Home / Hukum / Lokal / Redaksi

Minggu, 29 Januari 2023 - 15:19 WIT

Kapolres Haltim Komitmen Tuntaskan Tunggakan Kasus, Termasuk Pembunuhan di Maba Selatan


Mahabari, Haltim- Kepolisian resort Halmahera timur tetap berkomitmen menyelesaikan semua tunggakan Kasus, termasuk kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Gotowasi, Kecamatan Maba Selatan pada 29 Oktober 2022 kemarin.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Halmahera timur AKBP Setyo Agus Hermawan, S.I.K, M. A. P. Ketika di wawancara sejumlah Awak media, Sabtu, 28 Januari 2023.

Menurut Setyo, Ada sekitar 10 tunggakan kasus yang harus ia selesaikan termasuk kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Gotowasi Kecamatan Maba selatan.

” Itu Tunggakan Kami, dan saya bertanggung jawab untuk menyelesaikan nya ” Ujarnya.

Baca Juga  Safari Ramadan di Kabupaten Kepulauan Sula, Pemuda Muhammadiyah Malut Santuni Anak Yatim

Dikatakan, terkait kasus Pembunuhan di Desa Gotowasi, pihaknya telah memberikan tenggang waktu kepada Kasat Reskrim selama dua bulan semenjak ia menjabat untuk segera mengungkap kasus tersebut.

” Untuk itu saya mohon suport mohon doa dukungannya semoga kasus tersebut bisa terungkap karena itu kasus yang menonjol, Kalau kasus-kasus lain seperti kasus korupsi memang masih dalam tahap proses ” Ungkap Mantan Kapolres Tidore Kepulauan itu.

Setyo Bilang, Selanjutnya untuk kasus ringan dan sedang pihaknya tidak mau ada perpanjangan penahanan jika kasus tersebut di tahan. Kenapa Demikian, Kata Setyo, karena ada mekanisme Restorative justice (RJ) yang bisa di terapkan sehingga mempermudah penyelesaian kasus.

Baca Juga  Komisi III DPRD Haltim Diduga Ada Pertemuan Khusus Dengan PT. FMI Di Jakarta

” Tidak semua kasus harus P21 sampai tahap 2, agar meringankan kinerja Reskrim dan kinieja polisi. Jadi saya akan bertanggung jawab atas tunggakan-tunggakan kasus dan saya akan coba untuk bagaimana bisa mengungkap dan menyelesaikan sampai ke tahap 2 atau RJ ” Jelasnya.

Setyo mengaku, Pihaknya sudah menjelaskan kepada internal polres untuk untuk mengutamakan Ultimum Remedium, hal tersebut selaras dengan kebijakan Kapolri bahwa penegakkan Hukum adalah upaya terakhir.

Baca Juga  Kain Tenun Tidore Berpotensi Dikembangkan Pada Level Nasional

” Bukan berarti tidak ada penegakkan hukum, kita lebih mengedepankan kegiatan Preventif atau pencegahan tetapi jika itu sudah menjadi laporan otomatis kita akan proses hukum walaupun dalam proses hukum itu ada mekanisme Preventif dan Restorative justice tadi ” pintanya.

Selain itu, Setyo berjanji, Pihaknya bakal mengupdate perkembangan penanganan kasus yang ada. ” Kita Akan Update seluruh perkembangan kasus yang ada ” Pungkasnya.

Peliput: Rian

Baca Juga

Redaksi

Jelang Pemilu 2024, Polda Malut Terus Lakukan Pemeriksaan Rutin Kendaraan

Redaksi

Menteri Desa PDTT RI Akan Kunjungi Kota Tidore

Lokal

Tahun Depan Anggaran Perbaikan Air Mancur Landmark Ternate Diusulkan

Lokal

50 Anggota PPK Haltim Resmi Di Lantik

Redaksi

Tenaga medis RSUD Chasan Boesoerie minta gubernur Malut tuntaskan gaji pegawai 27,9 miliar

Redaksi

24 Pejabat Eselon II, III dan IV di Lingkungan Pemda Tidore Resmi Dilantik

Redaksi

Tiga Pejabat Struktural Balai Wilayah Sungai Malut Resmi Berganti

Hukum

Anggota DPD RI Dapil Malut Tidak Tahu Ada RUU Hak Masyarakat Hukum Adat