Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Politisasi Birokrasi dan Mutasi Pejabat Pasca Pilkada

Politisasi Birokrasi dan Mutasi Pejabat Pasca Pilkada

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sel, 18 Feb 2025

Sebuah Catatan Kritis Pasca Pelantikan Kepala Daerah

Sukur Suleman

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara

 

“Kita Berharap Birokrasi sebagai Instrumen Negara yang menjunjung tinggi Aturan serta Profesionalisme kerja dan Netral dari Syarat Kepentingan Politik”

 

TERNATE Mahabari.com – Usai sudah tahapan pemilihan kepala daerah Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Walikota tahun 2024.

Hiruk Priuk penyelesaian sengketa pilkada pada akhirnya Mahkamah Konstitusi (MK) setelah menimbang dan berkeputusan memenangkan yang tergugat.

Benar yang dikatakan Will Rogers (1879). “Politik itu mahal, bahkan kalaupun kita harus mengeluarkan banyak uang. Begitu besar Ekspektasi publik terhadap kepala daerah yang terpilih dimana komitmen atas janji kampanyenya harus mampu mempertanggungjawabkan secara moral maupun politis pada masyarakat.”

Hubungan antara pejabat politik dengan pejabat karier yaitu executive ascendancey yang menempatkan birokrasi sebagai mesin politik semata, dan bureaucratic simulation yang menempatkan pejabat politik dan pejabat karier secara proporsional.

Namun Jika dikaitkan dengan kondisi sekarang maka dapat disinyalir bahwa pertimbangan politik jauh lebih dominan dibanding dengan pertimbangan karier dalam birokrasi pemerintahan.

Dengan begitu partai politik pemenang pemilu akan menempatkan orang dekat atau kader-kadernya dalam jabatan di pemerintahan.

Jika ini dikorelasikan dengan konteks politik local maka mutasi pejabat karier di lakukan dengan menempatkan orang-orang tertentu yang dianggap berjasa dalam pemenangan pilkada.

Kondisi tersebut sama halnya disampaikan oleh Latuconsina (2008). “Birokrasi indonesia dalam masa reformasi ini telah dengan sengaja diarahkan atau diselewengkan dari makna aslinya,” hal ini tergambar pada suatu kenyataan, dimana birokrasi di indonesia kerap kali digunakan sebagai ajang pertarungan kepentingan partai politik dan cendrung hanya sebagai alat pelayanan penguasa.

Kadang juga, system rekruitmen birokrat melalui jalur-jalur khusus sangat besar kemungkinan digunakan sebagai ajang indoktrinasi dan politisasi.

Mutasi pejabat kadang kala tanpa memandang profesionalisme dan kapabilitas dari yang bersangkutan. Ikatan kekeluargaan menjadi satu-satunya alasan untuk meloloskan dan memperkuat posisi ketahanan patronase seorang pejabat dalam struktur organisasi yang dikuasainya.

Pada dasarnya mutasi pegawai aparatur Sipil Negara pada jabatan structural yang selama ini dipahami sebagai pola pengembangan karier sebagaimana yang dirumuskan oleh Thoha (2010). Penempatan mereka dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja, dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu.”

Sebagimana konsep merit sistem dalam manajemen ASN yang dapat memperkuat posisi birokrasi. Konsep tersebut menjadi tidak bermakna karena pengangkatan pejabat karier berdasarkan selera politiknya.

Pola-pola seperti ini biasanya dilakukan setelah Pemilihan Kepala Daerah dan pasca pelantikan.

Asas timbal balik menjadi “kue” yang menjanjikan bagi para pejabat publik daerah, karena secara instan jabatan tertentu sebagai pengembangan karirnya di kepegawaian dapat diperoleh Para pejabat. Mulai pejabat Dinas, Camat, Lurah seolah menjadi agen partai atau tim sukses calon kepala daerah tertentu.

Manakala calon yang didukungnya menang, asas timbal balik akan dilakukan, artinya pengangkatan dan pemindahan yang diinginkan akan diberikan dengan instan sebagai imbalan politik,

Begitu juga sebaliknya manakala calon yang didukung kalah, maka secara karir akan terkucil. Pengembangan karir pegawai negeri sipil daerah seharusnya di dasari oleh sistem merit yakni mempertimbangkan. Jenjang Karir, Integritas, Moralitas, Pendidikan dan Pelatihan, Pangkat, maupun Kompetensi. Sehingga tidak terkesan mutasi yang dilakukan tidak sekedar menggugurkan kewajiban tetapi betul-betul menjunjung tinggi sistem merit.

Menariknya ini menjadi pertaruhan karir tersendiri bagi para pejabat publik Daerah, sebagaimana Prasojo (2007). “birokrasi masih belum terpisah secara total dengan politik. Keinginan pihak tertentu.”

Misalnya partai politik untuk menjadikan birokrasi sebagai mesin politik. Pernyataan ini diperkuat oleh Effendi (2009). “Profesionalisme dapat tumbuh dan aparatur Negara bebas dari intervensi politik Sebab hal ini sangat tergantung pada komitmen pemerintah daerah yang bersangkutan untuk mewujudkan birokrasi pemerintahan yang professional sehingga mutasi yang dilakukan berbasis kompetensi.”

