Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Dugaan Manipulasi Kasus, Oknum Polisi di Polda Malut Lindungi Isterinya

Dugaan Manipulasi Kasus, Oknum Polisi di Polda Malut Lindungi Isterinya

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 12 Feb 2025

TERNATE Mahabari.com – Bripka JM alias Jamal Mahu, seorang anggota Polisi yang bertugas di Pam Obvit Polda Maluku Utara (Malut), diduga kuat condong melindungi istrinya, Ria M. Husain, untuk memanipulasi kasus dengan melaporkan seorang warga di Kelurahan Kulaba, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, atas tuduhan penganiayaan. Pada Rabu, 12 Februari 2025

Jamal dan Ria mengambil langkah awal dengan melaporkan Iki ke Polsek Ternate Pulau. Hal ini dibuktikan dengan surat tanda penerima laporan (STPL) Nomor Pol: STPL/22/XII/2024/Polsek tertanggal 10 Desember 2024 sekitar pukul 22.00 WIT.

Menurut STPL tersebut, Ria, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Ternate, mendatangi Polsek Ternate Pulau pada 10 Desember 2024 sekitar pukul 21:30 WIT untuk melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kelurahan tersebut.

Kapolsek Ternate Pulau, IPTU Iwan Mole, membenarkan laporan ini, menyatakan bahwa Ria telah melaporkan tindak pidana penganiayaan terhadap suaminya dengan terlapor terhadap seorang pria berinisial Iki.

“Mereka (pelapor) itu pertama kali melaporkan Iki, atas dugaan tindak pidana penganiayaan,” katanya pada Selasa, 11 Februari 2025.

Namun, informasi yang diperoleh dari terlapor, Iki, menunjukkan bahwa laporan dari Jamal dan Ria tidaklah mencerminkan fakta yang sebenarnya.

Laporan tersebut, yang tampak didukung oleh suaminya, Jamal, diduga hanya berisi tuduhan dan fitnah. Iki menginginkan kejelasan mengenai kejadian tersebut yang terbukti berbeda dari apa yang dilaporkan.

Ia mengungkapkan bahwa insiden dimulai ketika anaknya, Fatahila, bermain dengan temannya, Jihan dan Gibran.

“Saat itu saya mandi, istri saya sedang beres-beres rumah, tiba-tiba istri saya bilang, ‘Lihat Fatah dulu, hidung dan bibirnya berdarah’. Saya pun keluar dan mendapati bahwa mereka sudah membawa anak saya,” jelasnya pada Selasa, 10 Februari 2025.

Dengan cemas, Iki melihat anaknya dengan hidung berdarah dan bibir yang terluka. Ia segera masuk ke dalam rumah bersama istrinya untuk membersihkan pendarahan menggunakan kapas sambil bertanya kepada anaknya tentang penyebab luka tersebut.

“Saya tanya, ‘Sebenarnya jatuh atau berkelahi, siapa yang pukul?’ Tapi anak saya tidak mau jawab. Setelah saya paksa, ia menjawab bahwa Gibran (temannya) yang memukul,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Iki kemudian mendatangi rumah teman anaknya, Jihan, untuk menanyakan kejelasan tentang insiden itu.

Ia menanyakan apakah anaknya jatuh, dan Jihan menjawab bahwa anaknya tidak jatuh tetapi dipukul oleh Gibran, yang ternyata adalah anak dari Rahman. Ketika Iki mengunjungi orang tua Gibran untuk memberikan klarifikasi mengenai insiden tersebut,

Namun saat dirinya bertemu dengan Jamal, tapi tidak menemukan Rahman dan istrinya di rumah. “Jamal menyatakan mungkin mereka pergi ke rumah duka,” katanya.

Akhirnya, di rumah duka, pertemuan terjadi antara ibunya Iki dan Ria. “Ibu saya bertanya dengan nada yang tidak sopan, ‘Ngoni cari istri Rahman kenapa?’ Ibu saya menjelaskan tentang masalah anak-anak yang bermain dan berkelahi hingga menyebabkan Fatahila terluka,” tambahnya.

Ketegangan semakin meningkat ketika ayah Gibran, Rahman, muncul dan tampaknya ingin berkonfrontasi dengan Iki. Iki berusaha meredakan situasi dengan meminta agar mereka berbicara baik-baik.

“Setelahnya, saya kembali ke rumah, tetapi emosi saya meningkat ketika melihat Rahman. Saya memanggilnya dan mengatakan untuk menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.

Di tengah emosi yang memuncak, Iki dan Rahman terlibat dalam pertikaian fisik. Meskipun demikian, Iki menegaskan bahwa ia tidak memukul Ria, namun entah bagaimana, mereka melaporkan dirinya seolah-olah ia adalah pelaku penganiayaan.

“Saya bingung, mengapa mereka melapor dengan mengatakan bahwa saya memukul istri seorang oknum polisi, padahal saya hanya berkonfrontasi dengan Rahman,” ujar Iki.

