Breaking News
light_mode
Beranda » Home » Anak 15 Tahun Sering Mimisan Usai Dianiaya Oknum Polisi

Anak 15 Tahun Sering Mimisan Usai Dianiaya Oknum Polisi

  • account_circle Admin
  • calendar_month Sab, 27 Jan 2024

TERNATE MAHABARI.com -Paska penganiayaan, oleh oknum polisi berinisial WRA menggunakan kepalan tangan. Kepada Seorang siswa SMA Negeri 2 Kota Ternate berinisial DR (15) kerap mengalami perdarahan di hidung (mimisan).

Penganiayaan tersebut diduga dilakukan oknum Polisi berinisial WRA yang diketahui bertugas di Polda Maluku Utara. Tindakan tidak terpuji itu terjadi sejak tanggal 30 Oktober 2023 lalu sekitar pukul 20.30 WIT di Kelurahan Kalumata Puncak, Kota Ternate.

Ibu korban bernama Chici menceritakan kondisi anaknya kian memprihatinkan akhir-akhir ini usai mengalami tindakan kekerasan dari oknum Polisi. Putra bungsunya itu mulai mengurung diri dikamar karena merasa kesakitan dibagian kepala dan mengalami mimisan secara berulang.

“Sekarang hidungnya sensitif sekali, merasa dingin atau disentu agak keras langsung keluar darah. Di sekolah sering keluar darah juga, sehingga saya harus izin ke sekolah agar bisa pulang istrahat di rumah”, ujar Chici kepada sejumlah awak media, Minggu (21/01).

Chici mengaku sebelumnya anaknya tidak mengalami mimisan meski berada dicuaca dingin, bahkan aktif bermain diluar bersama teman-temanya. Namun, paska kejadian putra bungsunya harus lebih hati-hati beraktivitas agar tidak alami pendarahan.

“Jadinya keseringan mengeluh sakit kepala, badan gak enakan apalagi pas mimisan. Pokoknya gak tega melihat kondisinya begitu, tahunya dia aktif bermain tapi sekarang malah lebih mengurung diri di kamar”, pungkasnya.

Tak tega melihat kondisi anaknya, kata Chici, dirinya telah membuat pengaduan ke SPKT Polda Maluku Utara terkait penganiayaan anak dibawah umur sejak 31 Oktober 2023. Namun, laporan yang diadukan tidak ditindak lanjuti.

“Sudah lapor sejak Oktober lalu tapi tidak diproses sehingga saya kembali ke Polda untuk menanyakan kejelasan laporan saya. Diarahkan ke Krimum, namun sama saja, terkesan dipersulit dalam masalah anak saya”, ungkap Chici usai mendatangi Ditreskrimum Polda Maluku Utara, Jumat (19/01) dini hari.

Sementara Kasubak Pelayanan dan Pengaduan (Yanduan) Propam Polda Maluku Utara, Maruf Ibrahim mengatakan pihaknya sudah menerima laporan yang diduga dilakukan oknum Polisi dari pihak korban, namun harus sesuai prosedur.

“Sudah kami terima, hanya saja harus melaporkan tindak pidana kekerasannya dulu baru diproses kode etiknya. Kami sudah jelaskan, bahkan sudah dibuatkan surat pengantar untuk melakukan visum”, kata Maruf saat ditemui awak media, Senin (23/01).

Lebih lanjut, Maruf menegaskan pihaknya tidak tebang pilih dalam menindak oknum polisi yang melakukan tindakan kejahatan. Dia mengaku korban sudah disarankan membuat pengaduan tindak pidana agar segera diproses.

“Pengaduannya harus pidananya dulu baru diproses etiknya, ibarat perdata pidana didahulukan pidananya. Kendala salah satunya karena masalah ini juga di laporkan ke PPA untuk mendampingi, namun mereka juga lambat merespon”, tandasnya

Selain pengaduan kode etik ke Porpam, kata Maruf, pihak keluarga juga tidak proaktif sehingga kasus terhambat. Upaya mempertemukan kedua pihak dalam Restorative Justice juga sudah dilakukan namun tidak ada titik temu.

“Kalau pelapor tidak merespon jelas tidak bisa dipaksa, kalau diproses terus tiba-tiba diluar sudah ada kesepakatan untuk damai kan lebih repot lagi. Kemarin pelapor sudah membuat pengaduan pidananya, jadi semua pengaduan yang menyangkut anggota tetap diproses”, ungkapnya.

