Home / Headline

Rabu, 8 November 2023 - 14:20 WIT

Sejumlah Dokter Ancam Boikot Poliklinik RSUD Tobelo


Sejumlah Dokter bertemu Wabup Halut di Ruangan

Sejumlah Dokter bertemu Wabup Halut di Ruangan


Buntut Enam Bulan Gaji Belum Dibayar

TOBELO-Mahabari.Com, Sejumlah Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) bereaksi mengancam bakal memboikot Poli RSUD Tobelo. Ancaman itu, Para dokter buntut belum menerima Gaji dan insentif dari Pemerintah Daerah (Pemda) Halut selama Enam bulan.

Ancaman boikot para dokter itu, lansung mendapat perhatian dari Pemda Halut, hingga menggelar rapat bersama Pemda dipimpin Wakil Bupati Halut Muchlis Tapi Tapi bersama sejumlah Dokter yang menuntut.

Pasalnya dalam pertemuan tersebut ada beberapa tenga medis di rumah sakit mengeluhkan kepada wakil bupati mengenai dengan hak belum terbayar, saat menjalankan tugas di RSUD Tobelo.

ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Halut dr. Rivan Hododjojo, mengatakan pihaknya menyerap aspirasi para dokter untuk mengkonsultasi kepeda Pemda Halut, terkait gaji dan insiatif yang belum sempat terbayar dari Dokter spealis dan dokter Umum.

Baca Juga  DPRD Halut “Geram” Kepala BKAD dan Dirut RSUD Abaikan Panggilan

“Sementara ini gaji yang telah dibayar untuk dr  ASN terakhir dibayar hanya sampai bulan mei, dan sampai saat ini gaji ANS belum terbayar hinga bulan November, Hal ini pun terjadi pada tenaga kontrak yang sempat terbayar gaji kontrak  sampai hinga bulan juni sampai saat ini belum juga terbayar” Bebernya

“Harapan hak hak para tenaga medis secepatnya dibayar, karean pihak nasrani akan memasuki bulan Desember  yang nantinya Natal, maka akan banyak kebutuhan, maka kami pun menuntut hak kami menimalnya 3 bulan untuk insentif.” Jelasnya.

Baca Juga  Netralitas Pemilu 2024, Polri Minta Masyarakat Taksebarkan Isu Hoax

Ia menegaskan, Apabila tuntutan para dokter tidak terpenuhi, maka pihak tenaga medis akan melakukan gerakan aksi protes, hingga memboikot poliklinik di rumah sakit hingga hak kami terpenuhi,”Jelasnya.

Lanjut ia, sikapnya sudah jelas, untuk pelayanan imerjensi di IGD RSUD pasien rawat nginap tetap dilayani, namun pasien rawat jalan untuk poli akan ditutup,

“karena prioritas kami tetap melayani pasien imergensi rawat nginap,untuk rawat jalan tidak begitu berdampak kapan saja bisah dikontrol, sekalipun akan diadakan aksi kami tetap melayani.” Bebernya.

Ia menjelaskan terkait aksi ini, lantaran informasi yang diterima  dengan adanya penundaan gaji, karena keuangan daerah nihil, sehinga tidak membayarkan gaji para dr ASN dan tenaga Kontrak dari pihak drektur maupun keuangan,

Baca Juga  Karyawan Selenggarakan Ibadah Natal di Gereja POG & Manajemen NHM Hadiri Natal Pemda

“sehinga hal ini sudah berlarut larut tertunda hinga kami dengan terpaksa menyuarakan” Jelasnya.

Sementara wakil bupati Muhlis Tapi Tapi mengatakan, pihak Pemda sangat merespon baik atas kehadiran dr ASN maupun kontrak. Muhlis berjanji akan menyelesaikan hal ini, dan nantinya berkordinasi dengan Bupati dan pihak kabag keuangan untuk melihat kondisi keuangan agar dapat diselesaikan

“sangat mengapresiasi kepada dr ASN da tenaga Kontrak ,karena sampai saat ini mesih bertahan dengan adanya kondisi daerah. Saya akan memangil pihak drektur dan keuangan untuk menhgitung angaran tersebut” Tutup Muhlis

Peliput Vikri

Editor Jumar


Baca Juga

Headline

KNTI Dan Nelayan Di Kecamatan Mortim Gelar Diskusi Perunahan Iklim Pesisir

Headline

Sengketa Enam Desa Halut – Halbar Masih Polemik

Headline

Polres Ungkap Pelaku Penganiayaan Samuda Galela

Headline

Anggaran Rp.1,9 Miliar Di Siapkan Untuk Renovasi Mesjid DPRD Kota Ternate

Headline

Kegiatan Anak Kandung Presiden di Malut Diduga Tabrak Aturan Kampanye

Headline

Ketua DWP Morotai Minta HUT DWP Ke-24 Dijadikan Bahan Evaluasi Dan Intropeksi

Headline

Si Jago Merah Beraksi Satu Rumah Warga Jati Perumnas Ludes

Headline

Ini Aturan Kampanye 2024 Yang Bisa Dan Tidak Boleh Dilakukan