Breaking News
light_mode
Beranda » Budaya » Refleksi Sosiologis dan Sastra atas Rempah Terakhir Karya Herman Oesman

Refleksi Sosiologis dan Sastra atas Rempah Terakhir Karya Herman Oesman

  • account_circle Rahmat Abd Fatah
  • calendar_month Jum, 17 Okt 2025

Rahmat Abd Fatah
Dosen Sosiologi

Universitas Muhammadiyah Maluku Utara
Ternate, 17 Oktober 2025

Mahabari.com – Ada sesuatu yang sunyi namun tajam ketika membaca Rempah Terakhir Herman Oesman. Kolega kami di Fisip Universitas Muhammadiyah Maluku Utara. Seorang sosiolog senior yang konsisten menenun realitas sosial, seorang “Profesor” makna, walau secara administratif belum disandangnya, kedalaman keilmuan seturut karakter kritis-reflektifnya membuat kadang abai pada sesuatu yang sifatnya formal-administratif.

Herman tidak menulis sekadar kisah, melainkan membuka ruang batin bagi pembaca untuk mendengar suara yang kerap diabaikan. Suara tanah, suara manusia yang hidup darinya, dan suara waktu yang menua di antara keduanya. Buku ini, diterbitkan pada Oktober 2025 oleh Tanah Air Beta Yogyakarta bekerja sama dengan UMMU Press.

Membaca Rempah terakhir terasa seperti perjalanan ziarah menuju tanah kelahiran yang terluka namun tetap bernapas. Dalam 115 halaman yang padat dan berisih, Herman menenun sosiologi dan sastra menjadi satu tubuh narasi yang hidup, merangkul para petani cengkih, nelayan, dan mereka yang menatap langit Maluku Utara dengan sabar dan setia.

Pulau Tefa yang menjadi latar cerita bukan sekadar tempat, melainkan tokoh utama yang memiliki ingatan dan perasaan. Di dalamnya, dunia bergerak cepat. Kebun berubah menjadi tambang, hutan menjadi peta konsesi, dan langit yang dulu beraroma cengkih kini diselimuti kabut logam. Namun Herman tidak mengajak pembacanya untuk berduka tanpa arah, ia mengajak untuk memahami bahwa kehilangan adalah bagian dari kesadaran.

Ia menulis dengan kesadaran seorang sosiolog, yang melihat struktur masyarakat bekerja dalam senyap, tetapi ia juga menulis dengan hati seorang penyair yang mendengarkan bisikan angin di sela daun pala.

Novel ini hidup dari tokoh-tokohnya yang sederhana tapi berjiwa besar. Ada Rafi, yang dulu bermimpi memetik cengkih bersama ayahnya namun akhirnya menggali tanah demi tambang. Ada Amira, yang menulis peta dan menjaga hutan terakhir di pulau itu seperti menjaga ingatan ibunya. Ada Sahla, seorang periset yang bertanya dengan tanah dan menolak menyerah pada logika modernitas. Ada Nina, jurnalis muda yang datang dari kota, membawa rasa ingin tahu dan pulang dengan luka yang berubah menjadi kesadaran. Melalui mereka, Herman memperlihatkan wajah masyarakat kecil yang selama ini terpinggirkan oleh proyek pembangunan.

Bahasa Herman mengalir perlahan seperti sungai yang membawa cerita dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kalimatnya lembut tapi berdaya, seperti seseorang yang berbicara bukan untuk menggurui, melainkan untuk mengingatkan. Ia menulis agar pembaca berhenti sejenak, menatap kebun yang gersang, lalu menyadari bahwa tanah bukan hanya benda yang bisa dijual, tetapi bagian dari kehidupan yang memberi napas. Inilah kekuatan Rempah Terakhir: kesederhanaannya menembus kesadaran.

