Villa Lago Montana Diduga Kebal Hukum: Pemkot, DPRD Ternate Dipertanyakan
- account_circle Faisal
- calendar_month Rab, 11 Feb 2026

Pemilik resort villa Lago Montana Kebal Hukum, diduga Pemkot dan oknum Anggota DPRD ikut terlibat. (Ilustrasi/MahabariFoto)
TERNATE, Mahabari.com – Kasus Villa Lago Montana Resort and Restaurant di Kelurahan Fitu, Kota Ternate. Kini tak lagi sekadar soal pelanggaran perizinan. Publik mulai menaruh curiga, apakah vila yang diduga dibangun di kawasan hutan lindung ini dilindungi oleh kekuasaan?
Meski disebut belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan telah menerima surat peringatan dari dinas terkait. Aktivitas pembangunan dan operasional Villa Lago Montana tetap berjalan mulus. Tidak ada penyegelan, tidak ada penghentian paksa, apalagi pembongkaran. Padahal, tindakan serupa kerap diberlakukan cepat terhadap warga biasa.
Sikap Pemerintah Kota Ternate pun menuai tanda tanya besar. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Ternate, diketahui tidak menerbitkan IMB untuk bangunan tersebut. Namun hingga kini, tidak satu pun langkah tegas diambil. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa pemerintah kota memilih diam, atau sengaja membiarkan pelanggaran terjadi.
Lebih jauh. DPRD Kota Ternate sebagai lembaga pengawas juga ikut terseret dalam pusaran kritik. Sejumlah oknum anggota DPRD disinyalir bukan hanya bungkam, tetapi diduga memiliki keterkaitan dengan keberlangsungan proyek tersebut. Alih-alih berdiri di barisan rakyat, wakil rakyat justru terkesan menjadi tameng kekuasaan dan pemodal.
“Kalau masyarakat kecil yang bangun rumah tanpa izin, cepat sekali digusur. Tapi ini pengusaha, bangun di kawasan yang diduga hutan lindung, tanpa IMB, pemerintah dan DPRD seolah menutup mata,” kata seorang warga Kelurahan Fitu dengan nada geram. Selasa (10/2/2026).
Pernyataan itu mencerminkan kekecewaan mendalam warga terhadap praktik ketimpangan hukum. Hukum dinilai hanya tegas kepada rakyat kecil, namun lumpuh ketika berhadapan dengan pengusaha yang memiliki akses kekuasaan.
Situasi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah Pemerintah Kota Ternate dan DPRD masih berdiri sebagai pelindung kepentingan publik, atau telah berubah menjadi bagian dari masalah?
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola Villa Lago Montana belum memberikan klarifikasi resmi. Pemerintah Kota Ternate dan DPRD pun belum menunjukkan sikap terbuka untuk menjelaskan dugaan pembiaran dan keterlibatan aktor-aktor di balik proyek tersebut.
Jika pembiaran ini terus berlanjut, maka Villa Lago Montana bukan sekadar bangunan ilegal, melainkan simbol kegagalan negara dalam menegakkan hukum dan melindungi ruang hidup rakyatnya.
- Penulis: Faisal
- Editor: Faisal


