Breaking News
light_mode
Beranda » Kata Mereka » Meningkat Kekerasan Perempuan dan Anak, Aktivis Kritik Peran Negara

Meningkat Kekerasan Perempuan dan Anak, Aktivis Kritik Peran Negara

  • account_circle Faisal
  • calendar_month Sen, 16 Mar 2026

TERNATE, Mahabari.com – Direktur Daurmala, Nurdewa Syafar, mendorong penguatan solidaritas organisasi perempuan di Maluku Utara guna menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dinilai masih tinggi setiap tahunnya.

Menurut Nurdewa, kerja penanganan kekerasan berbasis gender tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri oleh organisasi perempuan. Dibutuhkan kolaborasi lintas lembaga agar upaya pencegahan dan pendampingan korban bisa berjalan efektif.

“Perkumpulan perempuan atau solidaritas perempuan harus dibangun kembali. Kita harus bersama-sama melakukan penjagaan terhadap kekerasan dan ketidakadilan berbasis gender terhadap perempuan dan anak,” kata Nurdewa dalam kegiatan kampanye International Women’s Day.

Ia menjelaskan, data kasus kekerasan terhadap perempuan di Maluku Utara setiap tahun masih menunjukkan tren tinggi. Bahkan berdasarkan data layanan berbagai lembaga, angka kasus sempat mendekati 200 kasus per tahun. Data tersebut merupakan hasil penggabungan dari berbagai lembaga layanan, mulai dari lembaga swadaya masyarakat hingga instansi pemerintah yang menangani isu perempuan.

“Kalau kita komposisi kan dengan jumlah penduduk Maluku Utara, angka ini cukup tinggi,” ujarnya.

Nurdewa juga menyoroti dampak sosial dari ekspansi sektor tambang yang terjadi di beberapa wilayah Maluku Utara. Menurutnya, perlu perhatian serius karena ekspansi industri sering diikuti dengan persoalan sosial yang berdampak pada perempuan dan anak.

“Ekspansi tambang juga membawa ekspansi sosial yang tinggi, dan dampaknya sering dirasakan oleh perempuan dan anak,” jelasnya.

Selain kekerasan, sejumlah persoalan lain yang juga menjadi perhatian adalah HIV dan infeksi menular seksual, kekerasan dalam rumah tangga, ketidakadilan gender, hingga kemiskinan perempuan. Karena itu, ia menilai penyelesaian masalah perempuan tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) saja.

“Dinas Pemberdayaan Perempuan tidak mungkin menyelesaikan semua isu perempuan sendiri. Harus ada kolaborasi dari organisasi perempuan dan dukungan sistem dari negara melalui program berbasis anggaran,” tegasnya.

Ia juga menilai keterlibatan berbagai organisasi perempuan dapat membantu pemerintah daerah dalam menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak secara bertahap.

Sementara itu, anggota DPD RI, Hasbi Yusuf, menegaskan bahwa persoalan perempuan bukan sekadar isu domestik, tetapi merupakan isu negara dan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, isu perempuan mencakup berbagai persoalan mendasar seperti kekerasan seksual, diskriminasi upah, ketidakadilan gender, serta perlindungan anak.

“Isu perempuan bukan hanya urusan perempuan. Ini isu negara, isu politik, dan isu semua elemen bangsa,” kata Hasbi.

Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan perempuan dalam pemerintahan tidak otomatis menjamin kebijakan yang berpihak pada perempuan.

“Perempuan memimpin tidak otomatis berarti memperhatikan agenda perempuan. Karena itu perlu kebijakan penganggaran yang benar-benar ramah perempuan,” ujarnya.

Hasbi juga mendorong terbentuknya “rumah besar perempuan”, yakni kolaborasi berbagai organisasi perempuan dalam satu agenda bersama. Menurutnya, organisasi perempuan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

“Semua elemen perempuan harus bersatu dalam satu payung besar. Dengan begitu isu perempuan bisa diperjuangkan secara lebih kuat,” katanya.

Sebagai anggota DPD RI, Hasbi berkomitmen mendorong agar berbagai persoalan perempuan di daerah dapat diangkat menjadi isu nasional, termasuk dalam bentuk kebijakan dan regulasi.

“Selama ini ada keterputusan antara teman-teman di daerah dengan kami di pusat. Karena itu isu-isu lokal harus didorong menjadi isu nasional,” ujarnya.