Selain itu, saat perkelahian antara Iki dan Rahman berlangsung, istrinya, MT, melihat Ria memukul ibu Iki. MT tidak terima dan langsung menarik jilbab Ria ketika melihat ibunya dipukuli.

“Mereka memang melaporkan saya dengan tuduhan penganiayaan, tetapi kronologisnya tidak sesuai dengan kenyataan,” tutup Iki,

menegaskan situasinya. Ironisnya, laporan yang dibuat oleh Ria, istri seorang oknum polisi, sepertinya berubah-ubah. Pada laporan awal, Jamal dan Ria menuduh Iki melakukan penganiayaan, namun belakangan mereka berbalik melaporkan istri Iki, MT, dengan dakwaan yang serupa, yang membuat banyak orang bertanya-tanya tentang keabsahan laporan tersebut.

 

Peliput: kontributor Fik

Editor: Faisal

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Rawajaya di Tobelo Terbakar

    Pasar Rawajaya di Tobelo Terbakar

    • calendar_month Jum, 3 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, HALUT- Pasar Rawajaya di Desa Rawajaya, Halmahera Utara hangus terbakar, petugas kemudian mengarahkan 2 unit mobil pemadam kebakaran dan 1 mobil tangki PDAM untuk membantu pemadaman api. Baca Juga  Eks Caleg Lolos PPPK, IMM Sula Desak Ketua Partai Angkat Bicara ke PublikPetugas Damkar Halmahera Utara Kiki mengatakan informasi awal kebakaran sekitar pukul 12.00 WIT […]

  • Menunggu Enam Kabupaten. Empat Kabupaten Kota Telah Selesai Di Pleno

    Menunggu Enam Kabupaten. Empat Kabupaten Kota Telah Selesai Di Pleno

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Rapat pleno terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara tingkat Provinsi Maluku Utara pada Pemilu 2024. Terus berlangsung Dalam pleno terbuka, Ketua KPU Provinsi Maluku Utara Puja Sutamat saat ditemui awak media mengatakan, sampai saat ini sudah menyelesaikan Kota Tidore, Kota Ternate, kabupaten Halmahera Timur dan kabupaten Pulau Taliabu. “Selama dua hari ini […]

  • Ketua KPU Kota Ternate Minta Masyarakat Aktif Kawal Tahapan Pemilu 2024

    Ketua KPU Kota Ternate Minta Masyarakat Aktif Kawal Tahapan Pemilu 2024

    • calendar_month Sel, 21 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Ternate M. Zen A. Karim meminta agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mengawal proses tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti. Dirinya mengajak, kepada seluruh elemen masyarakat Kota Ternate dan stakeholder agar turut mengawal Pemilu 2024 ini, jangan hanya menitikberatkan pada penyelenggara dalam hal ini KPU, tetapi […]

  • Dugaan Laguna Cafe & Resto Langgar UU Ciptaker, LBH Ansor Soroti Salinan Kontrak dan PHK Sepihak

    Dugaan Laguna Cafe & Resto Langgar UU Ciptaker, LBH Ansor Soroti Salinan Kontrak dan PHK Sepihak

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Praktik ketenagakerjaan di Laguna Cafe & Resto diduga melanggar sejumlah ketentuan hukum nasional, termasuk Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Dugaan pelanggaran tersebut mencakup tidak diberikannya salinan kontrak kerja, pembayaran upah di bawah kesepakatan, tidak dibayarkannya hak lembur, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak tanpa prosedur hukum. Ketua Lembaga Bantuan […]

  • KONI Ternate Mulai Buka Penjaringan, Tiga Nama Telah Mengambil Formulir

    KONI Ternate Mulai Buka Penjaringan, Tiga Nama Telah Mengambil Formulir

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Ternate sudah memulai tahapan pelaksanaan Musyawarah Luar Biasa (MUSORKOTLUB). Atas amanat Rapat Kerja KONI Kota Ternate yang telah dilaksanakan pada 14 Juli 2024 kemarin di Sekretariat KONI. Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) mulai melakukan penjaringan nama bakal calon ketua umum untuk periode 2024-2028. Hal itu dilakukan […]

  • Tuduhan Pungli di SMA Negeri 5 Ternate Tidak Benar, Itu Inisiatif Wali Kelas Yang Minta Partisipasi

    Tuduhan Pungli di SMA Negeri 5 Ternate Tidak Benar, Itu Inisiatif Wali Kelas Yang Minta Partisipasi

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE– Tuduhan yang disematkan ke Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 5 Kota Ternate terkait dugaan adanya Pungutan Liar (Pungli) kepada siswa yang diminta untuk membayar Ijazah itu tidak benar adanya. Kepsek SMA Negeri 5 Kota Ternate Difa Fara kepada media Mahabari.com, Senin (27/6/2022) mengatakan, terkait adanya permintaan membayar Ijazah bagi siswa itu tidak benar, […]

expand_less