Dispersip Ternate Gelar Lomba Video Literasi, Hidupkan Semangat Membaca di Era Digital
- account_circle Faisal
- calendar_month Sel, 11 Nov 2025

Pengumuman Lomba Konten Literasi Dispersip Kota Ternate. (Ajwa-Foto/MahabariFoto)
TERNATE, Mahabari.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) Kota Ternate terus berinovasi dalam menghidupkan budaya literasi di tengah masyarakat. Salah satunya melalui lomba pembuatan konten video literasi yang digelar tahun ini dengan melibatkan 50 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Lomba yang berlangsung di lingkungan Dispersip Kota Ternate itu menjadi ruang kreatif bagi generasi muda untuk mengekspresikan gagasan mereka tentang literasi dalam bentuk video. Setiap peserta diberikan kebebasan mengembangkan ide, mengambil visual, dan mengunggah hasil karyanya ke kanal YouTube masing-masing.
Penilaian dilakukan oleh ketiga tim juri yang ditunjuk Dispersip. Para juri menilai berdasarkan tiga aspek utama, yakni kreativitas video, pesan literasi yang disampaikan, serta kemampuan peserta menghubungkan dunia digital dengan nilai-nilai membaca. Dari seluruh karya yang diterima, tiga peserta berhasil meraih juara utama, sementara tujuh lainnya dinobatkan sebagai pemenang favorit.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate, Safiah M. Nur, menjelaskan, lomba video literasi ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bentuk kampanye kreatif untuk memperkenalkan kembali perpustakaan kepada masyarakat luas.
“Tujuannya bukan hanya mencari pemenang. Ini bentuk promosi agar masyarakat mengenal perpustakaan sebagai tempat yang hidup dan relevan di era digital. Kami ingin anak muda bisa melihat sisi positif dari penggunaan teknologi,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Menurut Safiah, membaca dan dunia digital tidak harus dipertentangkan. Justru, keduanya bisa saling melengkapi apabila dikemas secara kreatif. Ia menegaskan, setiap peserta diwajibkan menjadikan buku atau sumber literasi daring sebagai referensi utama dalam penyusunan video.
“Konten literasi itu harus berangkat dari bacaan. Bisa dari buku, artikel, maupun sumber kredibel di internet. Kami ingin peserta menyadari bahwa ide-ide besar lahir dari kebiasaan membaca,” katanya.
- Penulis: Faisal
- Editor: Faisal



