Puluhan Siswa SMP Negeri Unggulan Saruma Diduga Keracunan Makanan Kantin Sekolah
- account_circle Faisal
- calendar_month Sel, 16 Sep 2025

Gambar ilustrasi Siswa SMP Negeri Unggulan Saruma Keracunan Makanan. (MahabariFoto)
“Dugaan keracunan belum bisa dipastikan karena kantin sekolah menyediakan makanan tiga kali sehari. Sejauh ini, tidak pernah ada kejadian serupa sebelumnya. Jadi kami masih menunggu hasil laboratorium,” tambah Fitriyeni.
Pihak sekolah juga mengaku telah melakukan komunikasi dengan pengelola kantin yang selama ini dipercaya menyediakan makanan bagi siswa. Menurut Fitriyeni, kejadian ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan kesehatan siswa.
“Kami berharap ke depan makanan yang disediakan lebih diperhatikan, baik dari segi kebersihan maupun kehigienisan. Ini pelajaran penting bagi kami, apalagi sekolah ini masih baru, dan tahun ini merupakan tahun pertama dengan jumlah siswa sebanyak 101 orang,” ungkapnya.
Sementara itu, beberapa orang tua siswa yang mendapat kabar anaknya sakit mengaku cemas. Salah satu orang tua, yang enggan disebutkan namanya, berharap pihak sekolah segera memastikan keamanan makanan yang dijual di kantin. “Kami sebagai orang tua tentu khawatir. Anak kami banyak menghabiskan waktu di sekolah, jadi kami berharap pihak sekolah lebih ketat dalam mengawasi kualitas makanan di kantin,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, pihak sekolah disebut tengah mempertimbangkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kantin. Tidak menutup kemungkinan, ke depan akan ada mekanisme pengawasan tambahan, seperti pemeriksaan rutin bahan makanan, pengecekan kebersihan dapur, hingga pelibatan komite sekolah dalam pengawasan.
Kasus dugaan keracunan ini menjadi perhatian khusus mengingat SMP Negeri Unggulan Saruma baru beroperasi pada tahun ajaran 2025 dengan konsep sekolah unggulan berbasis asrama. Dengan sistem ini, kantin sekolah menjadi penyedia utama kebutuhan makanan sehari-hari siswa, sehingga standar higienitas menjadi sangat penting.
- Penulis: Faisal
- Editor: Faisal



