Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kemerdekaan Yang Tertunda Untuk Masyarakat Indonesia

Kemerdekaan Yang Tertunda Untuk Masyarakat Indonesia

  • account_circle Admin
  • calendar_month Ming, 17 Agu 2025

Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan RI: Negara Wajib Hadir Menyelesaikan Konflik Agraria di Maluku Utara

Oleh: Ketua LBH Ansor Kota Ternate
Zulfikran bailussy,SH.

 

Mahabari.com – Delapan puluh tahun Indonesia merdeka. Dalam usia bangsa yang tidak lagi muda ini, kita kembali mendengar gema kalimat sakral dalam Pembukaan UUD 1945: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa.” Sebuah kalimat yang seharusnya menjadi roh dalam setiap kebijakan negara.

Namun pertanyaan mendasar perlu kita ajukan. Apakah kemerdekaan itu benar-benar hadir dalam kehidupan rakyat jelata, masyarakat adat, petani kecil, nelayan, dan kaum mustadh‘afin di Maluku Utara. Ataukah kemerdekaan masih menjadi milik segelintir orang yang berkuasa atas tanah, modal, dan kebijakan publik.

Maba Sangaji dan Luka Lama Agraria Di Maluku Utara, khususnya bagi masyarakat adat Maba Sangaji, jawabannya pahit. Mereka masih hidup di bawah ancaman tuntutan hukum, konflik tanah, dan ketidakpastian hak ulayat yang semestinya menjadi ruang hidup turun-temurun.

Hakikat kemerdekaan seharusnya adalah kebebasan dari segala bentuk penindasan termasuk penindasan struktural melalui kriminalisasi atas nama hukum. Ketika masyarakat adat Maba Sangaji diperlakukan sebagai pesakitan hanya karena mempertahankan tanah leluhur, maka yang dirampas bukan hanya tanah, tetapi martabat kemerdekaan itu sendiri.

Selain itu Lahan Eks Brimob yang merupakan Cermin Absennya Negara. Salah satu kasus paling mencolok adalah polemik lahan eks Brimob di tiga kelurahan Kota Ternate.

Selama bertahun-tahun, tanah ini menjadi sumber hidup warga, namun hingga kini negara gagal memberi kepastian. Alih-alih melindungi hak mereka, negara membiarkan ketidakjelasan status lahan yang membuka ruang spekulasi, konflik horizontal, bahkan ancaman di robohkan rumahnya secara paksa.

Inilah cermin ketidakadilan agraria kita. Negara sering kali hadir hanya sebagai aparat penertib, bukan sebagai pelindung. Padahal yang dibutuhkan rakyat adalah kepastian hak, bukan ancaman penggusuran.

Tambang Bermasalah dan Hegemoni Modal. Di sisi lain, industri tambang di Maluku Utara justru tumbuh pesat tanpa kendali. Dari Halmahera hingga Obi, dari Wasile hingga Patani, tambang-tambang raksasa beroperasi dengan meninggalkan jejak: pencemaran laut dan sungai, perampasan tanah adat, serta represi terhadap warga dan jurnalis yang berani bersuara.

Inilah wajah hegemoni modal dalam arti (Gramscian), kekuasaan ekonomi yang bertransformasi menjadi kekuasaan politik dan kultural, memaksa masyarakat tunduk dalam logika pembangunan yang hanya menguntungkan elite. Sementara rakyat kecil diposisikan sebagai “gangguan” yang harus dibungkam.

Kemerdekaan yang Belum Sempurna Jika kita menengok kembali sejarah, kemerdekaan 1945 adalah janji untuk memerdekakan rakyat dari segala bentuk penjajahan, baik oleh bangsa asing maupun oleh kekuasaan yang menindas. Namun 80 tahun berselang, masih banyak warga negara yang belum merasakan janji itu.

Kemerdekaan tidak boleh hanya dimaknai sebagai kedaulatan politik, tetapi juga sebagai jaminan hak rakyat atas tanah, air, dan sumber daya alam sebagaimana diamanatkan Pasal 33 UUD 1945. Tanpa itu, perayaan 80 tahun kemerdekaan hanyalah seremonial kosong.

Seruan LBH Ansor Ternate. Dalam refleksi 80 tahun kemerdekaan ini, LBH Ansor Kota Ternate menegaskan:

  1. Negara wajib segera menyelesaikan konflik agraria di Maluku Utara, khususnya lahan eks Brimob, dengan mekanisme yang transparan, partisipatif, dan berkeadilan.
  2. Masyarakat adat Maba Sangaji harus bebas dari segala tuntutan hukum. Kriminalisasi terhadap rakyat yang memperjuangkan tanah ulayat adalah pengkhianatan terhadap janji kemerdekaan.
  3. Aparat penegak hukum harus menghentikan praktik intimidasi dan kriminalisasi terhadap masyarakat adat, petani, dan pejuang lingkungan.
  4. Pemerintah pusat dan daerah harus segera menyelidiki tambang-tambang bermasalah di Maluku Utara, menindak perusahaan yang merugikan rakyat dan merusak lingkungan, serta memastikan pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan.

