Breaking News
light_mode
Beranda » Home » PT NHM dan PT Sarbi ML Abaikan Proyek Reboisasi DAS di Galela

PT NHM dan PT Sarbi ML Abaikan Proyek Reboisasi DAS di Galela

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sen, 11 Sep 2023

TERNATE-Mahabari.Com, Kontraktor PT Sarbi Moerhany Lestari PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) dinilai mengabaikan tanggung jawab reboisasi Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Hal itu disampaikan Ketua Umum Ampp-Togammoloka Muhammad Iram Galela.

Pasalnya Sejak tahun 2017 Pihak PT. Sarbi Moerhani Lestari melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR)/Tanggung jawab sosial perusahaan milik PT. Nusa Halmahera Minerals (NHM).

“PT. Sarbi Moerhani Lestari alias perusahaan pemenang tender yang bergerak dalam bidang Reboisasi kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kecamatan Galela Kabupaten Halmahera Utara diantaranya petani Desa Togawa Besi, Desa Togawa, Desa Soakonora, Desa Igobula, Desa Ori, Desa Bale dan Desa Samuda yang kurang leblih luas reboisasi  DAS 1.966 (Seribu Sembilan Ratus Eman Puluh Enam)  Hektar”. Tutur Iram

Senada PAO. Ampp Togammoloka Fuji Pangandro mengatakan, Berdasarkan kesepakatan melalui sosialisasi bahwa aktifitas reboisasi yang melibatkan petani pemilik lahan tersebut, bahwa jumlah tanaman itu, secara otomatis milik petani, jika pelaksanaan kegiatan reboisasi kawasan DAS petani Galela.

Anehnya sampai hari ini, Memasuki 6 tahun, belum juga dipastikan status tanaman itu milik petani.”Kami khawatir jika perusahaan PT. NHM dikemudian hari mengklaim status tanaman petani pemilik lahan, merupakan milik perusahaan. Maka sudah pasti kondisi struktur sosial petani sangat disayangkan apalagi tanamannya berada didalam kegiatan reboisasi lahan milik petani penggarap”. Ujarnya.

“Kami sudah lama mengikuti perkembangan PT. NHM dan PT. Sarbi dalam melaksanakan rehab DAS di Galela, kemarin petani telah menebang beberapa pohon dari program DAS, menurut masyarakat petani penggarap bahwa pihak PT. NHM sengaja mempermainkan petani lewat modus-modus semacam ini alias tidak memberikan kepastian tanaman dalam rehab DAS adalah benar-benar milik petani, Dalam waktu dekat, kita juga akan melakukan full up terkait dengan masalah ini” Tegas Fuji.

Lanjut ia, Masyarakat Galela khususnya pemilik lahan atau penggarap, sudah kehabisan sabar. Sehingga para petani menggelar pembakaran papan proyek rehab DAS II dan menebang tanaman-tanaman yang ditanami di lahan perkebunan masyarakat di Wilayah Kec. Galela Selatan : Desa Togawa Besi, Desa Togawa, Desa Soakonora, Desa Igobula dan Desa Samuda.

PT. NHM gagal dalam tanggung jawabnya menjalankan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) sebagai tanggung jawab; Pasti dalam mengeksploitasi sumberdaya mineral emas diwilayah hutan Kabupaten Halut, IPPKH yang dimiliki oleh PT. NHM dibawa pimpinan H. ROBERT NITIYUDO WACHJO dalam program rehab DAS II dengan luas wilayah 1.966 Ha, yang dilakukan sejak tahun 2017-2021 hingga saat ini diakhir tahun 2023 tidak kunjung diselesai.

“Bahkan terjadi pembiaran begitu saja tanaman-tanaman yang suda ditanami selama 2 tahun dilahan perkebunan dan lahan pertanian masyarakat yang saat ini berdampak pada kegaduhan dan potensial konflik.” Bebernya.

PT. NHM melalui perpanjangan tangan PT. SARBI Moherhany Lestari, sebagai pelaksana dilapangan, sampai saat ini tidak melakukan penilain akhir tanaman secara prosedur teknis, dan penyerahan dokumen kepada pemerintah terkait. Buktinya tanggung jawab pemegang IPPKH menyalahi Peraturan Pemerintah Permenhut No. 18/Menhut-II/2011 dan SK IPPKHNo.497/Menhut-II/2013 tanggal 15 Juli 2013,

Perusahaan tambang pemegang IPPKH berkewajiban, dan bertanggung jawab atas program rehab DAS. Kegagalan  PT. NHM menjalankan IPPKH berdampak buruk kepada masyarakat. Selama proses rehab DAS II tidak dilakukan penilaian, penyerahan dokumen akhir kepada pemerintah sebagai perwakilan masyarakat.

