakukan ganti rugi untuk membiayai pengobatan dan sikologi yang terganggu.

 

 

Peliput: Faisal

Editor: Kibo

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj. Sekda dan Camat Wayabula Diduga Amankan Cagub Sherly-Sarbin

    Pj. Sekda dan Camat Wayabula Diduga Amankan Cagub Sherly-Sarbin

    • calendar_month Sen, 25 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Takut Kalah di pilkada serentak 27 November 2024 gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara pasangan calo nomor urut 4 Sherly Tjoanda dan Sarbini Sehe Diduga mengunakan tangan sejumlah pejabat. Jelang pencoblosan Pilkada 2024, beredar pesan singkat hasil tangkapan layar di WhatsApp Grop IKA PMII Maluku Utara. Terlihat Pj Sekda Provinsi Maluku Utara […]

  • Nasab Salurkan 1.000 Paket Sembako Ramadan untuk Randa, Lansia di Ternate

    Nasab Salurkan 1.000 Paket Sembako Ramadan untuk Randa, Lansia di Ternate

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Yayasan Nasri Abubakar (Nasab) kembali menyalurkan 1.000 paket sembako kepada randa, lansia, dan warga kurang mampu di Kota Ternate saat bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan pembagian bantuan ini dipusatkan di Sekretariat Yayasan Nasab, Kelurahan Tanah Tinggi, Minggu (8/3/2026). Pendiri Yayasan Nasab, Nasri Abubakar, mengatakan program berbagi sembako Ramadan merupakan bentuk kepedulian […]

  • CV TJK Diduga Kurangi Volume Pekerjaan Jalan Lingkar Desa Seki Galela Selatan

    CV TJK Diduga Kurangi Volume Pekerjaan Jalan Lingkar Desa Seki Galela Selatan

    • calendar_month Sen, 25 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Terdapat Kelebihan Bayar Senilai Rp 143 Juta TOBELO-Mahabari.com, Paket pekerjaan peningkatan jalan lingkar Desa Seki Kecamatan Galela Selatan Kabupaten Halmahera Utara (Halut) tahun 2022 diduga terjadi pengurangan volume pekerjaan diduga dilakukan oleh CV TJK. Pasalnya pengurangan volume pekerjaan itu, terdapat kerugian negara senilai Rp 143 Juta karena terdapat kelebihan pembayaran pada belanja paket pekerjaan jalan […]

  • Soal Jual Beli Tanah TPA, Kadis DLH diduga Berbohong

    Soal Jual Beli Tanah TPA, Kadis DLH diduga Berbohong

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TOBELO – Kepala Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten Halmahera Utara, Samud Taha diduga menutupi-nutupi alias berbohong soal tanah yang diperjualbelikan tanpa ijin di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sementara informasi yang dihimpun Mahabari.com menyebutkan, tanah tersebut diperjualbelikan oleh salah satu pegawai yang bertugas di Dinas tersebut. Baca Juga  Irawati Nurman Soroti Infrastruktur dan Mushola […]

  • GMKI Tobelo Ketemu Sekda Hering Bahas Tuntutan Aksi

    GMKI Tobelo Ketemu Sekda Hering Bahas Tuntutan Aksi

    • calendar_month Rab, 6 Des 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TOBELO-Mahabari.com, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tobelo Kabupaten Halmahera Utara (Halut) Rabu (06/12)  bertemu Sekretaris Daerah (Sekda) Halut E.J Papilaya. Pertemuan itu, hering membahas tuntutan aksi GMKI Tobelo pada Selasa (05/12) kemarin. Pasalnya aksi GMKI Tobelo di pimpin oleh Ketua Rivaldo Djini, menyuarakan  tuntutan yang seharusnya di selesaikan oleh pihak Pemda Halut. Oleh karena […]

  • Protes Terhadap Dishub dan Organda Haltim, Puluhan Sopir Aksi Mogok

    Protes Terhadap Dishub dan Organda Haltim, Puluhan Sopir Aksi Mogok

    • calendar_month Sen, 19 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, HALTIM– Puluhan sopir lintas di Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara akhirnya melakukan aksi mogok sebagai bentuk protes terhadap Dinas Perhubungan (Dishub) Haktim dan Organisasi Angkutan Darat (Organda). Kepada Mahabari.com Koordinator Sopir Lintas Maba Selatan Wahidin Karim menjelaskan aksi mogok ini terpaksa dilakukan lantaran penyesuaian harga tarif angkutan darat dari Maba Selatan- […]

expand_less