Dispersip: Launching dan Bedah Buku Pahlawan Nasional Baabullah Datu’ Syah Warnai Penguatan Literasi Sejarah di Ternate
- account_circle Faisal
- calendar_month Sen, 24 Nov 2025

Launching buku “Sultan Baabullah Datu' Syah, Pahlawan Nasional Sang Pembebasan dari Timur (1528–1583). (MahabariFoto)
TERNATE, Mahabari.com – Upaya pelestarian sejarah lokal kembali mendapat perhatian serius melalui peluncuran buku “Sultan Baabullah Datu’ Syah, Pahlawan Nasional Sang Pembebasan dari Timur (1528–1583)” yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Ternate, Senin (24/11/2025). Acara berlangsung khidmat di Pendopo Kraton Kesultanan Ternate dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Sosok Sultan Baabullah Datu’ Syah menempati posisi penting dalam sejarah kepahlawanan Nusantara. Sebagai pemimpin Ternate di abad ke-16, Baabullah dikenal sebagai figur yang berhasil menghadapi tekanan kolonial Portugis, salah satu kekuatan global dunia pada masanya. Ia tidak hanya menunjukkan kemampuan militer, tetapi juga kedewasaan moral yang melampaui zamannya.
Dalam masa ketika perang kerap berlangsung brutal (bellum injustum), Baabullah tampil sebagai pemimpin beradab yang mengutamakan strategi, diplomasi, kolaborasi, dan nilai-nilai kemanusiaan. Warisan kepemimpinannya menjadi memori kolektif bangsa dan relevan bagi pembentukan karakter generasi saat ini.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, secara resmi membuka kegiatan launching dan bedah buku tersebut. Dalam sambutannya, Tauhid menegaskan bahwa upaya pengusulan tokoh-tokoh lokal sebagai pahlawan nasional merupakan bagian dari tanggung jawab sejarah masyarakat Maluku Utara.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya Pemerintah Kota Ternate bersama Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) telah menginisiasi pengusulan Sultan Iskandar Dibirsa sebagai pahlawan nasional. Namun, upaya tersebut belum dapat disetujui karena beberapa dokumen pendukung dinilai belum memenuhi standar penetapan.
“Perjalanan mengusulkan Sultan Baabullah sebagai pahlawan nasional saja membutuhkan waktu panjang. Meskipun sejumlah monumental seperti penamaan Bandara Babullah dan Korem 152 Babulah telah kita lakukan, prosesnya tetap membutuhkan kajian komprehensif,” kata Tauhid.
Ia menambahkan, keberhasilan usulan Sultan Baabullah disahkan pada masa kepemimpinan Wali Kota almarhum Burhan Abdurrahman menjadi pengalaman penting yang perlu diteruskan. Saat ini, Pemkot Ternate kembali mendorong pengusulan Sultan Iskandar Jabir Syah sebagai pahlawan nasional.
“Oleh karena itu kita perlu mengumpulkan dokumen, memperkuat kajian, dan menghadirkan dorongan semua pihak. Semoga perjuangan ini dapat terwujud,” ujarnya.
- Penulis: Faisal
- Editor: Faisal


