Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Refleksi Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional 2026

Refleksi Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional 2026

  • account_circle Muhammad Zufriyadi
  • calendar_month Kam, 30 Apr 2026

Guru dan Buruh: Refleksi Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional 2026
Oleh: Muhammad Zufriyadi, S.Si., MM
Ketua PGRI Kabupaten Halmahera Timur

Mahabari.com – Negeri ini. setiap awal Mei selalu menghadirkan dua momentum penting yang berdekatan: Hari Buruh Internasional dan Hari Pendidikan Nasional. Dua peringatan ini kerap berjalan sendiri-sendiri, seolah tidak memiliki irisan makna. Padahal, jika ditarik lebih dalam, guru dan buruh sesungguhnya berdiri di jalur perjuangan yang sama, memperjuangkan martabat, kesejahteraan, dan masa depan bangsa.

Buruh adalah penggerak roda ekonomi. Mereka bekerja di pabrik, kebun, tambang, hingga sektor informal, memastikan kehidupan terus berjalan. Sementara guru adalah penggerak peradaban. Mereka bekerja di ruang-ruang kelas, sering kali dengan keterbatasan, memastikan generasi masa depan memiliki pengetahuan, karakter, dan harapan. Jika buruh membangun fisik bangsa, maka guru membangun jiwa dan pikirannya.

Namun, ironi tak bisa dihindari. Di tengah peran strategis tersebut, baik buruh maupun guru masih menghadapi persoalan klasik: kesejahteraan, perlindungan, dan pengakuan yang belum sepenuhnya layak. Buruh masih berjuang untuk upah yang adil dan kondisi kerja yang manusiawi. Di sisi lain, tidak sedikit guru terutama guru honorer yang harus bertahan dengan penghasilan yang jauh dari cukup, bahkan di bawah standar kebutuhan hidup.

Pertanyaannya sederhana: bagaimana mungkin kita berharap kualitas pendidikan meningkat jika para gurunya masih berkutat pada persoalan dasar kehidupan?

Di sinilah refleksi menjadi penting. Hari Buruh tidak semata tentang demonstrasi dan tuntutan upah, tetapi juga tentang penghormatan terhadap kerja manusia. Hari Pendidikan Nasional tidak hanya seremoni dan pidato, tetapi juga momentum evaluasi terhadap sistem pendidikan kita. Ketika dua hari ini ditempatkan dalam satu bingkai, kita diingatkan bahwa pendidikan dan ketenagakerjaan adalah dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan.

Guru pada hakikatnya juga adalah buruh, buruh intelektual. Mereka menjual tenaga, waktu, dan pikirannya untuk mendidik. Bedanya, hasil kerja guru tidak selalu langsung terlihat seperti produk pabrik. Hasil kerja guru adalah manusia itu sendiri, yang baru akan tampak dampaknya bertahun-tahun kemudian.

Karena itu, memperlakukan guru secara layak bukan sekadar kewajiban moral, tetapi investasi jangka panjang. Negara yang ingin maju tidak bisa mengabaikan kesejahteraan gurunya. Begitu pula, sistem ketenagakerjaan yang sehat harus berangkat dari pendidikan yang berkualitas. Buruh yang terampil, adaptif, dan inovatif lahir dari proses pendidikan yang baik.

Di Kabupaten Halmahera Timur, tantangan ini terasa nyata. Keterbatasan akses, distribusi guru, hingga sarana pendidikan menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Di saat yang sama, dunia kerja terus berubah, menuntut keterampilan baru yang tidak selalu sejalan dengan kurikulum yang ada. Jika tidak diantisipasi, kita akan menghadapi jurang antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Momentum tahun 2026 ini seharusnya menjadi titik balik. Kita tidak bisa lagi memandang pendidikan dan ketenagakerjaan sebagai dua sektor yang berjalan sendiri. Perlu ada kebijakan yang lebih terintegrasi, menghubungkan sekolah dengan kebutuhan industri, memperkuat pendidikan vokasi, serta memastikan bahwa lulusan sekolah memiliki kompetensi yang relevan dengan dunia kerja.

Namun, semua itu tidak akan berarti tanpa keberpihakan yang jelas kepada guru. Peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas hidup guru. Sertifikasi, pelatihan, dan digitalisasi pendidikan memang penting, tetapi tidak cukup jika tidak diiringi dengan kesejahteraan yang layak.