Selain itu, ia juga membuka peluang dukungan melalui program pemberdayaan perempuan, seperti program vokasi, pendidikan, hingga beasiswa bagi anak-anak dari komunitas perempuan.

“Ini salah satu cara kami membantu penguatan kapasitas perempuan di Maluku Utara,” tutup Hasbi.

  • Penulis: Faisal
  • Editor: Faisal

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Sula Kritik Disnaker Soal Penanganan Kasus PT MTP

    DPRD Sula Kritik Disnaker Soal Penanganan Kasus PT MTP

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Ihsan
    • 0Komentar

    SANANA, Mahabari.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kepulauan Sula, melalui Komisi II menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), terkait persoalan yang terjadi di PT Mangoli Timber Producers (MTP), yang beroperasi di Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Senin (26/1/2026). Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Sula, Rian Adianto Ruslan mengatakan, RDP tersebut […]

  • Irawati Nurman Caleg PBB Terpilih Dapil II Kota Ternate Selatan Dan Moti

    Pasca Pleno KPU Ternate, Irawati Nurman Beri Ucapan Terima Kasih Ke Pendukung

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com- Caleg anggota DPRD dapil 2 Kota Ternate Selatan Dan Moti, Irawati Nurman dari Partai Bulan Bintang (PBB) berhasil merebut satu kursi dapil 1 Ternate selatan dan moti. Saat di temui awak media pasca Pleno Tingkat KPU kota Ternate di hotel jati, kelurahan jati kota Ternate Selatan. Senin (05/03/24). Irawati Nurman mengatakan, sebagai pendatang […]

  • TAPD Pemda Halut Bakal Rapat Bersama Kontraktor Bahas Pembiayan Paket Proyek

    TAPD Pemda Halut Bakal Rapat Bersama Kontraktor Bahas Pembiayan Paket Proyek

    • calendar_month Sel, 3 Okt 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TOBELO-Mahabari.Com, Tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), bakal gelar rapat bersama OPD dan Kontraktor. Terkait pembahasan pembayaran paket pekerjaan. Pasalnya kondisi keuangan daerah tidak stabil, mengantisipasi pembiayaan paket pekerjaan berjalan di tahun 2023, Pemda Halut melalui TAPD bakal gelar rapat bersama Organisasi perangkat daerah (OPD) pemilik paket pekerjaan, dan Kontraktor. Baca Juga  […]

  • Kakanwil Malut Dorong Pegawai Kemenkum Lanjut Pendidikan di UT Ternate

    Kakanwil Malut Dorong Pegawai Kemenkum Lanjut Pendidikan di UT Ternate

    • calendar_month Kam, 6 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Universitas Terbuka (UT) Ternate, menggelar kegiatan sosialisasi program pendidikan bagi pegawai Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Maluku Utara. Pada Kamis (06/02/2025). Acara ini berlangsung di Aula Kanwil Kemenkum Maluku Utara dan dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenkumham, Budi Argap Situngkir, Direktur Universitas Terbuka Ternate, Dr. Muhlis Hafel, serta jajaran pimpinan di Kanwil […]

  • Sopir Angkot di Ternate Keluhkan Rencana Kenaikan BBM Subsidi

    Sopir Angkot di Ternate Keluhkan Rencana Kenaikan BBM Subsidi

    • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE– Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang santer dibicarakan Pemerintah Pusat dan DPR RI, ini membuat Sopir Angkot di Ternate mengeluh. Salah satu sopir angkot Yusup saat ditemui media ini mengatakan, rencana kenaikan BBM subsidi jenis Pertalite akan menambah penderitaan masyarakat, terutama sopir angkot di Kota Ternate. Baca Juga  […]

  • Dugaan KDRT Oknum Anggota DPRD Kota Ternate, BK Masih Minta Keterangan Saksi

    Dugaan KDRT Oknum Anggota DPRD Kota Ternate, BK Masih Minta Keterangan Saksi

    • calendar_month Kam, 4 Agu 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE – Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate sudah melakukan pertemuan bersama oknum anggota DPRD inisial RL untuk meminta keterangan terkait dugaan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang di tuduhkan itu. “Kita sudah melakukan pemeriksaan pendahuluan kepada saudara RL untuk mengklarifikasi dugaan kasus yang sudah diberitakan di media beberapa […]

expand_less