Perpusnas RI Akreditasi 105 Perpustakaan di Ternate dan Tidore
- account_circle Faisal
- calendar_month Sen, 15 Des 2025

Perpustakaan Nasional RI gelar akreditasi perpustakaan untuk sekolah tingkat SD, SMP, SMA dan perpustakaan kelurahan. (MahabariFoto)
TERNATE, Mahabari.com – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menggelar kegiatan Akreditasi Perpustakaan Tahun 2025 selama dua hari dengan melibatkan sedikitnya 105 peserta dari perpustakaan sekolah dan perpustakaan kelurahan. Senin (15/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh perpustakaan tingkat SD, SMP, SMA, serta pengelola perpustakaan kelurahan di Kota Ternate dan Kota Tidore. Dari total peserta, sebanyak 94 perpustakaan berasal dari Kota Ternate dan 11 dari Kota Tidore. Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam dua hari, dengan 54 peserta mengikuti asesmen pada hari pertama dan 51 peserta pada hari kedua. Panitia juga masih membuka kesempatan bagi peserta yang belum hadir pada hari pertama untuk mengikuti proses akreditasi di hari berikutnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Ternate, Safiah M. Nur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan akreditasi perpustakaan tahun 2025 dilaksanakan dalam keadaan sehat walafiat. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Asesor dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) yang telah hadir dan meluangkan waktu untuk mendampingi proses akreditasi.
“Atas nama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah serta seluruh peserta, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu Tim Asesor dari Perpustakaan Nasional. Kehadiran Bapak/Ibu merupakan kehormatan sekaligus motivasi besar bagi kami untuk terus berbenah,” ujar Safiah.
Ia menjelaskan bahwa akreditasi perpustakaan merupakan proses pengakuan formal oleh Perpustakaan Nasional yang menyatakan bahwa lembaga perpustakaan telah memenuhi persyaratan pengelolaan sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan (SNP). Akreditasi tidak hanya menilai jumlah koleksi buku, tetapi juga mencakup layanan perpustakaan, ketersediaan dan kualitas fasilitas, sumber daya manusia (SDM), serta kegiatan literasi yang dijalankan.
“Sekarang penilaian bukan hanya soal memiliki seribu judul buku, tetapi juga dinilai dari layanan, fasilitas, SDM, hingga aktivitas perpustakaan. Karena itu, hasil akreditasi bisa berbeda-beda, ada yang memperoleh predikat B atau C. Untuk predikat A, masih menjadi tantangan karena masih terdapat sejumlah kekurangan,” jelasnya.
- Penulis: Faisal
- Editor: Faisal


