Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kembali ke Fitrah Kuasa: Umat Islam Pasca Ramadhan 1446 H

Kembali ke Fitrah Kuasa: Umat Islam Pasca Ramadhan 1446 H

  • account_circle Admin
  • calendar_month Rab, 2 Apr 2025

Sukur Suleman

Pengajar Administrasi Publik Fisip UMMU

Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara 

Al Qurthubi ketika menafsirkan ayat (QS Ar Rum : 30) bahwa fitrah bermakna kesucian, yaitu kesucian jiwa dan rohani. Fitrah dalam islam di sini adalah fitrah Allah yang ditetapkan kepada manusia, yaitu bahwa manusia sejak lahir dalam keadaan suci, dalam artian tidak mempunyai dosa.

 

TERNATE Mahabari.com – Tidak terasa kita telah melewati Ramadhan selama satu bulan penuh. Bulan keberkahan sebagai proses edukasi dan Kaderisasi, magfirah serta ampunan darinya, bulan mulia dimana alqur’an diturunkan sebagai petunjuk manusia.

Artinya bahwa puasa yang barusan kita lewati bukanlah sekedar rutinitas belaka, melainkan bermakna secara spiritual, psikologis, serta humanis dan sosialis yang selanjutnya manusia pada kondisi tersebut berada pada posisi yang fitrah.

Seorang Psikologi islam Prof. Achmad Mubarok mengatakan semangat ramadhan menjadikan manusia kembali ke fitrah dan fitrah kebangsaan, mengukuhkan semangat persatuan termasuk didalamnya adalah kembali ke fitrah kuasa.

Fitrah dalam menjalankan amanah kekuasaan dengan penuh keadilan, kejujuran, ketakwaan dan menjadikan kekuasaannya itu sebagai sarana pengabdian kepada Tuhan, sebab jika kekuasaan itu tidak kembali kepada fitrahnya maka manusia serta alam semesta dan isinya akan binasa, karena sifat kemanusiaannya senantiasa didominasi nafsu kuasa dimana para sufi menyebutnya dengan kekuatan Hawa nafsu.

Jalaluddin Rahmat dalam bukunya. “Merai Cinta Ilahi” mengemukakan bahwa ada tiga kekuatan hawa nafsu dalam diri kita menurut para sufi yang membuat manusia tidak pernah puas soal kekuasaan.

Kekuatan nafsu pertama disebut dengan quwwatun bahimiyah, yaitu kekuatan kebinatangan. Dalam diri kita, terkadang unsur-unsur kebinatangan, unsur inilah yang mendorong kita untuk mencari kepuasan lahiriah atau kenikmatan sensual.

Kekuatan kedua, disebut para sufi sebagai quwwatun sab’iyyah, yaitu kekuatan binatang buas. Jauh dalam diri kita senang menyerang orang lain, kita suka memakan hak orang lain, kita ingin membenci, menyerang, menghancurkan, atau mendengki dan ada kekuatan jahat untuk menyerang orang lain.

Kekuatan lain dalam diri yang disebut para sufi sebagai quwwatun syaithaniyyah. Inilah kekuatan yang mendorong kita untuk membenarkan segala kejahatan yang manusia lakukan, setan senantiasa membisikkan dalam hati manusia agar mereka tidak usah merasa bersalah karena mengambil hak orang lain untuk dipergunakan membantu keluarga dan kelompok kepentingannya.

penyalahgunaan kekuasaan, prilaku koruptif, kolusi dan Nepotisme kemudian mereka rendahkan dalam bentuk konspirasi.

Namun, Tuhan juga menyimpan dalam diri manusia sebagai satu bagaian penting dari kepribadian kita, satu kekuatan yang berasal dari percikan cahaya tuhan, inilah yang dinamakan dengan quwwatunn Rabbani yah, kekuatan Tuhan, yang terletak pada akal sehat manusia.

Maka secara rohaniah kita adalah binatang walaupun secara jasmaniah kita menampakkan penampilan seperti manusia. Apabila kita senang memelihara dendam, perasaan iri hari, kejengkelan dan kemarahan dalam hati, maka kita adalah serigala-serigala yang buas.

Jika yang berkuasa dalam diri manusia adalah kepandaian mencari dalih dan alasan untuk membenarkan kekeliruan dan kesalahan.

Untuk itu menginternalisasi nilai-nilai kefitrahan dalam diri kita perlu dijaga dan dipertahankan terutama upaya mengembalikan fitrah kuasa itu pada realnya.

Makna fitrah ini menjadi dasar dan ketentuan hukum yang suda menjadi ketetapan, sehingga apapun keburukan dan kejahatan yang dilakukan manusia seperti yang dikatakan para sufi sebagai sifat kebinatangan, suatu saat mereka pasti mengingat dan akan kembali pada hakekat fitrahnya.

