Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Refleksi Sosiologis dan Sastra atas Rempah Terakhir Karya Herman Oesman

Refleksi Sosiologis dan Sastra atas Rempah Terakhir Karya Herman Oesman

  • account_circle Rahmat Abd Fatah
  • calendar_month Jum, 17 Okt 2025

Ketika dunia berubah dan tambang datang membawa janji kemakmuran, Pulau Tefa menjadi simbol dari banyak tempat di Maluku Utara. Di sini, sosiologi bertemu dengan sastra. Herman tidak menggambarkan konflik secara hitam putih, melainkan melalui lapisan-lapisan sosial yang saling berkelindan. Ia memperlihatkan bagaimana masyarakat yang hidup dari rempah yang dulu menjadi jantung ekonomi dunia, kini harus berhadapan dengan realitas baru yang menuntut mereka menjual sumber daya yang tersisa. Namun dalam kehilangan itu, ada kekuatan yang tumbuh yaitu kekuatan mengingat.

Bab-bab terakhir buku ini menandai titik balik. Bahwa Pulau yang Tak Sepenuhnya Tenggelam, Setelah Langit Dibuka, hingga epilog Tanah yang Mengingat. Semua menandai kembalinya harapan, bukan dengan teriakan, tetapi dengan keheningan. Langit yang lama tertutup debu akhirnya cerah kembali. Warga tidak merayakannya dengan pesta, melainkan dengan doa tanpa suara. Mereka tahu bahwa perubahan tidak selalu datang dari luar, melainkan tumbuh perlahan dari dalam hati yang tak menyerah. Amira duduk di tepi kebun kecil, membaca catatan ibunya, sementara anak-anak menanam pohon cengkih baru. Di tangan mereka, ingatan menemukan bentuk baru.
Rempah Terakhir bukan cerita tentang perang, melainkan tentang keberanian menjaga yang tersisa. Herman menulis dengan empati yang jernih. Ia tahu, perjuangan terbesar manusia bukan melawan kekuasaan, melainkan melawan lupa. Dalam sosiologi lingkungan, ingatan adalah bentuk perlawanan. Dalam sastra, ia adalah doa. Buku ini menjembatani keduanya. Ia mengajarkan bahwa manusia dan tanah saling menghidupi, dan ketika salah satunya terluka, yang lain ikut berdarah.

Membaca karya ini seperti berjalan menyusuri jalan setapak di kebun tua setelah hujan. Ada bau tanah basah, ada kenangan yang muncul tanpa dipanggil. Di antara halamannya, kita mendengar suara yang akrab yaitu suara para petani yang menunggu musim, para nelayan yang memandang laut, para ibu yang menumbuk pala di beranda rumah bambu. Semua hadir tanpa slogan, tanpa amarah, hanya dengan kesetiaan pada hidup yang sederhana.

Novel ini menutup dirinya dengan cara yang tidak heroik, tetapi manusiawi. Pulau Tefa tidak kembali seperti semula, namun ia mengingat. Ia menolak tenggelam dalam peta digital yang dingin. Ia tetap hidup dalam doa orang-orang yang percaya bahwa tanah, betapapun lelahnya, akan selalu memanggil pulang mereka yang mencintainya.

Rempah Terakhir adalah saksi bisu dari zaman yang bergegas, sekaligus pengingat bahwa masih ada ruang untuk menanam, mencium aroma rempah, dan menyebut nama pulau dengan lembut. Dalam buku ini, Herman Oesman telah menulis bukan hanya sebuah novel sosiologi, melainkan sebuah kesaksian tentang manusia yang tak ingin melupakan dari mana mereka berasal, dan tentang tanah yang meski terluka, masih berani mencintai manusia yang menginjaknya.

