Pemkot Ternate Dorong Optimalisasi Penggunaan Aplikasi Srikandi Tata Naskah Dinas
- account_circle Admin
- calendar_month Sel, 24 Jun 2025

Bimtek SPBE Arsip Srikandi Berbasis Digitalisasi. (MahabariFoto)
TERNATE, Mahabari.com – Pemerintah Kota Ternate, terus mendorong percepatan implementasi aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi). Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan camat se-kota Ternate.
Aplikasi ini menjadi bagian penting dari upaya digitalisasi tata kelola persuratan pemerintahan dan peningkatan indeks, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Ternate, Rukmini A. Rahman menyampaikan bahwa, aplikasi Srikandi merupakan sistem persuratan nasional yang dikembangkan oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Tujuannya untuk menciptakan efisiensi dalam pengelolaan arsip dan surat menyurat antar instansi pemerintah. Ungkapnya. Selasa (24/06/2025).
“Dengan penggunaan aplikasi Srikandi, kita bisa menghemat penggunaan kertas dan alat tulis kantor (ATK). Semua arsip surat tar digitalisasi dan bisa diakses dengan mudah oleh Dinas Kearsipan,” jelas Rukmini dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Srikandi yang digelar di Kantor Dispersip Ternate.
Meski aplikasi ini seharusnya sudah mulai diterapkan sejak 2022. Kota Ternate dinilai belum maksimal dalam implementasinya. Untuk itu, Pemkot melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip), menggelar bimtek guna memperkuat pemahaman teknis OPD terkait penggunaan aplikasi tersebut.
Menurut Rukmini, Srikandi juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian SPBE. Karena itu, ia berharap seluruh OPD seharusnya serius menerapkan aplikasi ini dalam sistem persuratan mereka.
“Pak Sekda berharap penggunaan aplikasi ini bisa terpantau secara sistemik. Dengan begitu, wajah digital Kota Ternate tidak hanya tercermin dari masyarakat, tapi juga dari cara kerja pemerintah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Internal SPBE Dispersip Kota Ternate, Johanna Lusje Lethulur menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi Srikandi menjadi kewajiban nasional bagi seluruh OPD di Indonesia.
Ia menyebutkan, sistem ini merupakan platform persuratan elektronik terintegrasi yang menjadi penilaian langsung pemerintah pusat terhadap pelaksanaan SPBE di daerah.
“Kami di Dispersip terus melakukan pelatihan, dan saat ini sudah masuk bimtek keempat. Namun karena ada beberapa pegawai yang pindah tugas. Diperlukan pelatihan ulang,” ujarnya.
Johanna menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Srikandi sangat bergantung pada komitmen bersama seluruh aparatur sipil negara, dari level pimpinan hingga staf teknis. Sehingga Dispersip Ternate terus mendorong Pelaksanaan Srikandi yang merupakan salah satu indikator penilaian SPBE secara umum
“Ini menjadi tamparan bagi kita. Akses dan fasilitas kita sudah memadai, tapi masih kurang di sisi pelaksanaan. Maka yang diperlukan sekarang adalah komitmen nyata dari semua pihak,” pungkasnya.
Peliput: Faisal
Editor: Faisal
- Penulis: Admin



