Pemkot Ternate Berbenah Melalui Aplikasi Srikandi, 33 OPD dan 8 Kecamatan Ikut Serta
- account_circle Admin
- calendar_month Sel, 1 Jul 2025

Ketua Tim Pelaksana Internal Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Dispersip Kota Ternate, Johanna Lusje Lethulur, (MahabariFoto)
TERNATE, Mahabari.com – Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip), terus mendorong percepatan penerapan aplikasi Srikandi di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan kecamatan.
Setelah berlangsung selama sepekan sejak 23 Juni, kegiatan bimbingan teknis (bimtek) ini resmi berakhir pada Senin, 1 Juli 2025.
Ketua Tim Pelaksana Internal Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Dispersip Kota Ternate, Johanna Lusje Lethulur, menjelaskan bahwa bimtek diikuti oleh 33 OPD dan 8 kecamatan, termasuk kecamatan terluar seperti Pulau Batang Dua, Hiri, dan Moti.
“Alhamdulillah, semua kecamatan yang kami undang hadir, termasuk tiga kecamatan terluar. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program Pemkot Ternate untuk percepatan SPBE melalui penerapan aplikasi Srikandi,” ujarnya.
Johanna menjelaskan, pihaknya telah melakukan pelatihan kepada Kasubag umum dan kepegawaian serta staf admin atau operator yang ditunjuk sebagai penanggung jawab atau admin aplikasi Srikandi di masing-masing OPD.
Menurutnya, pelatihan tersebut berjalan lancar dan akan terus dikawal melalui koordinasi dengan sekretaris OPD yang menjadi ketua tim internal SPBE di masing-masing instansi.
“Kami juga sudah membentuk grup melalui aplikasi tukar pesan untuk seluruh peserta bimtek sebagai media koordinasi. Dari situ kami bisa memantau perkembangan dan kendala yang dihadapi setelah pelatihan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa aplikasi Srikandi merupakan sistem kearsipan dinamis terintegrasi yang dirancang untuk efisiensi tata kelola persuratan.
Selain mendukung digitalisasi, aplikasi ini juga menjadi bagian dari upaya penghematan anggaran, khususnya dalam penggunaan kertas, Tuturnya.
Terpisah saat di konfirmasi awak media. Salah satu peserta bimtek, Raden Adjeng Julianti, staf kepegawaian Kecamatan Pulau Batang Dua, menyatakan bahwa aplikasi Srikandi sangat membantu dalam proses surat menyurat.
“Dengan aplikasi ini, surat tidak lagi harus dicetak. Proses disposisi dan tanda tangan sudah digital, sehingga menghemat waktu dan tenaga,” ungkap Adjeng.
Namun demikian, Adjeng berharap pemerintah juga memperhatikan infrastruktur jaringan internet, khususnya bagi kecamatan di luar wilayah kota.
“Kami di Pulau Batang Dua masih menghadapi keterbatasan jaringan, yang tentu berpengaruh terhadap kelancaran aplikasi,” tutupnya.
Peliput: Faisal
Editor: Faisal
- Penulis: Admin