  • Penulis: Rahmat Abd Fatah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Klarifikasi Isu Dugaan Pungli, PLTG Antam Buli Sebut Terjadi Miskomunikasi

    Klarifikasi Isu Dugaan Pungli, PLTG Antam Buli Sebut Terjadi Miskomunikasi

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    HALTIM, Mahabari.com – Manajemen Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Antam Buli memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang menyeret salah satu karyawannya. Berdasarkan Nomor: 04/SP/PLTG-AntamBuli/VIII/2025. Tentang: KLARIFIKASI TENTANG ISU DUGAAN PUNGLI DI LINGKUNGAN UPT PLTG ANTAM BULI. Hasil pemeriksaan internal menyebutkan tidak ditemukan bukti kuat yang mengarah […]

  • Ini Perjalanan Karir Diandra Ariesta Pieter Atlet Peraih Mendali Emas di Sea Games

    Ini Perjalanan Karir Diandra Ariesta Pieter Atlet Peraih Mendali Emas di Sea Games

    • calendar_month Sel, 24 Mei 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TOBELO- Awal mula Diandra Ariesta Pieter memulai karir di menjadi seorang atlet Kick Boxing ini di Halmahera Utara (Halut) dan di latih oleh beberapa pelatih yang ada di Halut salah satunya Novi Paparang yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga di Dinas Pemuda Dan Olahraga (Dispora) Halut, pada tahun 2013 dirinya […]

  • Pilkada Damai Berbasis Teknologi. Berasas UUD 1945

    Pilkada Damai Berbasis Teknologi. Berasas UUD 1945

    • calendar_month Kam, 27 Jun 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    HALSEL Mahabari.com – Pesta Demokrasi yang ditandai dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak kembali akan terjadi di akhir penghujung tahun 2024. Pemilu bukan ajang tahun bebas yang boeh menghalalkan segala cara, begitu pun di Indonesia, Dari total daerah yang akan melaksanakan Pilkada Serentak tahun 2024 sebanyak 545 daerah dengan rincian 37 provinsi, 415 kabupaten, […]

  • DPRD Titip Harapan Besar Pada Bupati Dan Wabub Untuk Pembangun

    DPRD Titip Harapan Besar Pada Bupati Dan Wabub Untuk Pembangun

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    HALSEL Mahabari.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Halmahera Selatan melaksanakan Rapat Paripurna Ke-5 Masa Persidangan I Tahun 2025. Dalam sidang tersebut, Ketua DPRD, Hj. Salma Samad, menekankan pentingnya melakukan refleksi terhadap jalannya pemerintahan guna memastikan bahwa pembangunan Bumi Saruma berjalan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan oleh Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba […]

  • 32 Perusahaan di Malut Buka 6 Ribu Loker Pada Job Fair Virtual 2022

    32 Perusahaan di Malut Buka 6 Ribu Loker Pada Job Fair Virtual 2022

    • calendar_month Kam, 28 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE – Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI bersama dengan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate, melaksanakan Job Fair Virtual 2022 yang di ikuti 32 Perusahan. Ini adalah sebuah kegiatan yang diharapkan bisa mengakomodasikan para pencari kerja di kota ternate dan maluku utara pada umumnya. Hal ini disampaikan Sekertaris Daerah Kota Ternate Jusuf Sunya […]

  • Gapeknas Halut Pertanyakan Pembayaran Proyek Pihak ke Tiga

    Gapeknas Halut Pertanyakan Pembayaran Proyek Pihak ke Tiga

    • calendar_month Sel, 3 Okt 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TOBELO-Mahabari.Gabungan Pengusaha Kontruksi Nasional (Gapeknas) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), kesal dengan sikap Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Halut. Pasalnya, sejumlah pengusaha konstruksi tergabung dari Gapeknas Halut, mempertanyakan sistem pembayaran di BKAD Halut. Disenyalir ada pilih kasih dalam sistem pembayaran. Itu dibuktikan pengakuan para pihak ketiga, dimana BKAD Halut menjalankan SPM dan SP2D tidak berdasarkan […]

expand_less