Breaking News
light_mode
Beranda » Kata Mereka » Permukiman Baru Kawasi, Cita-Cita Hilirisasi Sejak Awal

Permukiman Baru Kawasi, Cita-Cita Hilirisasi Sejak Awal

  • account_circle Fahrun
  • calendar_month Jum, 7 Agu 2026

HALSEL, Mahabari.com – Pembangunan Permukiman Baru Desa Kawasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), menjadi bagian dari penataan kawasan yang sejak awal dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat lingkar industri.

Kawasan permukiman tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Harita Nickel dalam menghadirkan hunian yang dinilai lebih aman, modern, dan layak bagi masyarakat Desa Kawasi.

Mantan Bupati Halmahera Selatan dua periode, Muhammad Kasuba, mengatakan penyediaan hunian layak bagi masyarakat lingkar tambang merupakan salah satu cita-cita pemerintah daerah sejak konsep hilirisasi industri mulai digagas di Pulau Obi.

“Di awal kebijakan hilirisasi, kami ingin memastikan masyarakat lingkar tambang memiliki kesempatan hidup yang layak. Dahulu, Desa Kawasi berada di pesisir dengan berbagai tantangan dan risiko, sehingga kami mendorong pihak perusahaan untuk membebaskan lahan dan membangun kawasan permukiman yang jauh lebih aman, modern, dan nyaman,” ujar Kasuba, Jumat (7/8/2026).

Menurut Kasuba, Permukiman Baru Desa Kawasi kini hadir sebagai kawasan hunian yang tertata dengan dukungan infrastruktur dasar. Mulai dari akses jalan yang lebih luas hingga rumah yang dinilai memenuhi standar kelayakan hunian.

“Meski awal pemindahan masyarakat membutuhkan proses sosialisasi dan pemahaman yang menyeluruh, secara prinsip inilah bentuk perubahan kualitas hidup yang kita inginkan untuk warga,” katanya.

Selain pembangunan permukiman, Kasuba menyoroti kontribusi sosial perusahaan terhadap pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Halmahera Selatan.

Berdasarkan catatannya, kontribusi Harita Nickel melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR sepanjang 2020 hingga 2026 diperkirakan mencapai Rp900 miliar. Anggaran tersebut antara lain diarahkan untuk pembangunan kawasan perumahan di permukiman baru, fasilitas pasar dan pelabuhan, program rumah sakit di Laiwui, perbaikan jalan ruas Jikotamo–Air Mangga, perluasan bandara, hingga pembangunan gedung perguruan tinggi.

Kasuba juga mengapresiasi langkah perusahaan yang mengikuti audit independen tingkat global melalui Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA).

“Harita Nickel berani diaudit oleh IRMA adalah sebuah langkah berani yang patut kita apresiasi. Di Maluku Utara, ini yang pertama, dan di tingkat nasional baru ada sedikit perusahaan yang berani mengambil langkah tersebut,” tegasnya.

Menurut dia, proses audit tersebut penting untuk mendorong transparansi dalam pengelolaan industri dan lingkungan. Penilaian independen dinilai dapat memberikan indikator yang lebih objektif, terukur, dan berbasis fakta ilmiah.

Menilik sejarah hilirisasi pertambangan di Halmahera Selatan yang dirintis sejak 2014, Kasuba menilai keberadaan kawasan industri yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Obi harus dilihat sebagai investasi jangka panjang yang memberikan manfaat bagi Indonesia.

“Kebijakan industri dan hilirisasi ini bukan hanya untuk kepentingan instan jangka pendek, melainkan kontribusi jangka panjang. Harapan kita, industri dan masyarakat dapat tumbuh bersama dengan tetap memegang teguh komitmen kelestarian lingkungan serta kesejahteraan warga,” pungkasnya.

Penilaian positif terhadap Permukiman Baru Desa Kawasi juga disampaikan akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, Rais D. Hi. Yusuf. Ia menilai kawasan tersebut telah memenuhi sejumlah parameter kota modern melalui penerapan prinsip livable atau layak huni, smart atau pintar, dan sustainable atau berkelanjutan.

“Permukiman Baru Desa Kawasi dirancang dengan pendekatan human-centered design, di mana pembangunan infrastruktur dasar, fasilitas sosial, hingga layanan publik difokuskan sepenuhnya pada kebutuhan dan kesejahteraan manusia,” ujar Rais.