  • Penulis: Rahmat Abd Fatah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Arus Mudik, Antrian Panjang Pembelian Tiket Kapal di Pelabuhan Ternate

    Jelang Arus Mudik, Antrian Panjang Pembelian Tiket Kapal di Pelabuhan Ternate

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE- Jelang arus mudik, terpantau puluhan penumpang kapal Pelni KM. Dorolonda tujuan Ternate- Ambon- Makassar- Surabaya dan Jakarta desak- desakan untuk mendapatkan tiket, Kamis (14/4/2022). Sejumlah penumpang bahkan kesal dengan pelayanan penjualan tiket kapal Pelni di area pelabuhan Ahmad Yani Ternate, sebab dari pukul 09.30 WIT antrian panjang masih sampai pukul 12.45 WIT ini […]

  • Polres Sula Lamban Tangani Laporan Pj Kades Falabisahaya

    Polres Sula Lamban Tangani Laporan Pj Kades Falabisahaya

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Ihsan
    • 0Komentar

    SANANA, Mahabari.com – Penanganan laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan Redaktur. bidikfakta.id, Ahkam Kurniawan Buamona. Terhadap Penjabat Kepala Desa Falabisahaya, Samsul Pauwah, dinilai lamban ditangan Polres Kepulauan Sula. Kuasa hukum pelapor. Abdulah Ismail, mendesak Kapolres Kepulauan Sula. AKBP Kodrat Muh Hartanto, agar bersikap serius dan segera menindaklanjuti laporan tersebut. Menurut Abdulah, hingga kini belum […]

  • Pekerjaan Jalan Moti Tidak Sesuai Standar FPPM Desak Walikota Ternate Evaluasi Dinas PUPR dan Copot Camat Pulau Moti

    Pekerjaan Jalan Moti Tidak Sesuai Standar FPPM Desak Walikota Ternate Evaluasi Dinas PUPR dan Copot Camat Pulau Moti

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE – Forum Peduli Pulau Moti (FPPM), Rabu (30/112022 ) menggelar aksi di depan kantor Walikota ternate terkait proyek pembangunan pengaspalan jalan di Kecamatan Moti yang tidak kunjung selesai. Koordinator Lapangan (Korlap) Fuad Albar dalam aksinya mengatakan, Moti merupakan salah satu Kecamatan yang masuk di wilayah Kota Ternate. Sudah kurang lebih 15 tahun Kecamatan […]

  • Dugaan KDRT Oknum Anggota DPRD Kota Ternate, BK Masih Minta Keterangan Saksi

    Dugaan KDRT Oknum Anggota DPRD Kota Ternate, BK Masih Minta Keterangan Saksi

    • calendar_month Kam, 4 Agu 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE – Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate sudah melakukan pertemuan bersama oknum anggota DPRD inisial RL untuk meminta keterangan terkait dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang di tuduhkan itu. “Kita sudah melakukan pemeriksaan pendahuluan kepada saudara RL untuk mengklarifikasi dugaan kasus yang sudah diberitakan di media beberapa […]

  • Pemuda Muhammadiya Halbar Gelar Vaksinasi Massal Covid- 19 Di Desa Hatebicara

    Pemuda Muhammadiya Halbar Gelar Vaksinasi Massal Covid- 19 Di Desa Hatebicara

    • calendar_month Sab, 10 Des 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI HALBAR – Menindaklanjuti kerja sama Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah dan USAID melalui Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), menggelar Vaksinasi Massal Covid-19 di Desa Hatebicara. Kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Halbar Sukran Bambang mengatakan, pada media ini bahwa Kegiatan ini adalah tidaklanjut dari kerja sama MPKU muhammadiyah dan USAID melaui pemuda muhammadiyah […]

  • Partai Gerindra Malut Masih Kekurangan Kuota Caleg Perempuan Pada Pemilu 2024

    Partai Gerindra Malut Masih Kekurangan Kuota Caleg Perempuan Pada Pemilu 2024

    • calendar_month Rab, 3 Agu 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE– Semenjak dibukanya pendaftaran pra Calon Legislatif (Caleg) yang berlangsung selama dua bulan kemarin demi kesiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Maluku Utara rupanya masih mengalami kekurangan pendaftar untuk kuota keterwakilan perempuan. Menurut Juru Bicara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Malut Iki Sukardi mengatakan, setelah dibuka pendaftaran […]

expand_less