Pada akhirnya, refleksi Hari Buruh dan Hari Pendidikan Nasional mengajarkan satu hal: kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar sumber daya alam yang dimiliki, tetapi oleh seberapa serius kita menghargai manusia yang mengelolanya, baik di ruang kelas maupun di tempat kerja.

Guru dan buruh bukanlah dua kelompok yang berbeda. Mereka adalah dua pilar yang menopang bangunan yang sama: Indonesia yang berdaulat, adil, dan berdaya saing.

Jika kita ingin masa depan yang lebih baik, maka sudah saatnya kita berhenti sekadar memperingati, dan mulai memperbaiki.

  • Penulis: Muhammad Zufriyadi
  • Editor: Faisal

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMMU Malut Resmi Buka Penerimaan Pendaftaran Masiswa Baru Periode 2023-2024

    UMMU Malut Resmi Buka Penerimaan Pendaftaran Masiswa Baru Periode 2023-2024

    • calendar_month Rab, 15 Feb 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI TERNATE, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Malut, mulai Januari tahun 2023-2024 resmi di buka Penerimaan Pendaftaran Mahasiswa Baru, hal ini disampaikan Kepala Biro Camaru UMMU Didik Kurniawan saat di temui di Ruangan Kerja Rabu (15/02/2023) Didik pada media ini mengatakan, Peneriman Mahasiswa Baru tersebut akan di bagi secara bergelombang, dimana terdapat Gelombang pertama yang […]

  • KPU PPK Lakukan Sosialisasi Pemilih Pemula

    KPU PPK Lakukan Sosialisasi Pemilih Pemula

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ternate bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ternate Selatan menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih pemula di pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 27 November 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Kota Ternate, di Kelurahan Gambesi dengan sasaran Peserta siswa/siswi kelas tiga yang hadir dalam acara sosialisasi itu […]

  • Golkar Ternate Rayakan HUT ke-61, Seribu Paket Sembako Dibagikan

    Golkar Ternate Rayakan HUT ke-61, Seribu Paket Sembako Dibagikan

    • calendar_month Sen, 20 Okt 2025
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Ketua DPD II Partai Golkar Kota Ternate, Fuad Alhadi, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar yang jatuh pada 20 Oktober 2025. Kegiatan yang dipusatkan di Taman Landmark Kota Ternate Tengah itu berlangsung meriah pada Senin (20/10/2025) dengan berbagai agenda sosial, di […]

  • Tauhid-Nasri Dukung Sahril-Makmur Dengan Simbol Empat Program Bersinar

    Tauhid-Nasri Dukung Sahril-Makmur Dengan Simbol Empat Program Bersinar

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Deklarasi Pilkada Damai yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum KPU Kota di taman lendmark kota Ternate tengah Selasa (24/09/2024). Usai penandatanganan Daftar kehadiran pasangan calon walikota dan wakil walikota Ternate. Tauhid-Nasri ikut mendukung Sahril Abdurrajak dan Makmur Gamgulu dengan mengangkat empat jari tangan sebagai simbol dukungan kepada kandidat calon walikota dan wakil walikota […]

  • Samurai Malut Kembali Datangi DPRD Ternate Terkait Kenaikan Harga BBM

    Samurai Malut Kembali Datangi DPRD Ternate Terkait Kenaikan Harga BBM

    • calendar_month Sen, 26 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE– Dalam menyikapi terkait kenaikan harga BBM, kini Solidaritas Aksi Mahasiswa Untuk Rakyat Indonesia (Samurai) Maluku Utara mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate untuk meminta kejelasan soal masalah tersebut. Hal ini disampaikan, Koordinator aksi Muhamar Talib dalam orasinya, Senin (26/9/2022) di halaman kantor DPRD Kota Ternate mengatakan, hampir seluruh elemen angkat […]

  • Petani Perempuan Pulau Obi Raih Penghargaan Kemendes

    Petani Perempuan Pulau Obi Raih Penghargaan Kemendes

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2026
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    JAKARTA, Mahabari.com – Bagi Siti Marnia atau yang akrab disapa Mama Nia, kebun bukan sekadar tempat menanam sayuran. Dari lahan pertanian di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, ia melihat peluang bagi perempuan untuk menjadi lebih produktif sekaligus menopang perekonomian keluarga. Sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT), Mama Nia mengajak perempuan di lingkungan sekitarnya […]

expand_less