Dari sisi tata ruang, Rais juga menilai kawasan tersebut menerapkan konsep mixed-use and diverse city. Konsep ini mengintegrasikan berbagai fungsi kawasan, mulai dari hunian, area komersial, fasilitas publik hingga ruang terbuka dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Penataan Permukiman Baru Desa Kawasi dengan demikian tidak hanya diarahkan sebagai pemindahan hunian, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi kawasan yang diharapkan mampu mempertemukan kebutuhan masyarakat, perkembangan industri, dan keberlanjutan lingkungan di Pulau Obi.

  • Penulis: Fahrun
  • Editor: Faisal

Rekomendasi Untuk Anda

  • 22 Peserta Calon Anggota PKD di Wasile Tengah Lulus Seleksi Administrasi

    22 Peserta Calon Anggota PKD di Wasile Tengah Lulus Seleksi Administrasi

    • calendar_month Sab, 28 Jan 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Mahabari, Haltim- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Wasile tengah, Kabupaten Halmahera timur resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi calon anggota Panwaslu kelurahan/Desa (PKD). Ketua Panwaslu Kecamatan Wasile tengah Rusli Lite, Kepada mahabari.com mengatakan, Pendaftaran calon anggota Panwaslu Kelurahan/Desa telah berakhir pada tanggal 19 januari 2023. Hal tersebut sebagaimana diatur dalam Pedoman Pembentukan PKD. Rusli bilang, total […]

  • Pemilu 2024 Dan Potret Realitas Sosial (Membaca Politik Kita Hari Ini)

    Pemilu 2024 Dan Potret Realitas Sosial (Membaca Politik Kita Hari Ini)

    • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Oleh : Rusmin Hasan (Owner Lingkar Cita Institute)   MANUSIA  sebagai mahluk sosial yang dalam perilaku di lingkungannya membutuhkan keberadaan orang lain. Senada, Aristoteles menyebutnya sebagai Zoon Politicon dimana interaksi antara manusia dan lingkunganya dalam rangka memenuhi kebutuhan dirinya maupun orang lain. Politik hanya bisa dilakoni oleh mahluk Tuhan yang bernama manusia. Sebab pada akal  […]

  • Pembebasan Lahan Pembangunan Kantor Bappelitbang Ternate Dilakukan Bertahap

    Pembebasan Lahan Pembangunan Kantor Bappelitbang Ternate Dilakukan Bertahap

    • calendar_month Kam, 15 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE– Pembebasan lahan untuk pembangunan kantor baru Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Kota Ternate rupanya masih kekurangan anggaran. Hal ini disampaikan, Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Ternate Nasrun Zainuddin Andili, Kamis (15/9/2022) mengatakan, terkait pembebasan lahan untuk pembangunan kantor baru Bappelitbang, kantor Lurah Maliaro dan Lahan perkuburan di empat […]

  • PWI Malut Ingatkan Wartawan Liputan Konflik Halteng Taat UU Pers dan KEJ

    PWI Malut Ingatkan Wartawan Liputan Konflik Halteng Taat UU Pers dan KEJ

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • account_circle Fahrun
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Maluku Utara mengingatkan seluruh jurnalis yang meliput konflik sosial di Desa Banemo dan Sibenpope, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, agar wajib mematuhi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang ditetapkan Dewan Pers. Ketua PWI Maluku Utara, Asri Fabanyo, menegaskan bahwa independensi wartawan […]

  • Plt. Kadisperindag: Selama Ini Petugas Penagihan Retribusi Lapak Yang Salah

    Plt. Kadisperindag: Selama Ini Petugas Penagihan Retribusi Lapak Yang Salah

    • calendar_month Sen, 10 Okt 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE- Berdasarkan Peraturan Wali Kota Ternate nomor 2 tahun 2017 tentang retribusi pelayanan pasar, terkait dengan penagihan tarif retribusi lapak yang naik justru petugas yang disalahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate. Menurut Plt. Kadisperindag Kota Ternate Muchlis Djumadil mengatakan, selama ini justru petugas penagihan yang salah dalam penerapan tarif lapak berdasarkan […]

  • Muchlis Djumadil Akui Tak Ada Tenaga Pustakawan Di Sekolah: Lagi Diupayakan

    Muchlis Djumadil Akui Tak Ada Tenaga Pustakawan Di Sekolah: Lagi Diupayakan

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Muchlis Djumadil, mengungkapkan bahwa hingga saat ini seluruh sekolah di Kota Ternate, baik tingkat SD maupun SMP, belum memiliki tenaga pustakawan khusus. Pengelolaan perpustakaan di sekolah-sekolah masih ditangani oleh guru dan kepala sekolah secara rangkap tugas. “Memang di sekolah-sekolah itu ada perpustakaan, namun tenaga yang membantu anak-anak […]

expand_less