Kesempatan ini penulis ingin sampaikan semoga Maluku Utara tidak berorientasi politisi dalam mutasi pejabat karier ataupun nantinya dilakukan rolling jabatan.

Sebab untuk maluku utara, harusnya lebih memperlihatkan kuatnya tekanan politisasi birokrasi setelah pemilihan kepala daerah, hal tersebut dengan menguatnya isu yang disinyalir terkait beberapa pejabat kabupaten yang mutasi ke pemprov bahkan ada rotasi setelah pelantikan.

Harapannya pasca pelantikan kepala daerah, mutasi yang dilakukan benar-benar prosedural mengedepankan prinsip meritokrasi dan bukan pada persoalan like and dislike, sehingga posisi jabatan strategis ditentukan lebih pada kedekatan atau janji politik.

sangat disayangkan jika kondisi Maluku Utara saat ini. Pejabat birokrasinya tidak memiliki integritas, dan kemapuan yang dapat mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT NHM Penuhi Penanaman DAS di Galela Selatan

    PT NHM Penuhi Penanaman DAS di Galela Selatan

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

      TOBELO-Mahabari.Com, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), Akhirnya penuhi untuk menyelesaikan kegiatan Penanaman dan Perawatan di area rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terletak di Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara (Halut). Berdasarkan SK.869/Menlhk-PDASHL/KTA/DAS.1/3/2017 tanggal 3 Maret 2017 tentang penetapan lokasi DAS, dan dokumen rancangan teknis kegiatan penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS. NHM melalui kontraktor, PT […]

  • Keberangkatan Sejumlah Pimpinan OPD Kota Ternate Ke Kota Makassar Menuai Kritik Dari Ekonom Malut

    Keberangkatan Sejumlah Pimpinan OPD Kota Ternate Ke Kota Makassar Menuai Kritik Dari Ekonom Malut

    • calendar_month Kam, 13 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Mahabari,Ternate– Walikota Ternate M. Tauhid Soleman mengikuti Rapat Kerja Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2023 dipusatkan di Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam keberangkatan Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman ini juga didampingi Ketua TP PKK, Marliza Marsaoly. Agenda Apeksi 2023  ini dikabarkan ada sebagian besar pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Ternate, Maluku Utara juga […]

  • Pilkada 2024, Ubaid – Anjas Dipastikan Masih Berdampingan

    Pilkada 2024, Ubaid – Anjas Dipastikan Masih Berdampingan

    • calendar_month Rab, 25 Jan 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Mahabari, Haltim- Menjelang pemilihan kepala daerah 2024 mendatang, Bupati dan Wakil Bupati Halmahera timur Ubaid Yakub dan Anjas Taher dipastikan masih berdampingan untuk mencalonkan diri di periode ke dua. Hal tersebut, disampaikan Wakil Bupati Anjas Taher ketika di Wawancara sejumlah awak media di kantor Bupati, Rabu, 25 Januari 2023. Baca Juga  Final Rekomendasi Golkar dan […]

  • Musdalub PD Tidar Malut Sukses Digelar

    Musdalub PD Tidar Malut Sukses Digelar

    • calendar_month Sel, 26 Sep 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Ketua PP TIDAR Yakinkan Prabowo Bakal Berkunjung Ke Malut   TERNATE-mahabari.Com,  Musyawara daerah luar biasa (MUSDALUB) sayap Partai Gerindra PD Tunas Indonesia Raya TIDAR, Selasa (26/09) sukses digelar. Dihadiri lansung ketua Pengurus Pusat TIDAR Rahayu Saraswati djoyohadikusumo. Kedatangan Rahayu ke Maluku Utara itu, karena PD TIDAR Malut sudah lama vakum. MUSDALUB TIDAR Malut ini, untuk […]

  • GMP Award 2023 NHM Terima Penghargaan Dari Kementrian ESDM

    GMP Award 2023 NHM Terima Penghargaan Dari Kementrian ESDM

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Mahabari.com, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali meraih penghargaan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kali ini perusahan bermotto ‘Menambang dengan Hati’ yang dimotori Presdir sekaligus Owner, Haji Romo (Robert) Nitiyudo Wachjo itu menyabet dua penghargaan berupa Pratama untuk aspek Pengelolaan Konservasi Mineral & Batubara (Minerba) dan Utama untuk aspek Pengelolaan Lingkungan Hidup […]

  • Kantor Pusat PW Muhammadiyah Malut Mulai Dibangun

    Kantor Pusat PW Muhammadiyah Malut Mulai Dibangun

    • calendar_month Ming, 10 Sep 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Anggaran Pembangunan Senilai Rp 600 Juta Lebih. TERNATE-Mahabari.Com, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Maluku Utara (Malut). Minggu (10/09) resmi mulai membangun Kantor Pusat PWM Malut. Pembangunan itu, ditandai dengan peletakan batu pertama. Peletakan batu pertama pembangunan kantor pusat PWM Malut oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate Saiful Deni, Ketua PWM, Ishak Djamaludin, dan Sekretaris […]

expand_less