Perlu diketahui, informasi yang diterima awak media, kasus penganiayaan anak dibawa umur yang melibatkan oknum polisi berpangkat Bripda mulai dilidik Polda Maluku Utara dengan memeriksa saksi pelapor.

Peliput: Faisal

Editor: Kibo

  • Penulis: Admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yhudhihart Berjanji November Gelar Konfrensi Askab Halut

    Yhudhihart Berjanji November Gelar Konfrensi Askab Halut

    • calendar_month Sel, 17 Okt 2023
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Tiga Kandidat Bakal Berebut Ketua Askab TOBELO-Mahabari.com, Mendengar desakan sejumlah Klub Ketua Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) Halmahera Utara Yhudhihart Noya, berjanji bakal gelar Konfrensi Askab Halut pada November 2023. “ Saya pastikan Bulan muka November kita bakal gelar Konfrensi Askab Halut,” Ujar Yhudhihart, Selasa (17/10). Yhudhihart menjelaskan, Masa jabatan kepengurusan Askab Halut saat ini, […]

  • LPKA Ternate Belum Terima Surat Remisi 17 Agustus

    LPKA Ternate Belum Terima Surat Remisi 17 Agustus

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE– Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) klas II Ternate, Propinsi Maluku Utara, belum menerima surat resmi untuk remisi 17 Agustus warga binaannya, sebab LPKA Ternate sudah mengusulkan sebanyak 23 warga binaannya mendapatkan remisi. Baca Juga  Rilis Akhir Tahun 2024: Penanganan Kasus Reskrimum dan TP PemilukadaSaat dikonfirmasi mahabari.com Kepala LPKA Klas II.A Ternate Jayadi Kusuma […]

  • Mandek Bertahun-tahun RUU Adat, Willy: Perlu Suara Pemda, DPRD 

    Mandek Bertahun-tahun RUU Adat, Willy: Perlu Suara Pemda, DPRD 

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle Faisal
    • 0Komentar

    TERNATE, Mahabari.com – Janji tinggal janji. Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Hukum Adat kembali tersandera di meja parlemen. Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy, blak-blakan menyebut: mekanisme legislasi yang berulang dari nol setiap periode menjadi biang stagnasi. Menurutnya, usulan RUU ini sejatinya bukan barang baru. Ia menegaskan, hak inisiatif terhadap RUU Masyarakat Hukum Adat sejak awal […]

  • NHM Terima Kasih KPK Kerja Nyata Usut Tuntas Dugaan Suap di Pemprov Malut

    NHM Terima Kasih KPK Kerja Nyata Usut Tuntas Dugaan Suap di Pemprov Malut

    • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    Jakarta-Mahabari.com, Manajemen PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menyatakan pihaknya berterima kasih kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait proses pengusutan kasus dugaan suap perizinan, pengadaan proyek dan jual beli jabatan di Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) yang menjerat Gubernur nonaktif Maluku Utara Abdul Gani Kasuba. Pihak perusahaan siap untuk mendukung upaya KPK dalam proses penyelidikan dugaan […]

  • Resmi Terima Akta Notaris, Kompak Malut Siap Action “Awas Ada Oknum Duplikat”

    Resmi Terima Akta Notaris, Kompak Malut Siap Action “Awas Ada Oknum Duplikat”

    • calendar_month Sel, 11 Mar 2025
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    TERNATE Mahabari.com – Organisasi Progresif Komunitas Anak Bangsa Maluku Utara (KOMPAK MALUT), secara resmi menerima status hukum lembaga di kantor notaris yang beralamat di kelurahan Toboko, kota Ternate Selatan. Saat menerima Akta Notaris. Rusli M Din. Meminta agar seluruh anggota kompak dapat bekerja sesuai Visi-misi kompak Malut. Sehingga citra lembaga ini dapat terjaga dan terhindar […]

  • Prodi Ilmu Pemerintahan UMMU Ternate Gelar Kuliah Birokrasi di Era 4.0

    Prodi Ilmu Pemerintahan UMMU Ternate Gelar Kuliah Birokrasi di Era 4.0

    • calendar_month Sab, 4 Jun 2022
    • account_circle Admin
    • 0Komentar

    MAHABARI, TERNATE – Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate menggelar kuliah birokrasi, di aula Rektorat UMMU, Sabtu (4/6/2022). Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan UMMU Ternate Rasid Pora dalam sambutannya mengatakan, kampus adalah sebagai mesin pencetak generasi intelektual. Untuk menjawab sebuah tanggung jawab yang mulia ini, Prodi Ilmu Pemerintahan UMMU Ternate menyelenggarakan […]

expand_less