Home / Opini

Sabtu, 16 September 2023 - 17:23 WIT

Pengaruh Politik Identitas dan Ancamannya



Penulis

Oleh : Penggiat Politik Indah Sari Salim S.IP

Politik identitas adalah politik yang mengedepankan etnis seperti ras, suku dan bahkan agama pun dijadikan alat politik untuk tujuan tertentu. Ini adalah bentuk kolektivisme yang menilai dan memilih bukan berdasarkan perilakunya sendiri, tetapi berdasarkan ancaman, dan keterpaksaan dari kolektivisme.

Bak cuaca panas dan curah hujan di Kabupaten Halmahera Utara, iklim politik juga sering berubah-ubah.  Tetapi orientasi kekuasaan melanggengkan hak politik paling kejam. Dimana Identitas sebagai alat untuk mendiskriminasi golongan  menengah, dan golongan bawah untuk kepentingan tertentu. Kehadiran politik indentitas yang di permainkan kolektivisme ini, menimbulkan keresahan pada berbagai golongan.

Baca Juga  Jumar Dari Jurnalist dan Aktivis Pemuda Muhammadiyah Menuju Parlemen

Seperti yang di katakan Nicollo Machiavelli bahwa “Politik Menghalalkan segala cara adalah politik secara keseluruhan dapat di artikan sebagai supremasi kekuasaan memaksa”. Begitu juga dengan otoritas kekuasaan adalah suatu hak yang bisa memerintahkan secara paksa, oleh kolektivisme atau figur politik itu sendiri.

Baca Juga  Upacara HUT Ke 77 Kemerdekaan RI di Tidore Berlangsung Khidmat

Pengaruh politik identitas dan ancamannya kian menjadi perilaku politik yang mencederai Pasal 43 Ayat (1 dan 2)  Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM ), berbunyi “ Setiap warga negara berhak untuk dipilih, dan memilih dalam pemilihan umum berdasarkan persamaan hak, melalui pengumutan suara yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil sesuai dengan ketentuan peraturan.

Meski saling bertentangan dalam memilih, inti dari politik demokrasi adalah bebas, dan berbahagia memilih siapa saja yang menjadi figur politik,  untuk menjadi  pemimpin, asalkan tidak melanggar aturan yang telah ditetapkan.

Baca Juga  Pemilu 2024 Dan Potret Realitas Sosial (Membaca Politik Kita Hari Ini)

Untuk itu, demi mempercantik pesta demokrasi perlunya perilaku politik rasional, dan pemahaman politik akal sehat. Solusi dari ancaman pengaruh politik Identitas, tergantung pada gerakan Politik gagasan, dan politik santun. Partai Politik sebagai peserta pemilu, harus mampu mendaftarkan Politisi – Politisi memiliki nafsu politik gagasan, akal sehat dan Politik Profesional.


Baca Juga

Opini

PROMOSI TANJUNG BONGO DAN KOMUNITAS TOKUWELA KREATIF

Opini

Pemilu 2024 Dan Potret Realitas Sosial (Membaca Politik Kita Hari Ini)

Home

Upacara HUT Ke 77 Kemerdekaan RI di Tidore Berlangsung Khidmat

Home

Jumar Dari Jurnalist dan Aktivis Pemuda Muhammadiyah Menuju Parlemen