“nantinya hasil dari program rehab DAS II itu dimanfaatkan oleh masyarakat pemilik lahan itu sendiri, maka tanaman-tanaman yang berada dilahan masyarakat masih tetap berstatus milik PT. NHM yang sewaktu-waktu pihak PT. NHM dapat mengklaimnya.” Jelasnya.

PT NHM dengan luas wilayah kerja IPPKH 29.622 Hektar sesuai kontrak karyanya dengan pemerintah Indonesia, “sangat disayangkan lalai dan gagal dalam tanggung jawabnya sehingga masyarakat pemilik lahan di wilayah DAS II berharap kepada pemerintah agar segerah menertibkannya.” Akhirinya.

Peliput M Faisal

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan RS Pratama Makian, Diduga Belum Kantongi Izin Galian C

    Pembangunan RS Pratama Makian, Diduga Belum Kantongi Izin Galian C

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    HALSEL Mahabari.com – Pembangunan Rumah Sakit Pratama Makian, diduga mengambil material secara ilegal, di Desa Rabutdaiyo, Kecamatan, Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, kamis, (14/2/2025). Pasalnya, Kepala Desa, Rabutdaiyo, Abdurahman Walanda, saat dikonfirmasi awak media membenarkan hal tersebut. Dirinya mengaku bahwa memang betul adanya aktivitas galian C, berupa pengambilan material, akan tetapi Sebelumnya mereka […]

  • Gunung Merapi Ibu Masuk Level II Dandim Himbau Warga Waspada Erupsi

    Gunung Merapi Ibu Masuk Level II Dandim Himbau Warga Waspada Erupsi

    • calendar_month Kam, 9 Nov 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE-Mahabari.Com, Kodim 1501/Ternate, Halmahera Barat – Telah di peroleh informasi dari Pos Pengamatan Gunung Api Ibu oleh bapak Ridwan Jalil, terkait dengan perkembangan Erupsi Gunung Ibu, bertempat di kantor Pos Pengamatan Gunung Ibu Desa Gamici Kecamatan Ibu Tengah, Kabupaten Halmahera Barat, Dalam kejadian ini Dandim 1501/Ternate Letkol Arm Adietya Yuni Nurtono, S.H., “mengatakan, Masyarakat di […]

  • Bassam Kasuba Ingatkan ASN–PPPK Soal Kedisplinan

    Bassam Kasuba Ingatkan ASN–PPPK Soal Kedisplinan

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Fahrun
    • 0Komentar

    HALSEL, Mahabari.com – Pemerintah Daerah, Kabupaten Halmahera Selatan. Menggelar apel mingguan di Lapangan Upacara Kantor Bupati. Senin (26/1/2026). Apel tersebut merupakan agenda rutin dalam rangka memastikan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di lingkungan Pemkab Halsel. Apel mingguan dipimpin langsung oleh Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, didampingi […]

  • DPRD Ingatkan Risiko, Pemerintah Gunakan DAU untuk Tanggung KMP Gagal

    DPRD Ingatkan Risiko, Pemerintah Gunakan DAU untuk Tanggung KMP Gagal

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate, Farizal S. Teng, menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan program Koperasi Merah Putih, menyusul penempatan dana pemerintah pusat sebesar Rp200 triliun di seluruh bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pernyataan ini disampaikan Farizal usai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan konsultasi bersama pihak Himbara serta […]

  • Bela Peduli, Bukber 1445 H, Dihadiri 1600 Kaum Duafa Dan Anak Yatim

    Bela Peduli, Bukber 1445 H, Dihadiri 1600 Kaum Duafa Dan Anak Yatim

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Sebanyak 1100 Anak yatim piatu, kaum duafa, ibu pengurus Panti Asuhan, Panti Jampo dan lansia, juga kerabat drivers Badara Babullah Ternate hadiri dalam buka puasa bersama yang dilaksanakan Bela Peduli. “Dengan Momentum Ramadhan 1445 Hijriyah, Kita Rajut Kebersamaan Dan Tingkatkan Persaudaraan” Buka puasa bersama Bela Peduli, rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang bulan […]

  • Tidak Miliki Izin, DPRD Minta Wali Kota Ternate Tertibkan Pembangunan Pasar Kotabaru

    Tidak Miliki Izin, DPRD Minta Wali Kota Ternate Tertibkan Pembangunan Pasar Kotabaru

    • calendar_month Sab, 17 Sep 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE– Pembangunan lapak pakaian di pasar Kotabaru tidak memiliki izin sesuai dengan regulasi yang berlaku, sehingga DPRD Kota Ternate meminta Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman untuk menertibkan pedagang pasar di Kotabaru. Hal ini disampaikan, Ketua Komisi II DPRD Kota Ternate Mubin A Wahid saat di konfirmasi mengatakan, pembangunan lapak pasar pakaian di Kotabaru […]

expand_less