Sehingga dirinya mempertanyakan Kemerdekaan ini untuk Siapa?

Selama Delapan puluh tahun Indonesia merdeka seharusnya menjadi momentum koreksi. Kemerdekaan sejati tidak bisa diukur dari pertumbuhan gedung perkantoran di Sofifi atau bertambahnya izin tambang di Halmahera, tetapi dari sejauh mana rakyat kecil bisa hidup bermartabat di tanahnya sendiri.

Masyarakat adat, petani, nelayan, dan kaum mustadh‘afin harus menjadi subjek utama kemerdekaan, bukan korban pembangunan. Sebab sekali lagi, kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan itu berarti hak setiap rakyat Indonesia, tanpa terkecuali.

 

Editor; Faisal

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Izzuddin Al-Qassam Kasuba: Pentingnya Perhatian Pemda Halsel Soal Nilai Kebangsaan dan UMKM Lokal

    Izzuddin Al-Qassam Kasuba: Pentingnya Perhatian Pemda Halsel Soal Nilai Kebangsaan dan UMKM Lokal

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    HALSEL, Mahabari.com – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Utara, Izzuddin Al-Qassam Kasuba, melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Senin (4/7/2025). Agenda utama kunjungan ini adalah sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada masyarakat setempat. Dalam pertemuan tersebut, Izzuddin menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat, demi menjaga kebersamaan dan […]

  • Musrembang Tingkat Kelurahan Mulai Jalan, Sekda Ternate: Bagian dari Siklus Perencanaan Pembangunan Daerah

    Musrembang Tingkat Kelurahan Mulai Jalan, Sekda Ternate: Bagian dari Siklus Perencanaan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com — Pemerintah Kota Ternate secara resmi telah memulai siklus perencanaan tahunan dengan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kelurahan di 8 Kecamatan di Kota Ternate, yang di mulai pada tanggal 15 Januari 2025 di Kelurahan Maliaro Kecamatan Ternate Tengah dan berakhir di tanggal 25 Januari 2025 di Kelurahan Sangaji Utara Kecamatan Ternate […]

  • Diskoperindag Halsel Pastikan BBM Bersubsidi dan Sembako Aman Jelang Ramadan

    Diskoperindag Halsel Pastikan BBM Bersubsidi dan Sembako Aman Jelang Ramadan

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle Fahrun
    • 0Komentar

    HALSEL, Mahabari.com – Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM (Diskoperindag) Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, memastikan ketersediaan bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) tanah bersubsidi dalam kondisi aman menjelang Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Kepala Diskoperindag Halmahera Selatan, Adriani Radjiloen, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk memantau langsung ketersediaan stok di lapangan, termasuk di […]

  • Ketua DWP Morotai Minta HUT DWP Ke-24 Dijadikan Bahan Evaluasi Dan Intropeksi

    Ketua DWP Morotai Minta HUT DWP Ke-24 Dijadikan Bahan Evaluasi Dan Intropeksi

    • calendar_month Sen, 18 Des 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Morotai- Mahabari.Com, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Nursina Rajak Lotar, minta agar Hari Ulang Tahun (HUT) DWP yang ke-24 tahun 2023 dijadikan sebagai Instrumen untuk berbenah. “Saya berharap kegiatan ini bukan hanya seremonial tapi kita jadikan sebagai reverensi, evaluasi serta introspeksi, agar kedepan kita mampu meningkatkan kinerja dalam kepengurusan DWP […]

  • Sultan Tidore Siap Jadi Bakal Calon Gubernur Malut Jika Masyarakat Dukung

    Sultan Tidore Siap Jadi Bakal Calon Gubernur Malut Jika Masyarakat Dukung

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE- Kontestasi politik akan digelar di tahun 2024 mendatang, meski begitu saat ini Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara sudah mulai terlihat, dengan banyaknya tokoh- tokoh yang mulai melakukan persiapan, dan salah satu tokoh diantaranya Sultan Tidore Husain Alting Sjah yang juga merupakan Anggota DPD RI Dapil Maluku Utara. Baca Juga  LBH […]

  • Puluhan Siswa SMP Negeri Unggulan Saruma Diduga Keracunan Makanan Kantin Sekolah

    Puluhan Siswa SMP Negeri Unggulan Saruma Diduga Keracunan Makanan Kantin Sekolah

    • calendar_month Sel, 16 Sep 2025
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    HALSEL, Mahabari.com – Sebanyak 10 siswa SMP Negeri Unggulan Saruma, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), dilarikan ke Puskesmas Labuha setelah mengalami gejala sakit perut, mual, muntah, dan pusing. Mereka diduga mengalami keracunan makanan usai sarapan di kantin sekolah pada Senin (15/9/2025) pagi. Menurut informasi yang dihimpun, menu sarapan pagi itu terdiri dari nasi, sayur waluh (labu […]

expand_less