Breaking News
light_mode
Beranda » Kata Mereka » Talud Roboh, Karung Pasir Jadi Penghalang Ombak: Pemerintah?

Talud Roboh, Karung Pasir Jadi Penghalang Ombak: Pemerintah?

  • account_circle Sadam
  • calendar_month Rab, 18 Feb 2026

HALUT, Mahabari.com  – Ombak besar kembali menghantam rumah warga yang bermukim di pesisir pantai Desa Soasio, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, sejak Senin hingga Rabu (18/02/2026). Air laut yang meluap disertai gelombang tinggi menggenangi permukiman warga dan masuk hingga ke dalam rumah.

Peristiwa ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, tiga unit rumah warga roboh akibat hantaman ombak besar. Kondisi tersebut membuat masyarakat yang tinggal di bibir pantai semakin waswas setiap kali memasuki musim ombak.

Salah seorang warga setempat mengaku khawatir dengan situasi yang terus berulang setiap tahun. “Kami selalu terancam setiap musim ombak. Kalau air laut naik dan ombak besar datang, air langsung masuk sampai ke dalam rumah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Om Febi, sapaan akrab warga yang telah menetap sekitar 25 tahun di kawasan tersebut. Ia mengatakan, Ombak besar hingga terjadinya banjir rob sudah menjadi ancaman rutin bagi warga pesisir.

“Kurang lebih 25 tahun kami tinggal dekat laut dan selalu mengalami hal serupa saat ombak besar. Air laut masuk ke pemukiman, bahkan sampai ke dalam rumah saya,” ungkapnya.

Menurutnya, talud penahan ombak yang sebelumnya dibangun kini telah roboh akibat diterjang gelombang tinggi. Padahal, talud tersebut menjadi satu-satunya harapan warga untuk menahan air laut agar tidak masuk ke permukiman.

“Talud di belakang rumah saya sudah roboh dihantam ombak. Itu satu-satunya penahan, sekarang sudah rusak sehingga air langsung masuk ke rumah,” katanya.

Keluhan serupa juga disampaikan Mahmur. Ia mengaku bagian dapur rumahnya berhadapan langsung dengan laut sehingga sangat rentan terdampak saat musim ombak tiba.

“Kalau musim ombak, kami sangat terancam. Talud di belakang rumah saya sudah patah akibat pukulan ombak. Air laut dengan mudah masuk ke rumah,” tuturnya.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan solusi konkret, baik melalui pembangunan kembali talud penahan ombak yang lebih kuat maupun penanganan jangka panjang untuk melindungi permukiman pesisir dari ancaman ombak besar yang berulang.

Masyarakat mengaku tidak ingin setiap tahun hidup dalam ketakutan setiap kali musim ombak tiba. Harapan kami ini menjadi perhatian serius pemerintah agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kerugian yang lebih besar.

  • Penulis: Sadam
  • Editor: Faisal

Rekomendasi Untuk Anda

  • HPMMK Desak Copot Kadis PUPR dan Evaluasi CV Ketapang

    HPMMK Desak Copot Kadis PUPR dan Evaluasi CV Ketapang

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE MAHABARI.com -Himpunan Pelajar Mahasiswa Moti Kota (HPMMK), mendesak DPRD Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, untuk segera melakukan pencopotan jabatan Kadis PUPR Rus’an M. Nur Taib serta  mengevaluasi kinerja Kontraktor CV KETAPANG, terkait pengaspalan jalan di Kelurahan Kota yang diduga bermasalah. Desakan ini disampaikan melalui aksi yang digelar HPMMK di kantor DPRD Kota Ternate, Senin […]

  • Lepas Tongkat, Kedok Pencitraan Sherly Tjoanda Terbongkar

    Lepas Tongkat, Kedok Pencitraan Sherly Tjoanda Terbongkar

    • calendar_month Jum, 22 Nov 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe, mengalami serangan tajam akibat terungkapnya kedok pencitraan Sherly Tjoanda Usai Debat Kandidat Terakhir di Jakarta, Kamis (21/11/2024). Kejadian ini terungkap saat video berdurasi 10 detik mulai beredar di media sosial. Dalam video tersebut, Sherly Tjoanda terlihat berjalan cepat tanpa menyadari […]

  • Pemkab Halsel Apresiasi Dialog Publik Harlah Warkop

    Pemkab Halsel Apresiasi Dialog Publik Harlah Warkop

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • account_circle Fahrun
    • 0Komentar

    HALSEL, Mahabari.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memberikan apresiasi kepada Wartawan dan Komunitas Penulis (Warkop) Halmahera Selatan yang memilih dialog dan diskusi publik sebagai rangkaian peringatan hari lahir (Harlah) ke-1 organisasi tersebut. Peringatan Harlah Warkop yang jatuh pada 12 Februari 2026 dirangkaikan dengan dialog publik bertema “Membaca Ulang Visi Agromaritim Bassam-Helmi”. Kegiatan itu berlangsung di […]

  • Mengenang Sejarah, 14 Anak Warga Jepang Berkunjung ke SD Mononutu

    Mengenang Sejarah, 14 Anak Warga Jepang Berkunjung ke SD Mononutu

    • calendar_month Jum, 20 Sep 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabri.com – Kunjungan warga negara jepang sebanyak 14 orang ke salah satu sekolah dasar SD negeri 8 Mononutu disambut meriah oleh para siswa siswi. Jum’at (20/09/2024) Tujuan kedatangan para Warga Jepang ini juga merupakan mengenang sejarah antara Jepang dengan Indonesia. Selain itu juga Mengenang orang Tua mereka yang pernah bersekolah di SD Mononutu kala […]

  • Pelaku Persetubuhan Anak, Jaksa Vs Polisi Beda Pendapat Soal Penahan

    Pelaku Persetubuhan Anak, Jaksa Vs Polisi Beda Pendapat Soal Penahan

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Ihsan
    • 0Komentar

    SANANA, Mahabari.com – Penanganan dugaan kasus kekerasan Persetubuhan (seksual), terhadap anak di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Memunculkan perbedaan pandangan antara pihak kejaksaan dan kepolisian terkait penahanan tersangka Iskandar alias IS. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari), Kepulauan Sula, Raimond Noya, menegaskan bahwa kewenangan penahanan secara hukum […]

  • Pemilu 2024 Dan Potret Realitas Sosial (Membaca Politik Kita Hari Ini)

    Pemilu 2024 Dan Potret Realitas Sosial (Membaca Politik Kita Hari Ini)

    • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh : Rusmin Hasan (Owner Lingkar Cita Institute)   MANUSIA  sebagai mahluk sosial yang dalam perilaku di lingkungannya membutuhkan keberadaan orang lain. Senada, Aristoteles menyebutnya sebagai Zoon Politicon dimana interaksi antara manusia dan lingkunganya dalam rangka memenuhi kebutuhan dirinya maupun orang lain. Politik hanya bisa dilakoni oleh mahluk Tuhan yang bernama manusia. Sebab pada akal  […]

expand_less