Tembakan Gas Air Mata Nyasar di Rumah Warga, Lansia 107 Tahun dan Anak-Anak Jadi Korban Gas Air Mata
- account_circle Admin
- calendar_month Sen, 1 Sep 2025

Seorang warga mengaku kaca jendela rumahnya pecah akibat selongsong gas air mata yang ditembakkan. (MahabariFoto)
TERNATE, Mahabari.com – Aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Ternate, Senin (1/9/2025), berakhir ricuh setelah massa aksi dan aparat kepolisian terlibat saling dorong. Situasi makin panas ketika aparat mengerahkan mobil water cannon untuk menyemprotkan air ke arah demonstran yang menolak mundur.
Tidak berhenti di situ, polisi kemudian menembakkan gas air mata. Namun, tembakan tersebut tidak hanya menyasar massa aksi, melainkan juga menyasar di halaman rumah warga sekitar yang tinggal di Kelurahan Kalumata, RT 7 RW 3 mengalami dampak tersebut.
Sejumlah warga terdampak, di antaranya Hajar Gamtohe (107), Sifa Alabaar (62), Aswia Sidaba (50), Jaina (80), serta sejumlah anak-anak; Alfarizki (2), Nurul Fatiha (8), Subhan (4), dan Alfati (1). Mereka mengalami sesak napas hingga iritasi mata.
Seorang warga mengaku kaca jendela rumahnya pecah akibat selongsong gas air mata yang ditembakkan.
“Dorang tembak sembarang, dan selongsong jatuh tepat di halaman saya dan ada yang jatuh di atap lantai dua rumah. Sehingga asap masuk di dalam rumah. Padahal di dalam ada nenek saya yang umurnya 100 tahun lebih,” ujarnya kesal.
Sang nenek pun harus dievakuasi karena mengalami gangguan pernapasan. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media Mahabari.com seorang lansia yang berusia 107 tahun itu langsung mengalami trauma hingga suhu badan meningkat.
Kondisi serupa dialami sejumlah anak yang menangis histeris akibat sesak napas.
“Banyak anak-anak langsung sesak dan matanya perih, warga terpaksa mengevakuasi mereka menjauh dari lokasi,” tutur ibu korban nurdalifa
Insiden ini membuat warga sekitar kecewa, karena mereka yang tidak ikut aksi justru ikut menjadi korban. Warga pun mendesak kepolisian untuk bertanggung jawab atas kejadian ini.
Terpisah, Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, mengaku akan turun langsung memantau kondisi warga terdampak. Ia menegaskan penggunaan gas air mata di lapangan sudah sesuai aturan.
“Gas air mata tidak berbahaya kalau di ruang terbuka, yang berisiko kalau di ruang tertutup, apalagi bagi penderita asma. Namun tetap akan kami evaluasi,” kata Waris Agono.
Ia menambahkan bahwa tembakan gas air mata tidak bisa diarahkan secara spesifik. “Kami tidak mungkin sengaja menembak ke warga. Mungkin jatuh ke arah rumah karena selongsong gas air mata itu bisa melambung,” jelasnya.
Peristiwa ini masih menyisakan trauma bagi warga, khususnya lansia dan anak-anak yang menjadi korban Gas Air Mata.
Peliput: Faisal
Editor: Faisal
- Penulis: Admin