Upaya untuk menjadi bersih kembali tanpa dosa memang akan sulit dilakukan sebagai manusia.

Meskipun demikian ada usaha manusia untuk memperbaiki diri termasuk kesalahan para penguasa kita yang dilakukan sebelum-sebelumnya, dan paling tidak pasca hari kemenangan ummat muslim ini yakni lebaran idul Fitri kita dikatagorikan sebagai manusia fitrah, maka harapannya manusia tidak lagi melakukan perbuatan dosa dan nilai yang sama.

Mereka yang berkuasa senantiasa kembali pada fitrahnya dan menjadikan makna fitrah itu sebagai ibdah dalam menggunakan kekuasaannya.

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMM Sula Angkat Bicara Terkait Penanganan Pemerintah Paska Banjir Desa Baleha

    IMM Sula Angkat Bicara Terkait Penanganan Pemerintah Paska Banjir Desa Baleha

    • calendar_month Jum, 1 Jul 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, SANANA- Kondisi paska banjir bandang yang terjadi di Desa Baleha, Kecamatan Sulabesi Timur, Kabupaten Kepulauan Sula mendapat sorotan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Kepulauan Sula. Hal ini disampaikan, Sekretaris Umum PC IMM Sula Prabowo Sibela, Jumat (1/7/2022) mengatakan, melihat kondisi Desa Baleha pasca banjir bandang justru sangat menggangu masyarakat yang rumahnya dekat dengan […]

  • APBD Terlilit Hutang DPRD Halut Tolak Penerimaan PPPK

    APBD Terlilit Hutang DPRD Halut Tolak Penerimaan PPPK

    • calendar_month Jum, 22 Sep 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    “ hanya orang gila yang menerima Kouta PPPK, maka DPRD tidak setuju” TOBELO-Mahabari.Com, Penerimaan Pegawai Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 1.024 Kouta tahun 2023 Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Utara, mendapat penolakan keras dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halut. Pasalnya alasan penolakan penerimaan PPPK Kouta Pemda Halut, lantaran kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Halut […]

  • Bawaslu Halut Gelar Apel Siaga Pengawasan Kampanye Pemilu Tahun 2024

    Bawaslu Halut Gelar Apel Siaga Pengawasan Kampanye Pemilu Tahun 2024

    • calendar_month Jum, 1 Des 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Bawaslu Siap Perang Pelanggaran Kampanye    TOBELO -Mahabari.Com, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Jumat (01/12) pukul 08.30 Wit menggelar apel Siaga pengawasan Kampanye Pemilihan Umum serentak Tahun 2024. Bertempat Halaman Kantor Bupati Halut. Apel siaga dihadiri Dandim 1508 Tobelo Letkol Inf Davit Sutrisno Sirait, Wakapolres Halut Kompol Andreas Adi Febrianto, Plt. […]

  • Kapolres Pimpin Sertijab Jajaran Polres Halut

    Kapolres Pimpin Sertijab Jajaran Polres Halut

    • calendar_month Jum, 8 Sep 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TOBELO-Mahabari.Com, Kapolres Halmahera Utara (Halut) AKBP Moh Zulfikar Iskandar, Jumat (08/09) pimpin langsung upacara serah terima jabatan di jajaran Polres Halut. Bertempat Lapangan Mapolres Halut. Para pejabat yang disertijabkan yaitu Kasat Polairud Iptu M Toha Alhadar kepada Ipda Pijar, SH,  Iptu M Toha Alhadar menduduki jabatan baru, Kasat Reskrim Polres Halut. Iptu Anwar Sabari SH, […]

  • Dua Periode Berkuasa, FAM Gagal Angkat Sula dari Kemiskinan

    Dua Periode Berkuasa, FAM Gagal Angkat Sula dari Kemiskinan

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Iksan
    • 0Komentar

    SANANA, Mahabari.com – Dua Periode Kepemimpinan Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus (FAM), kembali menuai sorotan publik. Setelah menuntaskan satu periode pemerintahan di Kepulauan Sula justru kembali masuk dalam kategori daerah tertinggal dan miskin, disertai tren penurunan kapasitas fiskal daerah. Berdasarkan dokumen keuangan daerah, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepulauan Sula Tahun Anggaran 2026 […]

  • Hutang DBH Pemprov Malut Terancam Bertambah di 2026

    Hutang DBH Pemprov Malut Terancam Bertambah di 2026

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Hutang Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut), atas Dana Bagi Hasil (DBH), kepada kabupaten/kota dipastikan berpotensi kembali bertambah pada tahun 2026. Hingga kini, realisasi pembayaran DBH yang telah dijanjikan pemerintah provinsi belum juga menunjukkan kejelasan. Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly Menegaskan bahwa, sampai saat ini belum ada tanda-tanda konkret dari Pemprov Maluku […]

expand_less