Serap Aspirasi Warga Jati, Nurjaya Fokus Masalah Urgent
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month Rab, 16 Sep 2026

Nurjaya Hi Ibrahim Anggota DPRD Kota Ternate Dapil II. (MahabariFoto)
TERNATE, Mahabari.com – Anggota DPRD Kota Ternate Daerah Pemilihan (Dapil) II Ternate-Moti, Nurjaya Hi Ibrahim, memanfaatkan masa reses dengan turun langsung menemui warga Kelurahan Jati, Selasa (15/9/2026).
Dalam agenda tersebut, Nurjaya tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menyerahkan bantuan sektor pertanian kepada warga penerima manfaat.
Ia mengatakan, pelaksanaan reses kali ini dikemas dalam skala yang lebih besar untuk mengakomodasi penyaluran bantuan pertanian sekaligus membuka ruang bagi masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
“Karena ada permintaan saat reses, khususnya terkait sektor pertanian, sehingga pada kesempatan ini saya memberikan bantuan,” ujar Nurjaya.
Selain bantuan pertanian, warga Kelurahan Jati turut menyuarakan sejumlah persoalan infrastruktur yang dinilai belum mendapat penanganan maksimal. Aspirasi tersebut antara lain menyangkut drainase di RT 10, pemagaran lahan pemakaman umum di RT 12, serta pembangunan dan pembenahan infrastruktur permukiman.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Nurjaya menyatakan akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan.
“Saya akan tinjau langsung drainase di RT 10 dan perkuburan di RT 12 terlebih dahulu,” katanya.
Persoalan infrastruktur tersebut menjadi sorotan warga lantaran usulannya disebut telah disampaikan berulang kali sejak era 1990-an. Namun, hingga kini sejumlah kebutuhan dasar itu belum juga terealisasi.
“Masyarakat juga meminta agar lahan perkuburan diberikan pagar. Kemudian terkait infrastruktur, permintaan itu sudah disampaikan sejak tahun 1990-an, dari lurah ke lurah, tetapi belum pernah direalisasikan,” jelasnya.
Nurjaya mengakui keterbatasan anggaran menjadi salah satu tantangan dalam mengakomodasi seluruh aspirasi masyarakat. Karena itu, ia memastikan usulan yang masuk akan dipetakan berdasarkan tingkat kebutuhan dan urgensinya.
“Anggaran Pokir kali ini terbatas, sehingga kita fokus pada persoalan yang dianggap paling urgen,” tuturnya.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, keterbatasan anggaran tidak berarti seluruh aspirasi masyarakat diabaikan. Menurutnya, usulan akan diakomodasi secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran.
Ia juga memastikan akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sejumlah fasilitas yang dikeluhkan warga. Langkah tersebut dilakukan agar penanganan yang nantinya diusulkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kelurahan Jati.
- Penulis: Tim Redaksi
- Editor: Faisal


