Home / Redaksi

Jumat, 2 September 2022 - 19:56 WIT

Wali Kota Tidore Jadi Pembicara di Media Podcast DPD RI



MAHABARI, TIDORE- Melalui Sail Tidore, potensi wisata dapat dikembangkan, salah satunya Museum Bawah Laut Tidore, hal tersebut disampaikan Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim saat menghadiri media podcast DPD RI bersama Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sylviana Murni, di kantor DPD RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Dalam agenda tersebut, Ali Ibrahim didampingi oleh Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (UI) Dr. Rachma Fitriati. Ali pun menyampaikan bahwa Pemkot Tidore Kepulauan telah memiliki kerja sama riset dengan UI untuk membangun Daya Saing Daerah di Kota Tidore Kepulauan lewat Wisata Selam Berkelas Dunia.

Menanggapi berbagai pertanyaan Sylvi, Soal Index kebahagiaan, kata Ali, itu merupakan salah satu kerja nyata Gubernur Maluku Utara dalam membangun kehidupan warganya.

Dia juga menuturkan, pihaknya akan terus memperjuangkan gagasan Museum Bawah Laut BMKT pertama di Indonesia dan potensi wisata bahari Tidore Kepulauan hingga terwujud.

“Tentu semua potensi wisata di tempat kami akan terus kami perjuangkan sampai terwujud, tidak hanya museum bawah laut yang sudah jelas akan mengangkat pariwisata Indonesia ke dunia Internasional, tapi juga semua potensi wisata bahari lainnya,” kata Ali.

Baca Juga  SEPAKAT PT. Antam UBPN Sultra dan Malut Bagi Takjil Ramadhan

Terkait Sail Tidore 2022, Ali berharap event tersebut tetap digelar pada November 2022. Pasalnya, acara akbar tersebut sudah tertunda dua kali sejak Pandemi Covid-19.

“Kami tentu berharap ini tidak diundur lagi karena SK nya juga sudah turun dari Menteri Maritim dan Investasi. Ini juga sudah dua kali mundur yang awalnya akan diadakan tahun lalu, karena pandemi, akhirnya mundur ke September. Tapi, karena ada G20, mundur lagi jadi November,” sebutnya.

Dirinya berharap, Sail Tidore ini juga kan akan mengangkat pariwisata Tidore dan tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama ini momentumnya setelah pandemi Covid-19.

Sementara, Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sylviana Murni dalam podcast tersebut, mengajak Wali Kota Tidore untuk berdialog santai.

“Alhamdulillah luar biasa nih, kita kedatangan tamu dari negeri diatas awan, Tidore Kepulauan, Pak Walikota Tidore Kepulauan, satu-satunya Kepala Syahbandar di Indonesia yang menjadi Walikota,” ujar Sylvi mengawali perbincangan

Dia mengatakan, masyarakat Maluku Utara merupakan masyarakat paling Bahagia di Indonesia sesuai dengan Index Kebahagiaan yang di rilis pada tahun 2021 lalu. Selain itu dirinya juga menanyakan sejumlah hal terkait dengan pariwisata Tidore Kepulauan.

Baca Juga  Tiga Pejabat Struktural Balai Wilayah Sungai Malut Resmi Berganti

“Saya sudah dua kali ke Tidore Pak, dan saya lihat begitu banyak potensi wisata laut yang bisa dikembangkan di sana. Selain Diving ya, saya terkesan dengan spot wisata bawah lautnya, terlebih saya dapat info akan dibangun museum bawah laut,” kata Sylvi.

Sylvi yang juga mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini menyarankan agar Ali Ibrahim untuk terus berkoordinasi dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) terkait kesiapan Sail Tidore yang rencananya kan digelar pada bulan November 2022 mendatang.

“Saya rasa untuk mewujudkan gagasan bagus ini, selain ke Bakamla dan Kemenparekraf, Pak Ali juga harus temui Pak Menkopolhukam, atau bahkan ke Presiden langsung karena ini bukan hanya aset daerah, tapi juga aset nasional akan jadi wisata kelas dunia,” ungkapnya.

Senada, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (UI) Dr. Rachma Fitriati dalam kesempatan tersebut mengatakan, “kami memiliki riset bersama Pemkot Tidore Kepulauan untuk mewujudkan Museum Bawah Laut BMKT dan wisata selam lainnya,” ujar Rachma.

Dirinya menjelaskan, terdapat puluhan guci peninggalan Kapal Spanyol yang tenggelam abad ke-16 ini, itu sudah diangkat ke daratan tahun 1990an, sayangnya, guci-guci tersebut kurang mendapat atensi dari wisatawan, terlebih disimpan begitu saja di gudang milik Pemkab Halmahera Tengah.

Baca Juga  232 Orang Napi Lapas Klas II.A Ternate Dapat Remisi

Dia menilai, jika guci-guci ini dikembalikan ke dasar laut (release) di tempat temuan semula, yaitu situs peninggalan bawah laut di Kelurahan Tongowai, maka akan menjadi obyek wisata selam yang unik dan menarik, karena tidak ditemukan di lokasi penyelaman lainnya di dunia.

Sebagai perbandingan, puluhan wadah anggur dari keramik sebagai situs bangkai Kapal Peristera yang berasal dari abad ke-5 SM menjadi obyek wisata yang sangat diminati wisatawan selam di Museum Bawah Laut BMKT Parthenon of Underwater Museum di Yunani.

Maka kelak, Museum Bawah Laut Tidore akan menjadi satu-satunya museum bawah laut BMKT di Indonesia, yang berisi puluhan guci peninggalan Kapal Spanyol yang tenggelam abad ke-16.

“Jika Museum Bawah Laut Tidore ini terwujud, maka Kota Tidore Kepulauan akan menjadi obyek wisata bahari mendunia yang unik dan langka, bahkan bisa viral jika didukung oleh diving influencer Indonesia yang tepat seperti di Citayam Fashion Week,” tutupnya.

Peliput: Kru
Editor: ZI


Baca Juga

Home

Upacara HUT Ke 77 Kemerdekaan RI di Tidore Berlangsung Khidmat

Redaksi

Pelepasan Calon Jamaah Haji Asal Galela dan Loloda Timur Diwarnai Isak Tangis

Budaya

Safari Ramadan di Kabupaten Kepulauan Sula, Pemuda Muhammadiyah Malut Santuni Anak Yatim
Tumpukan Sampah Di dua Kelurahan Gambesi Dan Sasa

Nasional

IMM Ternate, Kali Mati Dan Jalan Jadi Tumpukan Sampah Pasca Ramadhan

Redaksi

Puspaga Terus Berikan Penguatan Peran Orang Tua Kepada Anak di Kota Ternate

Redaksi

Disdukcapil Akan Rilis Data Jumlah Penduduk Kota Ternate Tahun 2022

Redaksi

Kenaikan Tarif Retribusi Lapak Dikeluhkan Pedagang di Kota Ternate

Redaksi

Gunakan Badan Jalan, Satpol PP dan Dishub Kota Ternate Tertibkan Sejumlah Pedagang dan Lapak